
“Ah……”
Tiba-tiba seorang anggota Detasemen Perlindungan Hukum berteriak kaget dan Eddyt melihat serangga, semut dan ular yang tidak terhitung jumlahnya merayap ke halaman dengan cepat dan membuat kulit kepala orang yang melihatnya merasa mati rasa!
Tidak ada rumput yang tumbuh di tempat hewan-hewan ini lewat, bahkan tembok itu runtuh dalam sekejap.
“Tembak, tembak…..”
Eddyt yang melihat itu hanya bisa berteriak dan memberi perintah!
Bang bang bang…..
Suara tembakan terdengar tapi mereka gagal mengenai Pengurus Utama dan yang lainnya, saat ini orang-orang itu sudah diselimuti dengan kabut hitam, dan kehilangan sasaran bidik mereka, dan penembak jitu itu hanya bisa menembak sembarangan!
Melihat serangga dan semut itu semakin dekat, Eddyt memegang belati di tangannya dan auranya meningkat, pakaian di tubuhnya mulai bergerak tanpa tiupan angin, sebagai seorang grand master Eddyt sudah bisa melepaskan auranya keluar dari tubuhnya.
“Huh……”
Setelah berteriak marah, Eddyt mengayunkan pisau di tangannya dan hembusan angin tiba-tiba bertiup, dan menerbangkan sebagian besar serangga dan semut itu dalam sekejap, tapi tidak lama kemudian serangga dan semut itu kembali berkumpul.
Dan semakin lama menjadi semakin banyak, saat ini sudah banyak anggota Detasemen Perlindungan Hukum yang tubuhnya diselimuti oleh serangga dan semut, dan karena hewan-hewan ini terlalu banyak dan terlalu kecil, membuat anggota Detasemen Perlindungan Hukum yang memiliki kekuatan tidak mempunyai cara untuk menyingkirkan hewan-hewan itu dari tubuhnya.
__ADS_1
Untung saja serangga dan semut ini tidak beracun, kalau tidak anggota Detasemen Perlindungan Hukum pasti sudah mati keracunan sejak tadi.
“Ketua Eddyt, menyingkirlah dan biarkan saya pergi, untuk apa membuat anak buahmu begitu menderita?”
Pada saat ini, Pengurus Utama yang diselimuti oleh kabut hitam bersuara.
Raut wajah Eddyt menjadi murung, dan dia mengayunkan pisau di tangannya berkali-kali, namun setiap kali serangga dan semut itu terhempas mereka akan segera berkumpul lagi, dan saat ini tubuh Eddyt sudah terasa lemas.
Tapi saat melihat bawahannya yang menggeliat kesakitan, Eddyt juga serba salah!
“Serangga dan semut takut api, Ketua Detasemen Eddy apakah kamu tidak tahu?”
Tepat saat Eddyt merasa serba salah, ada suara yang tiba-tiba terdengar dari belakangnya.
“Tuan Aron, kamu….kamu tidak mati?”
​Eddy tampak terkejut.
“Mati?” Aron tersenyum ringan : “Kamu tidak merasa saya akan mati semudah itu kan?”
“Tidak tidak tidak, saya tahu Tuan Aron pasti tidak akan mati…”
__ADS_1
Eddyt tampak bersemangat, bagaimanapun Aron adalah seorang kultivator, bagaimana mungkin dia bisa mati dengan mudah.
Dan Pengurus Utama melihat ke arah Aron yang tidak terluka dan tertegun, matanya penuh dengan ketidakpercayaan!
Bahkan kalau Aron tidak mati, pukulannya tadi sudah cukup untuk mematahkan tulang-tulang Aron, dan tinjunya tadi sudah diselimuti oleh gas beracun, dan kalau Aron tidak mati saat ini setidaknya dia juga akan keracunan, tapi saat ini Aron berdiri di depannya seolah tidak ada yang terjadi
“Ini…bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana kamu bisa selamat dan tidak terluka?”
Pengurus Utama menatap dan bertanya pada Aron dengan tidak percaya.
​“Hanya dengan kemampuan kecilmu, masih tidak bisa melukaiku…..”
Aron tersenyum dingin.
Pengurus Utama menatap Aron yang menatapnya dengan penuh penghinaan dan seketika menggila!
“Siapkan obor…..”
Eddyt memerintahkan dengan keras.
Segera, orang-orang dari Detasemen Perlindungan Hukum mulai mencari barang-barang yang bisa dibakar lalu membakarnya, karena api semakin lama semakin besar, serangga dan semut itu banyak yang terbunuh dan terluka lalu semuanya mundur.
__ADS_1
Dan saat menemukan cara untuk menyingkirkan serangga dan semut, Aron juga tidak kenapa-kenapa, Eddyt merasa yakin dalam hatinya dan menatap Pengurus Utama dengan dingin : “Kalau kalian menyerahkan diri sekarang, kalian bisa menyelamatkan diri kalian dari rasa sakit kalau tidak, jangan salahkan saya bersikap kasar….”
Dengan belati di tangannya, tubuh Eddyt tiba-tiba bergetar dan rasa lelah yang awalnya mengerumuni Eddyt seketika berubah menjadi ledakan keinginan bertarung yang tidak ada habisnya.