Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Memprovokasi Musuh


__ADS_3

Melihat Hendy dan Eddyt yang terdiam Dika menjadi semakin bangga, dan Boyca juga bergegas berkata dengan arogan : “Kalau kalian sekarang bersujud kepada kakakku, dan tunduk pada Keluarga Bara mungkin saja kakakku akan mengampuni kebodohan kalian, nanti setelah Aron mati, saya mau lihat kalian para pion ini mau mencari siapa yang bisa diandalkan….”


Raut wajah Hendy dan Eddyt menjadi sangat jelek, mereka menatap Boyca dengan ganas meski mereka sangat kesal tapi mereka tidak mengatakan apapun.


Saat ini mereka hanya berharap Aron bisa memenangkan pertarungan dengan Dika, selama Aron menang maka Keluarga Bara tidak akan menjadi ancaman dan status Keluarga Bara di Kota Dama akan anjlok…..


“Kalau kalian Keluarga Bara hanya tahu cara beradu mulut, saya rasa pertarungan ini sudah tidak diperlukan lagi, karena saya tidak suka bertarung melawan orang yang penuh dengan omong kosong….”


Aron berkata sambil melirik saudara dari Keluarga Bara itu dengan dingin.


“Aron, dasar bajingan……”


Boyca marah dan ingin menerjang ke arah Aron, saat ini Dika memimpin jadi dia tidaknperlu takut lagi pada Dave.


“Boyca….”


​ll

__ADS_1


Dika berteriak dingin dan Boyca langsung berhenti.


“Bocah, masih ada satu jam sebelum tengah hari, hidupmu tinggal satu jam lagi, kalau ada kata-kata terakhir yang perlu disampaikan segera sampaikan, setelah berada di atas ring, kamu tidak akan punya kesempatan untuk hidup lagi….”


Dika melirik Aron dan setelah berkata dia kembali bersandar di kursi malasnya dan beristirahat dengan mata yang sedikit terpejam.


Aron juga mencari tempat duduk dan menunggu waktu dengan tenang.


……


​Saat ini, banyak orang yang sudah memenuhi stadion, mereka semua adalah orang-orang dari dunia seni bela diri, dan tahapan paling rendah adalah master, di antara mereka terlihat Alfat dari Lembah Pengobatan dan juga Danu.


“Saya dengar Aron hanya berusia dua puluhan tahun, kenapa masih muda tapi sudah berani menerima tantangan Dika?”


“Benar, bukankah ini pertarungan antara telur melawan batu? Saya rasa pertarungan ini hanya akan berlangsung paling lama satu menit, dan mungkin Aron itu tidak akan bisa bertahan sampai satu menit…..”


“Bagaimana mungkin, yang saya dengar kekuatan Aron itu juga tidak lemah, setidaknya dia sudah berada di atas Grand Master tingkat lima, seorang pemuda seperti itu bisa mencapai ranah grand master, bukankah itu jenius….”

__ADS_1


“Apa gunanya jenius? Sebentar lagi dia akan mati di atas ring….”


Semua orang merasa kasihan, meskipun mereka belum pernah bertemu dengan Aron, tapi bisa menjadi seorang jenius di dunia seni bela diri bisa dibilang tidak mudah.


Dan pada saat matahari bersinar tinggi di langit, teriknya matahari saja sudah membuat semua orang berkeringat, tapi tidak ada orang yang pergi karena sebentar lagi pertarungan akan segera dimulai.


Alfat dan Elder duduk di baris pertama yang paling dekat dengan ring, dan menunggu pertarungan dimulai dengan tenang.


“Tetua, apakah menurutmu Aron bisa mengalahkan Dika? Kalau dia bahkan tidak bisa menahan satu serangan pun dan mati di tangan Dika bukankah pil itu akan terbuang sia-sia, kita juga tidak tahu dimana dia meletakkannya.


Elder bertanya pada Alfat dengan suara pelan.


“Tenang saja, Aron tidak mungkin kalah secepat itu, tetapi dia tidak memiliki peluang untuk menang sama sekali, di saat kritis saya mungkin akan turun tangan menyelamatkannya….”


Kata Alfat.


“Tetua, kalau begitu maka kita akan menyinggung Keluarga Bara, dan pada saatnya kalau Aron tidak memberikan pil itu kepada kita, bukankah kita akan rugi besar? Semalam seharusnya kita langsung merebutnya saja, lagipula tidak ada orang yang melihatnya, selesaikan saja apa yang dimulai…”

__ADS_1


Elder berkata dengan wajah galak.


Alfat menoleh dan memelototi Elder, dan membuatnya tidak berani bicara lagi.


__ADS_2