
Saat ini, Aron masih terperangkap di dalam lubang mata air, Aron mencoba melakukan yang terbaik untuk melepaskan diri dari formasi sihir, namun sayangnya sekeras apapun dia berusaha, dia tidak bisa melepaskan diri dari jeratan formasi sihir itu.
Sedangkan kura-kura besar itu berenang di hadapannya, Aron juga tidak berani menyerang kura-kura besar itu lagi, setiap kali dia menyerang, yang terjadi selanjutnya adalah serangan balik dari formasi sihir di cangkang kura-kura itu.
Aron sudah sangat cemas, dia tidak tahu sudah berapa lama dia berada di dalam sini, dia juga tidak tahu apa yang terjadi pada Nely di atas, kalau Leo berhasil mendapatkan Nely, maka Aron sepertinya tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri, karena dialah yang mendorong Nely untuk datang dan melakukan ritual pernikahan dengan Leo.
“Ah...” Aron tiba-tiba berteriak keras: “Dasar kura-kura sialan, saya akan bertarung denganmu...”
Aron berteriak dengan marah, cahaya keemasan yang redup terlihat di tinjunya, dan dia mengayunkan pukulan demi pukulan ke arah kura-kura yang berenang dengan lambat itu.
Bam bam bam...
Pukulan demi pukulan menjadi semakin berat, tapi untung saja lubang mata air ini dipenuhi dengan energi spiritual, dan semua kekuatan spiritual Aron yang terpakai bisa ditebus dengan Seni Konsentrasi Jiwa yang berputar dengan cepat.
Saat Aron menghantam pukulan demi pukulan pada tubuh kura-kura itu, formasi sihir yang ada pada cangkang kura-kura itu juga mulai berkedip, dan tekanan energi yang bagaikan bilah-bilah pisau terus menyerang ke arah Aron.
__ADS_1
Segera, Aron sudah dipenuhi dengan bekas luka dan darah terus mengalir keluar, tapi Aron menggertakkan giginya dan kemarahan di hatinya sudah membara, dia terus melontarkan pukulan demi pukulan tanpa bergeming.
Krek……
Tiba-tiba, sebuah suara kecil terdengar, dan itu membuat Aron yang menggila seketika menjadi tenang.
Aron melihat lebih dekat dan menemukan ada retakan di cangkang kura-kura yang sedang berenang itu.
Aron merasa gembira, dia mengira dia tidak bisa melukai kura-kura itu, tapi sepertinya saat ini, kura-kura besar itu juga bukannya tidak bisa dikalahkan.
Aron kembali melontarkan pukulan demi pukulan pada kura-kura besar itu, kura-kura besar yang awalnya tidak merasakan apapun, saat ini akan bergetar setelah diserang oleh pukulan Aron, bahkan mulutnya mengeluarkan suara yang aneh, seperti suara melolong.
Setelah Aron meninju puluhan kali, cangkang kura-kura besar itu akhirnya pecah berkeping-keping dan jatuh, sedangkan kura-kura besar itu berteriak kesakitan lalu jeratan formasi sihir itu juga seketika menghilang.
Dengan hancurnya cangkang kura-kura itu, cahaya keemasan yang membungkus Aron juga menghilang, formasi sihir juga ikut menghilang bersamanya.
__ADS_1
“Ingin kabur ya...”
Aron melihat kura-kura besar itu ingin menyelam ke dalam air untuk melarikan diri, segera mengejarnya.
Kepanikan terlihat di mata kura-kura besar itu, tanpa perlindungan dari cangkangnya, juga formasi sihir yang ada pada cangkangnya, kura-kura besar itu seperti ikan yang berada di atas talenan, sama sekali tidak bisa melarikan diri.
“Tadi kamu menjeratku dengan formasi sihir, sekarang kamu ingin melarikan diri? Lihat bagaimana saya merebusmu menjadi kuah...”
Aron berjuang untuk mengejar kura-kura besar itu, satu tangannya memegang kepala kura-kura besar itu, dan tangan lainnya bersiap meninju kura-kura besar itu sampai mati.
Tanpa cangkangnya yang keras, kura-kura besar itu sama sekali tidak bisa menahan satu pukulan Aron.
Tapi saat Aron hendak membunuh kura-kura besar itu, kura-kura besar itu tiba-tiba mengeluarkan suara rengekan, lalu membuka mulutnya, sebuah manik sebening kristal yang berukuran sama dengan ibu jari keluar dari mulut kura-kura besar itu.
Melihat ini, Aron meraih manik itu dan melihatnya dengan seksama, dia tidak tahu benda apa itu, tapi dia bisa merasakan energi spiritual yang memancar dari manik itu.
__ADS_1