Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di tuduh mencuri Mobil


__ADS_3

Sepuluh menit kemudian, Andrew dan Jeswan kembali dengan berkeringat deras.


“Tidak benar, kenapa tidak ada disini?”


Andrew mengernyitkan keningnya.


“Ayah, apakah Tuan Basri tahu tentang investasi kita di tempat wisata di sini dan datang untuk melakukan kunjungan pribadi?"


Jeswan menganalisis.


“Ada kemungkinan…”


Tubuh Andrew sedikit gemetar, keringat dingin muncul di keningnya.


Perusahaannya tidak lebih dari anak perusahaan Keluarga Darminto di Kota Dama, dan alasan kenapa Andrew memilih untuk membuat objek wisata adalah karena dia ingin menghasilkan lebih banyak uang dari sana.


Sekarang Tuan Basri datang untuk melakukan kunjungan pribadi, akan menjadi masalah jika dia mengetahui apa yang sedang terjadi.


“Jeswan, segera minta orang untuk terus mencari, lalu pergilah untuk melihat CCTV kemana sebenarnya Tuan Basri pergi…”


Andrew sudah tidak berminat memperdulikan orang-orang yang ada di dalam ruangan ini, sekarang dia harus bergegas mencari Basri.


“Kakak, apa yang kalian cari? Bagaimana kalau kami membantu mencarinya…”

__ADS_1


Sheli bertanya pada Andrew.


Sheli berkata demikian lalu membuat Andrew teringat sesuatu dan berkata pada Sheli : “Sheli, kalian datang lebih awal, apakah kalian melihat kemana perginya orang yang mengendarai Rolls Royce itu?”


“Rolls Royce?” Sheli tidak paham tentang mobil.


Andrew bergegas menarik Sheli ke jendela dan menunjuk ke arah Rolls Royce yang di bawah : "Lihat, mobil hitam itu!"


“Oh, mobil itu ya, itu mobil yang kami tumpangi…”


Sheli yang melihatnya bergegas menjawab.


Mereka memang datang dengan mobil itu, Sheli tentu tahu, hanya saja Sheku tidak tahu harga mobil itu.


Andrew tercengang dan wajahnya penuh keterkejutan.


“Mana mungkin, itu adalah mobil Tuan Basri, mobil itu harganya hampir sepuluh miliar, kalau menjual kalian semua pun tidak akan cukup untuk membeli mobil itu, berani berbual…”


Melihat sikap Jeswan, Aron mengernyitkan alisnya, dan kemarahan terlihat di tatapan matanya.


“Sepuluh miliar?” Shelu berkata dengan menarik nafas panjang : “Aeon, bukankah kamu mengatakan temanmu meminjamkan mobil ini padamu? Mobil ini memang semahal itu?”


“Ibu, saya memang meminjam mobil itu tapi saya tidak tahu berapa harganya…”

__ADS_1


Aron menjelaskan.


“Omong kosong…” Jeswan langsung meledak saat mendengar perkataan Aeon : “Itu adalah mobil Tuan Basri dari Kota Dama, mana mungkin dipinjamkan padamu? Bagaimana kamu bisa berteman dengan Tuan Basri, jelas-jelas omong kosong, saya rasa kamu mencuri mobil ini kan?”


“Jeswan, jangan bicara sembarangan, jangan mengatakan omong kosong tanpa bukti, bagaimana kamu boleh mengatakan Aron mencuri mobil ini, ini melanggar hukum…”


Sheli yang mendengar perkataan Jeswan seketika menjadi pucat, itu adalah mobil yang berharga miliaran, kalau Adon benar-benar mencurinya maka akan gawat.


“Bukti apa yang diperlukan, kalau mobil itu benar-benar dikendarai oleh kalian, maka itu pasti dicuri olehnya, barang milik Keluarga Darminto dari Kota Dama juga berani kamu curi, nyalimu besar sekali, kali ini sepertinya kamu akan masuk ke penjara lagi…”


Jeswan menatap Aron dan merasa bahagia, bisa membantu Keluarga Darminto untuk menemukan mobil mereka, Keluarga Darminto pasti sangat berterima kasih.


“Sheli, sudah berapa kali saya katakan padamu, kamu harus mendidik anakmu, sekarang lihatlah, dia melakukan pelanggaran hukum yang begitu besar, saya juga tidak bisa membantu kalian lagi!”


Andrew berkata pada Sheli lalu menoleh pada Kepala desa Kiki : “Kepala desa Diki, sekarang muncul seorang pencuri mobil, telepon seseorang untuk mengurusnya…”


“Baik!” Kepala desa Diki bergegas menelpon seseorang.


“Kakak, Aron meminjamnya, dia mengatakan dia meminjamnya…”


Shelu melihat Aron akan ditangkap segera menjelaskan pada Andrew.


“Sheli, yang gila itu kamu atau saya, dengan kemampuan Aron, bisa meminjam mobil mewah berharga miliaran dari Kota Dama? Jangan bercanda…”

__ADS_1


Andrew berkata dengan dingin.


__ADS_2