
“Baik!” Eddyt menjawab dengan lantang, namun tidak lama kemudian wajahnya sedikit serba salah : “Pemimpin, saya takut walaupun anggota Detasemen Perlindungan Hukum bisa menemukan orang dari Desa Poison itu, kami tidak akan bisa menangkap mereka…
Anggota Eddyt di Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama hanyalah ahli bela diri biasa, kalau mereka benar-benar bertemu dengan seseorang yang memiliki status tinggi di Desa Poison mereka bukanlah lawannya, sepertinya pihak lawan cukup melemparkan beberapa ulat beracun kepada mereka dan mereka pasti akan terluka.
Hendy yang mendengarnya juga mengernyitkan keningnya dengan erat, dan akhirnya dia mengarahkan pandangannya pada Aron dan Febri.
Febri melihat Hendy menatap dirinya bergegas berkata : “Pemimpin Hendy, Ketua Eddyt, saya masih ada urusan mendadak di rumah, kami pamit dulu, kami masih harus naik pesawat dan terbang kembali ke Futuwa…”
Febri takut kalau Hendy akan menahannya, dan kalau benar-benar menahannya, maka Febri juga tidak bisa menolak, kalau memintanya menghadapi orang-orang dari Desa Poison, Febri juga takut, jadi dia bergegas pergi.
Setelah Febri mengatakan itu, Hendy juga tidak mengatakan apapun lagi, dan hanya mengangguk.
Febri yang melihat itu bergegas membawa Oyong berjalan keluar, Eddyt mendengus dingin sambil menatap punggung kedua orang itu : “Dasar pengecut, para penipu ini selalu punya cara curang, masih berani mengatakan dirinya adalah ahli sihir nomor satu di Futuwa, cuih….”
__ADS_1
“Tidak masalah, dari tadi kamu juga mengatakan kalau Febri itu adalah pembohong, sebenarnya ada apa?”
Hendy juga bertanya dengan heran.
Karena tadi dia sangat ingin menyembuhkan putranya, jadi Hendy tidak memperdulikan Eddyt yang memanggil Febri dengan sebutan pembohong besar, sekarang Febri masih mengatakan hal yang sama dan dia bertanya dengan penasaran.
Eddyt juga tidak merahasiakannya dan menceritakan kembali kejadian yang terjadi di pelelangan secara detail, dan setelah mendengarnya Hendy merasa tidak percaya dan dia tidak menyangka Febri dan Oyong berani datang ke Kota Dama untuk memenip
Hanya saja saat dia memikirkan dia yang bersikap begitu sopan dan penuh hormat pada Febri, dan bahkan mengundangnya ke rumah, seketika raut wajahnya berubah menjadi jelek.
Aron angkat bicara.
Dia harus bergegas dan kembali berkultivasi, hari ke lima belas bulan ke tujuh semakin lama semakin dekat, Aron harus berkultivasi dengan rajin, apalagi sebelum meninggal Jon meramal Aron dan membuatnya tidak tahu apakah yang menunggunya di hari ke lima belas bulan ke tujuh nanti adalah bencana atau keberuntungan.
__ADS_1
Melihat Aron hendak pergi, raut wajah Hendy menjadi gelisah, dan bergegas mengedipkan matanya pada Eddyt.
Eddyt berkata dengan tulus pada Aron : “Tuan Aron, tadi kamu juga sudah melihat, orang dari Desa Poison sudah datang ke Kota Dama dan bertindak pada putranya Pemimpin Hendy, kalau tidak segera menemukan mereka saya khawatir mereka akan melakukan hal seperti ini lagi, tapi kalau mengandalkan kekuatan dari Detasemen Perlindungan Hukum, sepertinya akan sulit untuk menemukan mereka, saya berharap Tuan Aron bisa tinggal beberapa hari di Kota Dama dan membantu kami menemukan orang dari Desa Poison….”
Hanya saja saat dia memikirkan dia yang bersikap begitu sopan dan penuh hormat pada Febri, dan bahkan mengundangnya ke rumah, seketika raut wajahnya berubah menjadi jelek.
“Ketua Detasemen Eddyt, Pemimpin Hendy, karena masalahnya sudah terselesaikan, saya juga sudah harus pulang, hari ini saya harus kembali ke Kota Saur….”
Aron angkat bicara.
Dia harus bergegas dan kembali berkultivasi, hari ke lima belas bulan ke tujuh semakin lama semakin dekat, Aron harus berkultivasi dengan rajin, apalagi sebelum meninggal Jon meramal Aron dan membuatnya tidak tahu apakah yang menunggunya di hari ke lima belas bulan purnam nanti adalah bencana atau keberuntungan.
Melihat Aron hendak pergi, raut wajah Hendy menjadi gelisah, dan bergegas mengedipkan matanya pada Eddyt.
__ADS_1
Eddyt berkata dengan tulus pada Aron : “Tuan Aron, tadi kamu juga sudah melihat, orang dari Desa Poison sudah datang ke Kota Dama dan bertindak pada putranya Pemimpin Hendy, kalau tidak segera menemukan mereka saya khawatir mereka akan melakukan hal seperti ini lagi, tapi kalau mengandalkan kekuatan dari Detasemen Perlindungan Hukum, sepertinya akan sulit untuk menemukan mereka, saya berharap Tuan Aron bisa tinggal beberapa hari di Kota Dama dan membantu kami menemukan orang dari Desa Poison….”