Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
kayu busuk Triliunan


__ADS_3

Oyong yang melihat ini merasa sedikit kecewa, dia mengira akan ada orang yang menambah harga, dengan begini dia bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan!


“Karena sudah tidak ada yang mau berebut dengan Bos Boyca, maka Pa Kua ini akan menjadi milik Bos Boyca, hanya saja saya akan mengatakan hal pahit terlebih dahulu, saya tidak menerima hutang, dan uangnya harus dibayarkan langsung ke rekening ku!”


Oyong berkata pada Boyca!


“Bos Oyong tenang saja, saya akan segera menyuruh orang untuk mentransfer uangnya…”


Boyca berkata dengan bangga!


“Tunggu sebentar….”


Dan pada saat Boyca sedang bersiap mentransfer uang, Basri tiba-tiba berdiri!


Dia tidak boleh menatap Keluarga Bara membeli senjata ajaib ini begitu saja, kalau begitu jarak diantara Keluarga Darmanto dan Keluarga Bara akan menjadi semakin besar, meskipun Keluarga Darmanto memiliki seorang kultivator seperti Aron di belakang, tapi Aron terlalu muda, siapa yang tahu berapa waktu yang dia butuhkan untuk bisa menguasai latihannya!


“Tuan Basri, ada apa?”


Oyong melihat Basri bangkit berdiri dan tatapan matanya seketika bersinar.


“Saya menginginkan Pa Kua ini, saya akan menawar 3,1 triliun!”


Basri langsung berkata pada Oyong!


Pada saat ini Basri juga tidak peduli Aron setuju atau tidak, dia harus mendapatkan Pak Kua ini!


Oyong tersenyum dan menatap Boyca : “Bos Boyca, Tuan Basri sudah menawar, apa kamu masih akan menambah?”


Raut wajah Boyca menjadi jelek, dan menatap Basri dengan erat!

__ADS_1


“Saya menawar 3,2 triliun!”


Basri menggertakkan giginya dan berteriak!


“3,3 triliun!”


Sebelum Boyca selesai bicara, Basri kembali menaikkan harga!


Melihat Basri bersikeras melawan Boyca, Oyong tersenyum sumringah, kali ini dia bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan lagi!


Orang-orang lain juga menganggapnya sebagai lelucon, tidak peduli bagaimana pertarungan Keluarga Darmanto dan Keluarga Bara akan berakhir, yang diuntungkan tetap memerek!


Hanya ada begitu banyak sumber daya di Kota Dama, bertambah satu keluarga konglomerat artinya bertambah seorang pesaing, kalau dua keluarga itu bertarung hidup atau mati, maka itu akan mendatangkan kesempatan bagi keluarga konglomerat lainnya!


“Tuan Basri, apa kamu berencana bersikeras melawan Keluarga Bara?”


“Boyca, siapa yang membayar paling tinggi akan mendapatkannya, kenapa kamu mengatakan saya bersikeras melawan Keluarga Bara? Kalau Keluarga Bara tidak sanggup menaikkan harga, maka berikan Pa Kuanya kepada saya…”


Basri tersenyum ringan!


“Bermimpilah…”


Boyca menggertakkan giginya : “Saya menawar 4 triliun!”


“5 triliun….”


Basri berkata tanpa buru-buru, seolah 5 triliun hanyalah sepotong kue bagi Keluarga Darmanto!


Walaupun mereka adalah konglomerat di Kota Dama, tapi untuk mengeluarkan 5 triliun bukanlah hal yang mudah, dan karena tidak diperbolehkan berhutang, maka mereka harus mengumpulkan 5 triliun dalam waktu yang singkat, dan tidak banyak keluarga yang bisa melakukan hingga tahap seperti ini!

__ADS_1


“Sepertinya Keluarga Darmanto benar-benar tidak berdasar ya, 5 triliun bisa dikeluarkan begitu saja!”


“Saya dengar Keluarga Darmanto menghasilkan banyak uang dalam bisnis pengobatan!”


“Aduh, sepertinya kita harus bekerja lebih keras lagi, kalau tidak kita akan ditinggalkan oleh Keluarga Darmanto!”


​…………….


Semua orang kaya yang ada di sana sedang berdiskusi, bisa mengeluarkan 5 triliun dalam waktu singkat benar-benar sangat hebat!


​Mata Boyca berkedut dia tidak menyangka Basri akan begitu kejam, dan langsung menawar 5 triliun!


Meskipun Keluarga Bara juga dapat mengumpulkan 5 triliun tapi ini jumlah yang sangat besar, Boyca sedikit takut untuk mengambil keputusan karena sekarang posisi kepala keluarga masih milik kakaknya, dia hanya mewakilinya saja!


“Bos Boyca, kalau kamu tidak mau menambah lagi maka Pa Kua ini akan saya serahkan kepada Bos Basri!”


Oyong melihat raut wajah Boyca yang menjadi jelek dan tidak berbicara, bertanya padanya!


“Tambah!” wajah Boyca memerah dan menggertakkan giginya dengan erat : “6 triliun!”


Dan saat Boyca selesai bicara, raut wajah Basri yang tenang menjadi sangat jelek!


5 triliun sebenarnya adalah batasan untuk dirinya, tadi dia menunjukkan raut wajah tenang karena dia ingin Boyca mengira kalau Keluarga Darmanto masih memiliki kekuatan dan tidak berani menambah lagi, siapa sangka Boyca kembali menaikkan 1 triliun!


Kalau Basri menambah lagi, sepertinya akan sulit mengumpulkan uang sebanyak itu dalam sekejap, dan Oyong juga tidak mengizinkan hutang!


Melihat ekspresi Basri yang serba salah, Boyca tersenyum : “Saya kira Keluarga Darmanto masih punya kekuatan, sepertinya hanya berpura-pura ya, kalau hebat kamu tambah lagi!”


__ADS_1


__ADS_2