
Mendengar perkataan Master Rahman, Basri menjadi sangat gembira dan bersiap membuka harga untuk mendapatkan cermin perunggu ini!
Sedangkan lelaki tua di samping Boyca juga sedang berbisik di telinga Boyca, entah apa yang dikatakan olehnya tapi Boyca yang mendengarnya seketika menjadi sangat senang!
Melihat ekspresi semua orang membuat Oyong tersenyum : “Hadirin, harga minimal untuk cermin perunggu ini adalah 20 miliar, dan setiap penawaran minimal 1 miliar…”
“Saya menawar 20 miliar….”
Setelah Oyong selesai bicara, Basri langsung berteriak dengan tidak sabar!
“20 miliar 100 juta….”
“20 miliar 200 juta…”
Dan mulai ada beberapa orang yang bersaing untuk menawar dan persaingannya menjadi sangat ketat!
“30 miliar…..”
Boyca tiba-tiba berteriak dan menawar 30 miliar.
“40 miliar…..” Basri juga langsung menaikkan harga sebesar 10 miliar, sepertinya dia harus mendapatkan cermin itu!
“Tuan Basri, cermin perunggu itu tidak memiliki kemampuan untuk menghindari bencana, itu hanya barang antik biasa, dan cermin perunggu ini menyimpan banyak hawa kebencian di dalamnya, kalau kamu meletakkannya di kamar, itu akan mempengaruhi tidurmu!”
Aron berbisik dan membujuk Basri!
“Tuan Aron juga mengerti senjata ajaib?” Basri tercengang!
__ADS_1
“Sedikit!” Aron berkata dengan ringan.
“Hm, masih begitu muda juga sudah berani berbicara, apa kamu tahu kalau ilmu sihir tidak akan bisa dikuasai tanpa latihan selama beberapa dekade, dan untuk mengidentifikasi senjata ajaib membutuhkan pengalaman yang sangat tinggi, hanya seorang bocah sepertimu juga berani mengatakan kamu mengerti?”
Master Rahman menjadi marah dan menegur Aron dengan suara dingin!
Perkataan Aron sama saja mengatakan kalau yang dikatakan olehnya tadi salah, bagaimana mungkin Master Rahman tidak marah, apalagi Aron hanya seorang pemuda berusia dua puluh tahunan, dan membuat Master Rahman merasa lebih terhina!
“Master Rahman, jangan marah, Tuan Aron hanya berbicara asal!” Basri bergegas menjelaskan, dia takut Master Rahman marah dan kalau sampai dia pergi, maka situasi akan kacau.
“Sejak kapan usia bisa dijadikan sebagai tolak ukur apakah seseorang memahami sesuatu atau tidak? Kamu baru berhasil setelah berlatih beberapa dekade itu tandanya kamu bodoh, bukan berarti orang lain tidak bisa!”
Aron berkata dengan dingin.
“Bocah, apa katamu….”
Master Rahman menjadi marah dan memukul meja!
“Master Rahman, jangan marah, jangan marah….”
Basri bergegas bangkit dan membujuk Master Rahman.
“Kepala keluarga Keluarga Darmanto, dari mana bocah ini berasal sampai begitu berlagak, sekarang juga kamu usir dia dari sini, atau saya akan pergi, hari ini kalau ada dia, tidak akan ada saya, dan kalau ada saya tidak boleh ada dia…”
Master Rahman berteriak marah pada Basri!
Kali ini Basri tercengang, dan raut wajahnya menjadi sangat muram.
__ADS_1
Dua orang ini tidak bisa dia singgung, siapa pun tidak boleh pergi, tapi sekarang perkataan Master Rahman membuatnya sangat serba salah!
“Master Rahman, sepertinya Keluarga Darmanto tidak menganggap serius dirimu, hanya demi seorang bocah ingusan malah berani mempertanyakan maksud Master Rahman, kalau Master Rahman tidak keberatan, Anda bisa bergabung dengan Keluarga Bara, berapa harga yang dibayar oleh Keluarga Darmanto, Keluarga Bara juga bisa membayarnya!”
Saat ini Boyca mulai mengipasi api!
Setelah Boyca mengatakan ini, Master Rahman menjadi semakin marah lagi dan menatap Basri dengan marah : “Kepala Keluarga Darmanto, kamu berencana menyinggungku hanya demi bocah ingusan ini?”
Saat ini raut wajah Basri jauh lebih jelek daripada saat sedang menangis, dia diam-diam menatap Aron, dan menemukan Aron duduk dengan tenang seolah tidak terjadi apapun!
“Master Rahman, Tuan Aron adalah tamu kehormatan Keluarga Darmanto, oleh karena itu….”
“Hm, kalau begitu saya pergi…..”
Tanpa menunggu Basri menyelesaikan perkataannya, Master Rahman mendengus dan berjalan keluar sambil mengibaskan lengan bajunya!
“Master Rahman, tunggu sebentar….”
Boyca yang melihat adegan ini bergegas menghentikan Master Rahman : “Master Rahman, Keluarga Darmanto tidak punya mata, tapi Keluarga Bara selalu mengagumi Master Rahman, bila Master Rahman tidak keberatan, hari ini bisa menjadi master untuk membantu Keluarga Bara….”
Master Rahman melirik Basri dan Aron, lalu akhirnya mengangguk : “Baik, karena Bos Boyca menghargaiku, maka hari ini saya akan membantu Bos Boyca untuk mengidentifikasi dengan baik….”
Master Rahman duduk di samping Boyca, dan lelaki tua yang ada di samping Boyca diusir oleh Boyca!
Basri yang melihat itu hanya bisa duduk kembali dengan canggung dan menatap Aron.
“Tuan Basri, hari ini kamu sudah membuat pilihan yang bijak, kamu tidak akan menyesalinya….”
__ADS_1
Aron berkata dengan ringan.
“Kedepannya, Keluarga Darmanto akan mengandalkan Tuan Aron!” Basri berkata dengan suara rendah!