Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Anak Adopsi


__ADS_3

Aron tampak sedikit canggung setelah mendengar ucapan Elen, itu adalah pertanyaan konyol bagi mereka tapi Aron memang tidak tahu.


“Saya mengerti perasaanmu, kamu sangat ingin mengetahui tentang hal ini, dan tidak lama lagi kamu akan segera mengerti semua pertanyaan yang kamu ajukan ini, dan mengenai siapa dia, harus diceritakan dari beberapa tahun lalu….”


Danu menunjuk Elen dan mulai menceritakannya perlahan pada Aron.


Aron bisa melihat sorot mata Danu bahwa dia memperlakukan Elen seperti anaknya sendiri.


Dan setelah mendengar cerita Danu, Aron baru mengetahui kalau Elen adalah seorang anak yatim piatu yang diadopsi oleh Danu, setelah beranjak dewasa Danu baru menyadari kalau Elen terlahir dengan tubuh yang menawan dan mampu menggunakan pesonanya dan mengendalikan pikiran orang lain.


Meskipun Elen juga seorang kultivator, tapi selain mantra pesona dia tidak mengetahui mantra lainnya, dan bahkan dia tidak bisa mengumpulkan energinya, artinya jika Elen tidak menggunakan mantra pesonanya, ahli bela diri mana pun bisa menghadapinya.


Dan disaat itulah Aron baru tahu kalau tadi saat Chris menghentikan Elen, kepanikan di mata Elen itu bukan kepura-puraan, tapi dia benar-benar panik


Dan saat memikirkan hal ini Aron merasa sedikit tidak enak hati.


“Apakah kamu merasa kalau kultivator harus bisa mengalahkan ahli beladiri, ahli sihir dan jauh lebih hebat dibandingkan dengan mereka?”

__ADS_1


Danu bertanya pada Aron.


Aron mengangguk, menurutnya kultivator pasti lebih kuat dibandingkan dengan ahli bela diri dan ahli sihir.


Danu tersenyum tipis : “Sebenarnya kultivator tidak ada bedanya dengan ahli bela diri dan ahli sihir, yang berbeda hanyalah tahapannya, sekarang kamu adalah kultivator, tapi kalau bertemu dengan seorang master seni bela diri, dan dia bisa membunuhmu dengan satu jarinya, maka siapa yang lebih hebat menurutmu, apakah kultivator atau ahli bela diri? Hanya saja, tahapan yang bisa dicapai oleh kultivator lebih tinggi, dan di puncak dunia kultivator adalah menjadi makhluk abadi, ini adalah mimpi dari setiap kultivator….”


Saat membahas tentang kata “abadi” mata Danu penuh dengan eksternalitas dan kekaguman yang tak berujung!


Sepertinya, Danu juga ingin menjadi seorang makhluk abadi.


“Makhluk abadi….” Aron bergumam pada dirinya sendiri, meskipun dia berlatih dengan sekuat tenaga, tapi dia tidak pernah membayangkan dirinya bisa menjadi makhluk abadi.


Dan tidak pernah memiliki pemikiran tentang menjadi makhluk abadi, dia bahkan tidak tahu kalau berkultivasi bisa menjadikannya makhluk abadi.


“Jangan banyak pikiran, saat ini kamu harus memusatkan konsentrasimu pada kultivasi, namun kamu bisa mencapai tahap Inedia dalam waktu sesingkat ini benar-benar diluar dugaanku….”


Danu menatap Aron dengan puas, lalu tiba-tiba meninju perut Aron.

__ADS_1


Aron lengah dan tubuhnya seketika terbang dan terhempas membanting pohon besar, hantaman yang dahsyat itu langsung merobohkan pohon besar itu.


Aron yang dipukuli oleh Danu tidak mengerti kenapa Danu yang sedang bicara baik-baik tiba-tiba memukulinya begitu saja?


Setelah mengusap perutnya, Aron berjalan kembali dan pukulan Danu tadi tidak menyebabkan cedera pada Aron, saat ini tubuh Aron sudah diolah hingga tingkat yang mengerikan.


Elen yang berada di samping juga tercengang saat melihat Danu memukuli Aron, dan dia tidak tahu apa yang terjadi.


​“Lumayan, tubuhmu saat ini baru sepadan dengan kekuatanmu sekarang, tidak sia-sia saya memberikan sebutir Pil Pengolahan Tubuh padamu…”


Danu melihat Aron yang berjalan kembali tanpa cedera mengangguk dengan gembira.


Aron yang mendengarnya menyadari kalau Danu memukulnya untuk menguji pengolahan tubuhnya sudah mencapai tingkat seperti apa.


“Paman Danu, kamu….kamu memberikan Pil Pengolahan Tubuh kepadanya? Itu kamu dapatkan dengan susah payah…..”


Elen yang mendengar Danu memberikan Pil Pengolahan Tubuh pada Aron seketika berkata dengan kaget.

__ADS_1



__ADS_2