Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Bujuk Rayu


__ADS_3

Danta mengernyitkan keningnya : “Apa yang kamu sayangkan?”


“Sayang sekali kamu telah berkultivasi selama puluhan tahun dan belum pernah bertarung melawan siapa pun, hari ini di pertarungan pertamamu, kamu malah harus mati…”


Aron berkata dengan ringan.


“Hahaha, anak tidak tahu diri, silakan membual sesuka hatimu, orang yang suka membual sepertimu sudah banyak saya temui, orang yang semakin banyak bicara sepertimu semakin tidak memiliki kemampuan apa pun, sepertinya saya terlalu melebih-lebihkan dirimu…”


Danta tertawa terbahak-bahak.


“Melebih-lebihkanku atau tidak, kita akan mengetahuinya setelah bertarung!”


​Aron berkata lalu mengulurkan tangan kanannya, Pedang Naga seketika muncul di tangan Aron!


Pedang Naga memancarkan cahaya keabu-abuan, cahaya itu tidak menyilaukan namun memberikan perasaan menakutkan kepada orang!


Mata Danta berbinar-binar ketika melihat Pedang Naga di tangan Aron!

__ADS_1


“Pedang spiritual?” Nafas Danta menjadi terengah-engah : “Tidak disangka anak sepertimu juga memiliki pedang spiritual, pantas saja di usia yang begitu muda, dengan energi spiritual yang begitu tipis kamu dapat berkultivasi hingga ranah ini, sepertinya kamu memiliki banyak harta karun.”


“Pedang spiritualmu ini sudah menghasilkan roh pedang, harta karun seperti ini berada di tanganmu benar-benar sia-sia…”


Danta mau tidak mau menggelengkan kepalanya, lalu berkata : “Nak, kalau kamu bersedia menyerahkan pedang spiritual di tanganmu, dan memberikan Kristal Naga di tubuhmu, saya boleh mengampuni nyawamu dan tidak menginginkan Jiwa Barumu lagi.”


“Benarkah?” tanya Aron.


“Tentu saja, saya seorang kultivator abadi dengan Jiwa Baru, mana mungkin berbohong kepada anak kecil sepertimu…”


Danta melihat Aron yang goyah seketika berkata sambil menepuk dadanya.


Arthur yang berada tidak jauh dari sana seketika panik saat mendengar hal ini, dia mengundang Danta untuk membunuh Dave, dia tidak ingin Danta membuat kesepakatan dengan Aron.


“Tutup mulutmu, saya bukan bawahanmu, saya juga tidak pernah menjanjikan apa pun padamu!”


Danta memelototi Arthur dan membuat Arthur seketika menjadi canggung, dia tidak berani berbicara lagi.

__ADS_1


“Nak, asalkan kamu setuju, saya tidak hanya tidak membunuhmu, saya juga dapat membawamu ke Pulau Parbat, menjadikanmu sebagai muridku, pada waktunya tidak akan ada orang yang berani membunuhmu, dengan bakatmu ini kamu pasti bisa menjadi orang sukses di masa mendatang!”


Danta terus menjanjikan Aron!


Tapi tidak disangka Aron malah mendengus : “Meskipun kamu tidak menginginkan Jiwa Baruku lagi, tapi saya masih menginginkan Jiwa Barumu, dan kamu juga ingin menjadikanku sebagai muridmu? Kita berdua sama-sama merupakan kultivator abadi dengan Jiwa Baru, kamu berkultivasi selama puluhan tahun untuk menjadi kultivator abadi dengan Jiwa Baru sedangkan saya hanya berkultivasi kurang dari satu tahun, apa kamu pantas menjadi guruku?”


“Saya rasa kamu tua bangka ini memiliki penyakit delusi ya? Kalau kamu berlutut dan bersujud untuk berguru kepadaku, mungkin saja saya bisa mengajarimu beberapa jurus, dan membantu mempercepat kultivasimu!”


“Kamu cari mati!” Danta langsung marah saat mendengar perkataan Aron!


Kemudian, tubuh Danta mulai meledakkan kekuatan yang tidak ada habisnya, gelombang kekuatan spiritual terus keluar dari tubuhnya dan mulai menyelimuti sekelilingnya!


Belati-belati berwarna putih yang ringkas mulai terbentuk di sekeliling tubuh Danta!


Semua belati itu mengarah pada Aron dan membawa tekanan yang tidak ada menunjukkan reaksi sama sekali, sedangkan sosok Aron yang lainnya mengayunkan Pedang Naga di tangannya dengan ganas ke arah Danta!


Merasakan kekuatan dari energi pedang itu, Danta mengernyitkan keningnya dan sosoknya mundur dengan cepat, menghindari serangan Aron!

__ADS_1



__ADS_2