
Bam…
Sebuah lubang besar terbentuk di dinding yang keras, tapi di belakangnya masih ada marmer, tampaknya, dinding itu sangat tebal.
Aron mengepalkan tinjunya dan kekuatan spiritual di dalam Dantiannya terus berkumpul di sepasang tinjunya!
Bam…Bam…Bam…
Aron menghantamkan tiga pukulan berturut-turut tanpa ragu-ragu.
Setelah tiga pukulan itu, sebuah celah tiba-tiba terlihat di dinding yang keras, diikuti dengan udara dingin yang segar, bertiup melalui celah itu.
Suara air yang mengalir deras dapat terdengar jelas, bahkan ada cahaya yang samar-samar menyinari.
“Ini…bahkan ada sesuatu di balik ruangan makam ini?”
Lion berseru dengan girang.
Aron memimpin dan berjalan keluar dari celah itu, setelah keluar dari ruangan makam dia baru menyadari ini adalah sebuah gua alami, gua itu sangat besar dan sebuah sungai bawah tanah mengalir pelan, mengeluarkan suara gemericik air.
Di bagian atas gua ini juga terdapat secercah cahaya yang menyinari dan membuat bagian di dalam gua itu tidak terlalu remang.
__ADS_1
“Tidak disangka, tanpa disadari kita sudah berjalan masuk ke dalam gunung!”
Lion melihat gua yang besar itu dan berkata dengan sangat takjub.
“Kak Aron, cepat lihat apa yang ada di sana?”
Saat ini, Tommy bergegas berteriak pada Aron, jarinya menunjuk ke arah puncak gua.
Aron melihat ke arah Tommy menunjuk dan menemukan di bagian puncak gua, ada empat tali baja setebal lengan yang menggantung sebuah peti mati perunggu, karena usianya yang sudah tua, baik tali baja maupun peti mati perunggu itu dilapisi oleh karat yang tebal.
“Lantas ini adalah peti mati dari Kaisar tersebut?” Lion membelalak dan menatap peti mati perunggu itu : “Tapi kenapa peti mati itu diletakkan di tempat ini? Apakah di dalamnya ada harta karun?”
Aron tidak mengatakan apapun, dia menatap peti mati perunggu itu dengan seksama, lalu mengamati situasi di gua itu, dia memiliki tebakan yang meyakinkan dalam hatinya.
“Saya akan naik ke atas untuk melihat peti mati perunggu itu…”
Lion sudah tidak dapat menahan godaan untuk naik ke atas peti mati perunggu dan melihatnya.
Aron menarik Lion : “Saudara Lion, saya rasa sebaiknya kita berhati-hati, saya merasa ada sesuatu yang tidak beres di dalam gua ini!”
“Aron, apakah kamu terlalu waspada, di dalam gua ini tidak ada apa-apa selain peti mati perunggu itu!”
__ADS_1
Lion mengamati sekelilingnya dan tidak melihat apapun.
Tapi saat Aron masih ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba dari belakang ruang makam itu muncul beberapa orang lagi, dan mereka adalah August dan bawahannya yang sudah pergi tadi.
Melihat peti mati perunggu di atas, raut wajah August menunjukkan kegembiraan : “Ternyata di balik ruangan makam itu memang ada sesuatu, untung saja kita tidak pergi…”
Melihat August kembali, raut wajah Lionel penuh penghinaan : “Kalau bukan karena Aron, apakah kalian dapat menemukan tempat ini? Dasar tidak berguna…”
Perkataan Lion membuat raut wajah August berubah, namun August tidak beradu mulut dengan Lion, tatapannya langsung melekat pada peti mati perunggu itu.
Hanya saja karena Aron dan Lion ada di sini, August tidak berani naik untuk memeriksa peti mati itu.
Di saat tidak ada yang berani bergerak, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki, dan dari sebuah batu besar di dalam gua, Wiwanto keluar bersama rombongannya.
“Hahaha, tebakan Kepala Keluarga Keluarga Umar memang tidak salah, memang ada sesuatu disini…”
Wiwanto melihat gua yang begitu besar seketika tertawa terbahak-bahak.
Aron dan yang lainnya menatap ke arah Wiwanto, dan mereka semua tidak dapat menahan tawa mereka.
Lion bahkan langsung tertawa tanpa menahan diri : “Astaga, apa yang dilakukan oleh orang tua seperti kalian? Sampai melepaskan pakaian kalian…”
__ADS_1
Wiwanto dan rombongannya terlihat sangat menyedihkan, mereka bahkan tidak memiliki pakaian, ada yang bahkan memar-memar dan terluka, sepertinya untuk mencapai tempat ini mereka sudah melalui banyak kesulitan.