Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Bersenda Gurau


__ADS_3

“Aron…Aron…”


Lina dan yang lainnya berteriak penuh semangat.


Melihat Aron di hadapan mereka membuat mereka tidak berani mempercayai mata mereka sendiri!


Terutama Lina, suaranya menjadi serak dan tubuhnya gemetaran.


Sedangkan dua orang dari Keluarga Himawan yang mendengar pihak lawan adalah Aron, seketika ekspresi mereka berubah menjadi jelek!


“Kamu…kamu adalah Aron? Bukankah kamu sudah mati?”


Salah seorang dari Keluarga Harman bertanya dengan suara gemetar.


“Memang sudah mati, namun saya hidup lagi!”


Aron tersenyum tipis sambil berjalan mendekat!


“Kamu…kamu jangan kemari, kalau tidak saya tidak akan segan-segan pada mereka!”


Dua orang dari Keluarga Himawan itu segera mengendalikan Lina dan yang lainnya, mencoba memanfaatkan mereka bertiga untuk menekan Aron.


Tapi Aron tidak menghentikan langkahnya, dan tetap berjalan maju.


“Lepaskan mereka bertiga, saya mungkin akan mengampuni nyawa kalian, jika kalian berani menyentuh sehelai rambut mereka, maka saya akan membuat hidup kalian lebih buruk daripada kematian!”


Suara Aron terdengar acuh tak acuh dan tenang, namun setiap kata-katanya seperti palu yang menghantam jantung kedua orang dari Keluarga Himaw itu dengan keras!


“Jangan kemari, saya menyuruhmu jangan kemari…”


Salah seorang dari Keluarga Himawan panik, tubuhnya gemetar hebat.


Seorang Great Grand Master malah ketakutan hingga titik seperti ini!

__ADS_1


“Kamu menganggap perkataanku sebagai angin lalu? Saya menyuruh kalian untuk melepaskan mereka bertiga…”


Raut wajah Aron menjadi tenggelam, niat membunuh yang tidak berujung langsung memenuhi udara!


Angin berhembus di udara, menyapu niat membunuh Aron yang memancar ke arah dua orang dari Keluarga Himawan itu.


Dua orang dari Keluarga Himawan itu bergidik ngeri dan merasa tubuh mereka seolah-olah sudah jatuh ke dalam gua es!


“Lepaskan mereka…”


Tiba-tiba Aron berteriak bagaikan suara gemuruh yang menggelegar.


Dua orang dari Keluarga Himawan terguncang dengan keras dan langsung melepaskan tangan mereka, suara gedebuk terdengar dan mereka berdua berlutut di lantai.


Lina dan yang lainnya segera berlari ke arah Aron dan bersembunyi di balik tubuh Aron.


“Jangan bunuh kami, kami juga hanya menjalankan perintah…”


Dua orang Great Grand Master yang terhormat saat ini seperti seorang cucu yang berlutut dan memohon ampun kepada Aron.


Aron tidak menyerang, hanya tekanan yang memancar dari tubuhnya sudah membuat dua orang itu membuang semua kehormatan mereka!


“Saya sudah bilang, selama kalian melepaskan mereka, saya akan membiarkan kalian pergi…”


“Sekarang kalian sudah boleh enyah, pulang dan beritahu kepada Satria, besok saya akan datang langsung untuk membalas dendam padanya!”


Aron berkata dengan dingin.


Dua orang dari Keluarga Himawan yang mendengar itu segera berbalik dan kabur ketakutan, mereka tidak berani ragu-ragu sedikit pun!


“Aron…”


Setelah dua orang dari Keluarga Himawan itu kabur, Lina langsung melompat ke dalam pelukan Aron

__ADS_1


Air matanya tidak bisa berhenti mengalir.


Melihat Aron yang memeluk Lina, Nely merasakan perasaan yang tak terlukiskan di dalam hatinya.


Dia juga ingin bersandar dalam pelukan Aron, dan ingin memiliki tempat bersandar.


Hanya saja dia tidak bisa, pengalamannya sejak kecil sudah membuat dia jauh lebih kuat daripada gadis-gadis lainnya.


“Apa yang kamu tangisi, bukankah saya baik-baik saja!”


​Aron menghibur Lina dengan lembut.


“Saya kira kamu benar-benar sudah mati, saya juga tidak ingin hidup lagi, saya mau menemanimu…”


Lina berkata sambil menangis.


“Saya tidak akan mati semudah itu, saya masih belum pernah merasakan wanita cantik, mana boleh mati begitu saja…”


Aron berkata sambil bercanda.


Lina yang mendengarnya seketika wajahnya memerah dan meninju Aron dengan ringan : “Bicara sembarangan apa kamu, bahkan di depan orang seperti ini…”


“Sudahlah, kalian berdua jangan saling menggoda satu sama lain lagi, ayo kita cepat pulang, kalau tidak Paman Danu akan khawatir.”


Saat ini Elen sudah tidak tahan dengan apa yang dia lihat dan angkat bicara.


“Paman Danu juga datang?”


Aron sedikit kaget, saat ini Danu tidak memiliki kekuatan apa pun, dia adalah orang biasa, datang ke Kota Dama sangat berbahaya baginya.


Kalau orang dari Keluarga King sampai menemukan Danu, maka dia pasti akan ditangkap dan disiksa.


__ADS_1


__ADS_2