Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Naik 1 Tingkat


__ADS_3

Di dalam makam manusia abadi!


Tiga hari telah berlalu, Kenari menatap Aron dengan tidak berdaya, dia menyadari dia sama sekali tidak dapat berkultivasi saat dia sedang bersama dengan Aron.


Sekujur tubuh Aron seperti mesin pengisap tenaga yang besar, menyerap seluruh energi spiritual ke dalam tubuhnya.


Baru tiga hari berlalu dan Rumput Hijau Daun sudah layu bahkan tanah spiritual di atasnya telah berubah menjadi berwarna hitam coklat, tidak menyisakan sedikit pun energi spiritual lagi!


Kenari awalnya mengira hal ini setidaknya akan memakan waktu satu bulan, sekarang baru tiga haru berlalu, energi spiritual yang ada di dalam Rumput Hijau Daun dan tanah spiritual sudah habis diserap oleh Aron!


Saat itu Kenari akhirnya memahami mengapa Aron yang masih begitu muda sudah bisa memiliki kekuatan seperti ini.


Teknik kultivasi Aron memang terlalu di luar nalar.


Pada saat ini Aron perlahan-lahan membuka matanya dan melihat Rumput Hijau Daun yang sudah layu lalu menghela nafas panjang.


Sebuah Rumput Hijau Daun di atas sepetak tanah spiritual secara mengejutkan telah membuat Aron naik satu tingkatan di ranah Master Guru, dan sekarang Aron telah menjadi Master Guru tingkat dua.


“Guru Kenari, sudah berapa lama waktu yang berlalu?”


Aron melihat Kenari yang menatapnya dengan erat, bertanya padanya.


“Tiga hari…”


Kenari menjawab dengan tidak senang.

__ADS_1


“Tiga hari?” Aron tidak menyangka energi spiritual di dalam Rumput Hijau Daun ini sudah habis : “Bukankah kamu mengatakan paling tidak membutuhkan satu bulan?”


“Jika kultivator abadi biasa, memang membutuhkan waktu satu bulan, tapi teknik kultivasi apa yang kamu pelajari? Benar-benar di luar nalar sekali bukan?”


“Seperti mesin pompa yang menyerap habis seluruh energi spiritual ke dalam tubuhmu, saya sama sekali tidak mendapatkan sedikit pun…”


Kenari berteriak pada Aron.


Aron yang mendengarnya seketika merasa sangat malu.


“Maaf, saya juga tidak terlalu memikirkannya, nanti setelah keluar saya akan memberi beberapa bahan obat padamu, sebagai kompensasi…”


Aron tersenyum dengan canggung.


“Tidak perlu menunggu sampai keluar, nanti jika bertemu dengan harta karun, saya ingin bagianku lebih banyak…”


“Masih ada harta karun?”


Aron terkejut : “Lantas Rumput Hijau Daun ini tidak termasuk harta karun? Bukankah ini sebuah makam palsu? Apakah masih ada harta karun?”


Dave mengira, Rumput Hijau Daun ini termasuk harta karun, dan sudah tidak ada barang lainnya di dalam makam ini.


“Walaupun ini sebuah makam palsu, tidak mungkin hanya ada sebuah Rumput Hijau Daun yang kecil seperti ini, kamu benar-benar terlalu meremehkan manusia abadi!”


Kenari berkata dan segera melompat ke arah pinggiran perairan.

__ADS_1


Aron seketika mengikuti dari belakang dan merasa sangat senang dalam hatinya.


Tidak disangka di dalam makam palsu juga ada harta karun.


“Pola tujuh bintang menelan matahari ini, selain tujuh bintang masih tidak cukup, yang paling penting dan tidak diragukan lagi tentu saja adalah “menelan matahari” yang ada di akhirnya”.


“Makam ini bukan makam asli, ini hanyalah salah satu dari tujuh makam palsu.”


​“Tapi yang ada di dalamnya juga bukan hanya sebuah Rumput Hijau Daun, di pola makam terakhir itulah tempat di mana harta karun yang paling besar berada!”


Kenari menjelaskan kepada Aron.


Sebuah rumput spiritual seperti Rumput Hijau Daun, tidak termasuk apa-apa di dalam makam palsu ini, jika benar-benar menemukan makam asli bukankah harta karun yang ada di dalamnya akan lebih luar biasa?


Aron memikirkan hal ini dan sudah sangat bersemangat, jika ada kesempatan dia pasti akan mencari sebuah makam asli.


Namun untuk mencari makam asli, sepertinya akan sangat sulit.


Namun, meskipun ini adalah makam palsu, pola terakhir yaitu menelan matahari membuat Aron semakin menantikannya.


Kenari membawa Aron berjalan melewati salah satu makam, makam itu sangat besar bahkan Kenari yang sudah banyak melihat hal seperti ini juga merasa sangat kaget.


Kenari telah banyak menjelajahi makam namun dia belum pernah melihat gundukan makam sebesar ini.


Sepanjang perjalanan, Kenari mengabaikan tempat lainnya dan bahkan tidak meliriknya, seolah-olah dia memiliki tujuan yang jelas, dan langsung berjalan menuju tempat berikutnya, ini membuat Aron sedikit bingung.

__ADS_1


Lantas Kenari tahu di mana tempat pola terakhir, menelan matahari berada?



__ADS_2