
Di dalam Lembah Iblis!
Setelah Gera pergi, Amon memperkuat pertahanan Lembah Iblis.
“Adik ketiga, kamu kirikan orang untuk menjaga di belakang, tempat di mana Tuan Aron berkultivasi.”
“Jangan biarkan satu orang pun mendekat atau mengganggu!”
“Kamu pimpin mereka dan berjaga di sana, tidak peduli apa pun yang terjadi di depan, kamu tidak boleh bergerak!”
Amon berkata kepada Salomo.
Salomo mengangguk lalu membawa beberapa anggota Lembah Iblis yang kekuatannya paling kuat untuk berjaga di sekeliling Menara Setan.
Pada saat ini, Aron sedang duduk bersila di dalam Menara Setan.
Energi spiritual yang ada di sekelilingnya membentuk pusaran kecil di sekitar tubuh Aron.
Seni Konsentrasi Jiwa berpacu, dan Dantian Aron menyerap energi spiritual itu dengan lahap.
Dalam sekejap mata, tiga hari sudah berlalu.
Gera sudah tiba di Kota Dawa.
Hanya saja, dia tidak tahu kapan kakaknya akan keluar dari pengasingan.
Kalau menunggu kakaknya keluar baru pergi ke Lembah Iblis untuk meminta orang, maka sepertinya Aron sudah akan kabur tanpa jejak.
“Kepala pelayan, kirimkan pesan ke semua keluarga dan klan bela diri di Kota Dawa yang memiliki kerja sama dengan Keluarga Galah!”
“Saya akan menyatukan semua orang ini dan meratakan Lembah Iblis, saya tidak percaya mereka tetap tidak akan menyerahkan orang!”
Gera berkata dengan raut wajah muram.
__ADS_1
“Tuan kedua, bagaimana kalau kita menunggu Tuan besar keluar lalu bicarakan lagi?”
Kepala pelayan mengingatkan dengan hati-hati.
“Sialan, saya menyuruhmu pergi, ya pergi saja, kamu tidak mau mendengarkan perintahku?”
Gera berteriak marah kepada kepala pelayan.
Kepala pelayan yang melihat hal itu segera pergi untuk menyampaikan pesan.
Hanya dalam satu hari, hampir semua klan dan keluarga bela diri di Kota Dawa berkumpul di kediaman Keluarga Galah.
Bagaimana pun Keluarga Galah adalah keluarga terbesar di Kota Dawa, tidak ada yang berani memprovokasi mereka.
Terlebih lagi, Kepala keluarga Keluarga Galah, Tris adalah seorang penggemar bela diri, yang hanya berlatih dan berlatih.
Kekuatannya sudah tidak bisa diketahui lagi.
Gera duduk di kursi utama, menatap belasan perwakilan dan kepala keluarga dari klan serta keluarga bela diri dengan senang.
Gera berkata kepada kumpulan orang itu.
“Tuan kedua Keluarga Galah, ada masalah apa katakan saja, jika kami dapat membantu kami pasti akan membantu!”
Salah seorang pria tua dengan setelan latihan berwarna putih angkat bicara.
“Benar, masalah Keluarga Galah adalah masalah kami, kalau bukan karena Keluarga Galah berdiri di garis depan entah berapa banyak orang yang akan mengincar Kota Dawa ini.”
“Benar, komunitas bela diri di Kota Dawa harus bersatu, Tuan Kedua Keluarga Galah cukup berpesan dan kami akan melakukan apa pun yang kami bisa!”
Kerumunan orang itu mulai menyanjung Keluarga Galah.
Ini membuat Gera menjadi tersanjung dalam sekejap, raut wajahnya dipenuhi dengan kepuasan.
__ADS_1
“Karena kalian semua begitu menganggap Keluarga Galah, maka saya juga tidak akan bertele-tele lagi.”
Gera menyeruput secangkir teh lalu berkata : “Tanpa menyembunyikannya dari kalian, beberapa hari yang lalu keponakanku dibunuh secara diam-diam dan sekarang mayatnya diantar pulang oleh orang lain.”
Setelah Gera menyelesaikan kalimatnya, semua orang yang ada di sana menarik nafas panjang.
Ada orang yang berani membunuh Tuan Muda Keluarga Galah?
Itu sama saja dengan tidak ingin hidup lagi.
“Tuan Kedua, siapa sebenarnya yang membunuh Rein? Itu sama saja dengan cari mati…”
Seorang ketua klan bertanya kepada Gera.
“Dia adalah Aron!” Gera berkata.
“Aron?”
Banyak orang yang terlihat bingung dan tidak tahu siapa itu Aron.
Namun beberapa orang yang mendengar nama Aron seketika terkejut.
“Saya tahu Aron, belakangan ini dia cukup terkenal.”
“Tidak hanya mengalahkan August, dia bahkan membunuh Wiwanto dan beberapa waktu lalu dia membunuh Ketua Klan Kehancuran Surgawi , Zaru.”
“Tidak disangka, Aron ini juga berani membunuh Tuan Muda Rein.”
Orang yang berbicara meskipun hanya berusia tiga puluh tahunan, dan terlihat sangat muda tapi sudah menjadi seorang ketua klan di Kota Dawa.
Mendengar ini, semua orang baru tahu kalau Aron ternyata begitu hebat, tidak hanya menyinggung Keluarga King, bahkan juga menyinggung Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama.
Sekarang bahkan keluarga terbesar di Kota Dawa juga menjadi musuh bebuyutan Aron!
__ADS_1