
Di sisi panggung, Naveen sedang duduk dengan Teflon yang ada di sampingnya, hanya saja kedua orang itu terbungkus rapat sehingga tidak ada orang lain yang mengenali mereka.
“Kepala keluarga, kalau ingin mengetahui apakah Aron itu putranya Nona atau bukan, kamu bisa mencoba memeriksa garis keturunan dari anak ini terlebih dulu, jika garis keturunan dalam tubuhnya merasakan aura yang kamu pancarkan dan bereaksi terhadapnya maka itu membuktikan kalian berdua memiliki hubungan garis keturunan…”
Bisik Teflon.
Naveen tidak mengatakan apapun, hanya saja dia menjentikkan jarinya dan sebuah aura yang tidak terlihat menuju ke arah Aron.
Aron sedang bersiap untuk mengambil undian, dan tubuhnya tiba-tiba tercengang lalu segera menoleh ke arah Naveen duduk.
Aron tidak mengenal Naveen, juga belum pernah bertemu dengan Naveen, hanya saja saat matanya tertuju pada Naveen yang terbungkus jubah tebal, hati Aron seketika tersentak.
Meskipun dia tidak bisa melihat pihak lawan dengan jelas tapi Aron bisa merasakan siapa orang yang duduk di sana.
Hati Aron berkobar dengan penuh amarah, dan tepat saat Aron tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri, Audrey tiba-tiba menepuk pundak Aron : “Nak, giliranmu…
__ADS_1
Interupsi Audrey ini membuat kemarahan Aron hilang seketika, Aron tahu sekarang masih belum saatnya untuk dia bertarung melawan Keluarga King, kekuatannya sama sekali tidak bisa melawan Keluarga King.
Kalau dia membiarkan Keluarga King terlalu cepat mengetahui identitasnya, maka masalah yang akan dihadapi oleh Aron kedepannya akan menjadi semakin besar.
Aron berbalik dan mengulurkan tangannya untuk mengundi dengan santai!
Sedangkan kilatan melintas di mata Naveen, dia perlahan-lahan bangkit, berbalik lalu pergi, sama sekali tidak berniat untuk menyaksikan sisa dari kompetisi ini lagi.
Teflon yang melihat hal itu juga segera menyusul!
Terlihat seorang pria pendek berkulit gelap melompat dan mendarat di atas ring, saat pria pendek itu mendarat, terlihat seorang pria berjanggut dengan sorban yang melilit di kepalanya berjalan ke atas ring dengan santai.
Kedua pria itu saling memberi hormat namun tidak mengatakan apapun, tapi aura yang terpancar dari tubuh keduanya langsung bertabrakan.
Pria pendek itu tiba-tiba melesat dan menghantamkan tinjunya ke arah pria bersorban.
__ADS_1
Satu pukulan itu begitu ganas dan tidak terduga, kecepatannya juga begitu cepat sehingga menimbulkan suara deru angin yang memekakkan telinga, jelas kekuatan dari satu pukulan ini tidak biasa!
“Tuan Aron, orang yang melayangkan tinjunya ini adalah Soon Fa seorang master dari Negara Timta, dia sudah berlatih Muay Thai sejak masih kecil, dia juga sudah menjadi sangat cepat dan kuat, serangannya juga begitu ganas…”
Eddyt menjelaskan kepada Aron.
Aron tidak memperdulikannya, meskipun pukulan Soon Fa begitu ganas, kekuatan serta kecepatan dari pukulannya juga sudah luar biasa, namun bagi Aron itu masih belum cukup, walau Aron berdiri diam tidak bergerak, pukulan Soon Fa sepertinya tidak akan bisa melukai tubuh Aron yang kebal.
Dalam jeda penjelasan Eddyt pada Aron, Soon Fa telah melontarkan belasan pukulan secara beruntun, tidak hanya dengan tinju, serangan lutut Soon Fa juga terus menghujani lawannya.
Hanya dalam waktu beberapa puluh detik, sebuah tinju mengenai perut dari pria bersorban itu dan membuatnya terbang keluar dari ring, menghantam tanah dengan keras dan memuntahkan darah dari mulutnya.
Meskipun dia terluka parah, tapi Soon Fa jelas terlihat berbelas kasihan dan tidak membunuhnya!
Setelah memenangkan pertarungan dalam satu serangan, Soon Fa menatap ke bawah ring dengan penuh semangat : “Yang berikutnya sudah bisa bertarung…”
__ADS_1
Setelah suara Soon Fa terdengar, terlihat tubuh Ichiro Watanabe yang sedikit bergetar, dan kemudian seluruh tubuhnya mendarat di atas ring seperti sehelai bulu.