
“Lina, apa…apa yang terjadi di sini? Apakah kita sedang bermimpi?”
Nuri bertanya dengan kaget.
“Saya…saya juga tidak tahu, seharusnya bukan mimpi? Terasa sangat nyata…”
Lina juga tampak bingung, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi.
“Energi spiritual yang ada di sini sangat kuat, pori-poriku tanpa sadar langsung terbuka!”
Nuri merasakan energi spiritual yang kaya di sekelilingnya dan berkata dengan bersemangat.
“Saya juga dapat merasakannya!” Lina juga berkata dengan takjub.
“Ini bukan mimpi, ini di dalam lukisan, lukisan ini dipenuhi dengan energi spiritual, kedepannya kita bisa berkultivasi di dalam lukisan ini…”
Saat ini, suara Aron terdengar dari balik kedua orang ini.
“Aron, sebenarnya apa yang sedang terjadi?”
Nuri bergegas bertanya pada Aron.
“Saya juga tidak tahu, saya menemukan lukisan ini di dalam makam kuno, saat itu saya tersedot ke dalam lukisan dan baru mengetahui ada dunia lain di dalam lukisan ini.”
Aron juga tidak yakin tentang asal usul Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil.
“Bagus sekali, kalau begitu ayo kita mulai berlatih, saya belum pernah menemukan energi spiritual yang begitu kaya sebelumnya!”
__ADS_1
Lina sudah tidak sabar dan langsung duduk bersila.
Udara dingin di Kutub Utara sama sekali tidak ada apa-apanya bagi mereka.
…
Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama!
Wiwanto yang tidak menemukan Aron mengamuk dan menghancurkan barang-barang dengan marah.
Sebagai Ketua Dewan Aliansi, dia dipukuli oleh Aron di hadapan begitu banyak keluarga dan klan bela diri, bahkan dihina oleh Aron, ini benar-benar sangat memalukan dan Wiwanto tidak bisa menahan diri!
“Wiwanto, kenapa kamu begitu marah? Apakah pelatihan kali ini berjalan buruk?”
Ketua Aliansi Seni Bela Diri, Arthur berjalan menghampiri dan bertanya.
Melihat Arthur datang, Wiwanto segera menahan amarahnya dan berkata : “Ketua Aliansi, Aron benar-benar bernyali besar, berani mengambil harta karun untuk dirinya sendiri bahkan memukulku…”
Bagaimanapun Wiwanto sudah mencapai ranah Great Grand Master puncak, bagaimana mungkin Aron bisa memukul Wiwanto?
“Ketua Aliansi, begini kejadiannya…”
Wiwanto menceritakan apa yang terjadi di makam kuno dengan lengkap kepada Arthur, saat Arthur mendengar kalau Aron mendapatkan Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil, sepasang matanya penuh keterkejutan.
“Wiwanto, katakan dengan jelas, apakah lukisan itu benar-benar Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil?”
Arthur bertanya dengan penuh semangat.
__ADS_1
“Benar, saya sudah membuka dan melihatnya, lukisan itu sangat aneh menurut August, setelah beberapa waktu, pemandangan di dalam lukisan itu akan berubah dengan sendirinya…”
Wiwanto mengganggu, dia tidak mengerti kenapa Arthur begitu bersemangat.
“Hahaha, hahaha…”
Arthur tertawa kegirangan : “Sudah tidak salah lagi, pasti Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil, tidak disangka harta karun seperti itu ada di Kota Dama kita!”
“Ketua Aliansi, sebenarnya harta karun seperti apa lukisan itu, saat itu saya tidak menyadari ada yang istimewa dari lukisan itu!”
Wiwanto bertanya dengan heran.
“Kamu tidak perlu bertanya, dijelaskan juga kamu tidak mengerti!” Arthur mengibaskan tangannya : “Lalu, mengenai Aron yang memukulmu, kamu harus bersabar dulu, jangan sampai gegabah dan membunuh Aron!”
“Ketua Aliansi, Aron memukulku di hadapan begitu banyak keluarga dan klan bela diri, mempermalukanku, jika saya tidak membunuhnya bagaimana saya bisa menghilangkan kebencian di dalam hatiku?”
Wiwanto berkata dengan tatapan penuh kemarahan, dia tidak akan bisa meredam kemarahannya kalau tidak membunuh Aron.
“Apa kamu sudah lupa pada perkataan Tuan Gino?” raut wajah Arthur menjadi dingin.
“Saya tidak lupa, pada waktunya saya akan diam-diam membunuh Aron, apakah Tuan Gino akan tahu siapa yang melakukannya?”
Kilatan dingin terlintas di mata Wiwanto, sepertinya dia sudah mempunyai rencana.
“Coba saja kamu lihat ini!” Arthur menyerahkan sebuah dokumen kepada Wiwanto.
__ADS_1
Wiwanto menerimanya lalu membacanya, dan raut wajahnya seketika berubah menjadi sangat jelek.