
Namun hari ini, serangannya ini tidak hanya tidak bisa melukai Aron, bahkan tidak dapat menghancurkan tubuh emas tak ter hancurkan.
“Kamu bahkan tidak bisa menghancurkan teknik pelindung tubuhku, bagaimana bisa membunuhku?”
Aron mencibir.
Satria menggertakkan giginya, setelah berteriak marah kabut darah mulai memenuhi langit, kemudian kabut darah itu berkumpul di atas telapak tangan Satria.
Sepasang telapak tangan Satria seperti baru saja dicelupkan ke dalam darah segar dan membuat warnanya sangat merah!
Ini adalah jurus andalan Satria, tangan berdarah!
Satria kemudian melompat dan melayangkan tamparannya ke arah Aron.
Melihat hal itu, tangan Aron mulai memancarkan cahaya keemasan, kekuatan Naga Ilahi berkumpul di telapak tangannya.
Bagaimana pun Satria adalah seorang Master Guru senior, Aron yang baru menerobos ranah Master Guru belum cukup kuat untuk meremehkan kekuatan Satria.
“Tinju Cahaya Suci!”
Aron berteriak marah, lalu sebuah cahaya menyilaukan memancar dari telapak tangan Aron.
Cahaya ini melebihi cahaya matahari di langit.
Bam!!
Kabut udara memenuhi udara dan sosok Satria mundur beberapa langkah ke belakang.
Aron malah tidak bergerak sama sekali, bahkan tidak terlihat bergoyang sedikit pun.
Saat ini, kekuatan kedua orang itu langsung menunjukkan perbedaan.
__ADS_1
Semua orang menatap Aron dengan kaget, tatapan mata mereka menunjukkan rasa tidak percaya!
“Ssh…Aron ini terlalu menakutkan, bukan?”
“Masih muda sudah bisa menekan Master Guru senior, benar-benar sulit dipercaya!”
“Jenius, Aron ini memang jenius!”
Semua orang mulai berdiskusi, mereka tidak menyangka kekuatan Aron dapat memberi tekanan kepada Satria.
Awalnya mereka mengira dua orang ini akan memiliki kekuatan yang seimbang, dan menunjukkan pertarungan besar abad ini!
Butuh ratusan ronde sampai langit menjadi gelap untuk menentukan siapa pemenangnya!
Tapi sekarang, satu serangan saja sudah menunjukkan perbedaan kekuatan.
Raut wajah Satria menjadi jelek, dari pukulan tadi dia sudah dapat merasakan peningkatan pada kekuatan Aron.
Peningkatan ranah besar akan membuat kekuatan bertambah berkali-kali lipat.
Robi yang berada tidak jauh dari sana, menunjukkan ekspresi yang sangat jelek saat melihat ayahnya terlempar mundur oleh tamparan Aron.
Dia tidak tahu kapan dirinya baru bisa mencapai titik kekuatan Aron.
“Anak ini memang berbakat, namun dengan adanya saya di sini, kamu tidak perlu khawatir, saya akan membuatmu menjadi berbakat seperti itu juga…”
Saat ini dalam benak Robi, sebuah suara tua yang serak terdengar.
Mendengar suara itu, Robi menyeringai dan sedikit rasa sombong muncul di wajahnya.
Satria menatap Aron dengan ekspresi jelek, namun dia tidak terburu-buru untuk menyerang, seolah sedang menunggu sesuatu.
__ADS_1
Aron melihat Satria tidak menyerang jadi dia berinisiatif untuk menyerang terlebih dulu!
Namun saat Aron bergerak, dia tiba-tiba merasakan sesuatu yang tidak biasa.
Sisik-sisik emas di tubuh Aron mulai memerah akibat kabut darah tadi!
Tubuh Aron juga mulai terinfeksi oleh kabut darah ini, dan segera seluruh tubuh Aron berubah menjadi berwarna merah!
Semua orang tercengang dengan perubahan yang mendadak ini.
Satria tiba-tiba tertawa : “Aron, kekuatanmu memang menjadi semakin kuat, tapi kamu sudah terkena darah beracunku, kamu akan segera mati…”
Ternyata kabut darah yang bersatu di telapak tangan Satria tadi mengandung racun, meskipun saat pertarungan sebenarnya tidak boleh menggunakan racun, tapi sekarang dalam pertarungan hidup atau mati, siapa yang akan peduli dengan hal itu.
Aron menatap Satria dengan tatapan mematikan, dia tidak menyangka Satria akan menggunakan racun.
“Kamu tidak perlu menatapku seperti itu, bukankah kamu begitu percaya diri tadi? Bukankah kamu mengatakan saya tidak bisa membunuhmu?”
Satria tiba-tiba semakin menjadi-jadi.
Aron tidak mengatakan apa pun, Seni Konsentrasi Jiwa bekerja dengan cepat dan semua darah beracun yang ada di tubuh Aron mulai terserah ke dalam tubuhnya.
Satria melihat darah beracun itu masuk ke dalam tubuh Aron dan merasa lega dalam hatinya!
Darah beracun masuk ke dalam tubuh, walau Dewa Penyembuh datang juga tidak akan bisa menyelamatkan hidupnya!
Namun Satria tidak tahu, darah beracun itu sudah menjadi sumber daya bagi Aron.
Saat ini, darah beracun telah berubah menjadi kekuatan spiritual berkat Seni Konsentrasi Jiwa, dan tersimpan di dalam Dantiannya Aron.
__ADS_1