
Lembah Iblis!
Setelah membunuh mayat-mayat boneka itu, Aron tidak berhenti dan langsung berangkat menuju Kota Dama.
Tidak peduli apakah dia akan berhasil atau tidak hari ini, Aron harus pergi untuk mencoba, meskipun Aron sendiri juga tidak memiliki harapan yang terlalu besar, namun dia harus melakukan sesuatu, tidak boleh membiarkan Nuri menderita di dalam sana!
Sedangkan saat ini di dalam Aliansi Seni Bela Diri, sepasang mata Arthur terpejam, dan raut wajahnya sangat jelek.
Tujuh mayat boneka itu memiliki kekuatan empat orang Master Guru, tapi tetap saja gagal membunuh Aron.
“Sialan, orang mati memang orang mati, tidak punya otak, kenapa mereka tidak menyerang saat Aron sedang sendirian?”
“Malah pergi ke Lembah Iblis untuk menyerang, benar-benar bodoh…”
Arthur mengumpat, tapi tidak ada cara lain, mayat boneka tidak memiliki pemikiran, mana mungkin mereka memikirkan hal ini.
Di samping Arthur, beberapa Tetua sedang berdiri dengan penuh hormat dan tidak berani mengatakan sepatah kata pun.
“Kalian bertiga jangan berdiri di sini lagi, enyah, dasar tidak berguna…”
Arthur merasa kesal hanya dengan menatap beberapa Tetua itu!
Sekarang Aron sudah mencapai ranah Master Guru, beberapa Tetua itu juga bukan lagi lawan Aron, jadi Arthur merasa kesal melihat mereka!
Tiga Tetua itu tidak berani mengatakan apa pun dan segera keluar sambil menundukkan kepalanya.
Setelah keluar dari pintu Aliansi Seni Bela Diri, Tetua Pertama mendengus dengan marah.
__ADS_1
“Keterlaluan sekali, bagaimana pun kita bertiga adalah Tetua di Aliansi Seni Bela Diri, beraninya bersikap seperti itu kepada kita…”
Tetua Pertama berkata dengan jengkel, jelas merasa tidak puas dengan sikap Arthur.
“Kakak Pertama, sudahlah, siapa suruh kita tidak sehebat orang lain, sekarang walau kita bekerja sama juga bukan lagi lawan Aron.”
Tetua Kedua menghela nafasnya.
“Aron itu memang terlalu menakutkan, beberapa hari yang lalu Aron menyuruhku untuk menyampaikan pesan kepada Ketua Aliansi, mengatakan dia akan menerobos ke Aliansi Seni Bela Diri!”
Tetua Ketiga berkata dengan suara gemetar, teringat saat dia berhadapan dengan Aron sendirian beberapa hari yang lalu, Tetua Ketiga masih merasa takut.
“Hm, Aron itu jelas-jelas tidak tahu kemampuan diri sendiri, mengira dengan membunuh Satria dia sudah tidak terkalahkan…”
Tetua Kedua mendengus dingin.
Karena mereka melihat Aron di depan mata mereka dan sedang berjalan ke arah mereka.
Melihat Aron yang berjalan mendekat, nafas ketiga Tetua itu menjadi cepat, bahkan Tetua Kedua yang tadi masih meremehkan sekarang tubuhnya sedikit gemetar.
Aron juga menyadari ketiga Tetua itu dan tidak menghiraukan mereka.
Dia berjalan melewati mereka dengan enteng dan langsung masuk ke dalam Aliansi Seni Bela Diri.
Saat ini, bagi Aron, ketiga Tetua ini sudah tidak menjadi ancaman baginya!
Melihat Aron yang berjalan melewati mereka, tiga Tetua itu saling bertatapan dan tidak tahu harus berbuat apa-apa!
__ADS_1
Tetua Kedua tiba-tiba ingin membuka mulutnya dan meneriaki Aron, namun Tetua Pertama menghentikannya.
“Kakak Pertama, Aron hendak pergi ke Aliansi Seni Bela Diri…”
Tetua Kedua berkata.
“Saya tidak buta, saya juga melihatnya!”
Tetua Pertama memelototi Tetua Kedua : “Ayo kita cepat pergi, pura-pura tidak melihatnya, kamu ingin menjadi sasaran meriam?”
Tetua Kedua yang mendengarnya ketakutan dan menggelengkan kepalanya, lalu ketiga Tetua itu berpura-pura tidak melihat Aron dan segera pergi.
......................
Di depan pintu Aliansi Seni Bela Diri!
Dua penjaga sedang berdiri tegak di kedua sisi, hanya dua orang penjaga ini saja sudah memiliki kekuatan Great Grand Master!
Perlu diketahui, seorang Great Grand Master akan mendapatkan perlakuan seperti seorang kaisar di kota kecil!
Namun di sini, hanya bisa menjadi penjaga pintu!
Tapi kedua Great Grand Master ini malah bersedia melakukannya, karena bergabung dengan Aliansi Seni Bela Diri membuat mereka mendapatkan sumber daya kultivasi yang tidak ada bandingannya di luar sana.
Seiring dengan peningkatan ranah, mereka menjadi semakin bergantung pada sumber daya untuk berkultivasi, jadi mereka hanya bisa menjaga di depan pintu Aliansi Seni Bela Diri!
“Tiga Tetua juga sudah dimaki tadi, sepertinya belakangan ini Ketua Aliansi sedang tidak senang, kita jangan sampai memprovokasinya…”
__ADS_1
Salah seorang penjaga berkata kepada penjaga lainnya.