
Enam sosok Aron yang sama persis berdiri berdampingan dan membuat semua orang tercengang!
Hanya Rafael yang tetap tenang.
“Hanya teknik kamuflase seperti ini juga berani dipamerkan di hadapanku?”
Rafael sama sekali tidak terkesan dengan Teknik Pedang Sembilan Bayangannya Aron.
Aron tidak mengatakan apa pun, dia merasa basa-basi di saat ini sama saja dengan buang-buang tenaga.
“Hancurkan…”
Sosok Aron seketika melompat.
Di udara, terlihat enam sosok Aron yang sama persis bagaikan dewa-dewa yang sedang berhenti di sana.
Lalu dua ayunan energi pedang terlihat!
Yang akhirnya bersatu lalu langsung menebas ke arah Rafael.
Energi pedang ini membelah langit, seolah-olah sudah merobek ruang dan waktu.
Energi pedang ini juga dibalut oleh bara api spiritual yang menyala.
Jika energi pedang yang menakutkan ini membuat banyak anggota Keluarga Dayo melarikan diri, maka api spiritual yang membara di atas energi pedang itu menghanguskan kerumunan orang yang tidak bisa menahannya.
nergi pedang yang begitu menakutkan menebas aura yang dipancarkan Rafael dengan keras.
Adegan yang sama terulang, energi pedang yang menakutkan menghilang tanpa jejak saat bersentuhan dengan aura itu, seolah-olah tidak pernah ada sama sekali.
Jika bukan karena sisa panasnya yang tersisa di udara, tidak ada yang percaya bahwa Aron baru saja mengeluarkan energi pedang yang menakutkan.
__ADS_1
“Kamu hanya seorang Great Grand Master, walau mempunyai banyak harta karun juga tidak berguna di hadapanku.”
Rafael berkata dengan acuh tak acuh.
Setelah selesai berkata, Rafael menggunakan tangannya sebagai pedang dan mengayunkannya ke arah Aron.
Di tengah udara, sebuah cahaya pedang seketika melintas.
Energi pedang menakutkan yang sama mengarah ke arah Aron.
Aron sudah mengalaminya tadi, jadi dia sudah membuat persiapan sejak awal.
Sosoknya melintas dan menghindari energi pedang dalam sekejap, namun punggungnya tetap saja tersayat oleh energi pedang itu.
Ada kilatan cahaya keemasan dan sebuah luka yang dalam seketika muncul di punggung Aron.
Potongan-potongan sisik emas berjatuhan lalu akhirnya menghilang!
Aron menatap Rafael, dan tidak berani menyerang begitu saja.
Karena setiap kali dia menyerang, itu sama saja dengan menyerang dirinya sendiri!
Melihat Aron tidak menyerang lagi, Rafael menatapnya sambil mencibir : “Kenapa? Hanya seperti itu? Benar-benar tidak tahu dari mana kamu mendapatkan kekuatanmu tadi.”
“Sepertinya saya juga terlalu meninggikanmu, membuatku menyia-nyiakan sebutir Pil Pengontrol Energi, namun karena Pil Pengontrol Energi itu ternyata palsu, cepat atau lambat saya akan membuat perhitungan dengan mereka.”
Sekarang, serahkan Kristal Naga milikmu, dan saya akan membuatmu mati dengan nyaman.”
“Kalau punya nyali, datang ambil sendiri.”
Raut wajah Aron menjadi dingin, dan kemarahan memenuhi tatapan matanya.
__ADS_1
“Baik!”
Setelah selesai bicara, sosok Rafael melintas dan tiba di hadapan Aron dalam sekejap.
Aron sama sekali tidak menyadari bagaimana Rael sudah tiba di hadapannya dan langsung dihantam oleh pukulan Rafael yang mengenai dadanya.
Tubuh Aron terlempar dan membentur dinding batu dengan keras sebelum akhirnya berhenti.
Dada Aron menjadi cekung dan tulang rusuknya jelas terlihat patah.
Tubuh emas yang tak ter hancurkan juga tidak bisa menahan satu serangan Rafael.
Ini adalah perbedaan antara Great Grand Master dan Master Guru.
Hanya perbedaan ranah yang kecil, atau bahkan setara, mungkin bisa dijembatani oleh bakat dan keterampilan.
Namun perbedaan tingkatan ranah yang besar bagaikan sebuah jurang yang sama sekali tidak bisa dilewati!
Saat mencapai ranah Master Guru, seseorang baru dapat mengalami dan memahami teknik-teknik Dharma yang baru.
Sekarang Aron belum mencapai setengah dari Master Guru, jika sudah mencapai setengah dari Master Guru, maka dia tidak akan berakhir menyedihkan seperti ini saat menghadapi Rafael.
Setelah bersusah payah bangkit berdiri, dan walaupun terluka, raut wajah Aron masih penuh ketegasan dan pantang menyerah.
Selama dia tidak mati, maka dia tidak akan pernah menyerah!
Melihat Aron yang berdiri lagi, Rafael hanya bisa menghela nafasnya : “Bibit unggul sebaik ini, sayang sekali kamu adalah seekor harimau yang tidak berguna bagi manusia, jadi kamu harus mati.”
Setelah berkata, Rafael melompat dan sebuah pedang panjang tiba-tiba muncul di tangannya dan menebas ke arah dada Aron.
__ADS_1