
“Memang benar, berani menyebut dirinya ahli sihir nomor satu, di depan Tuan Aron, dia hanya badut penghibur….” Basri tertawa menghina!
Walau Basri bermaksud menyanjung Aron tapi ini adalah kenyataannya, tidak peduli sehebat apa Febri berpura-pura, dia masih terlihat oleh Aron!
Eddyt tidak melihat adegan dimana Aron mengekspos Febri, jadi dia tidak tahu harus mengatakan apa, hanya tersenyum dan berkata : “Memang benar seperti itu, tapi Febri sudah memiliki reputasinya, dan punya sedikit kemampuan, sekarang pemimpin dari Hakim Agung bahkan mengundangnya untuk memeriksa penyakit putranya!”
“Bukankah ada rumor kalau putra dari pemimpin itu sudah menjadi orang lumpuh sejak lama? Sekarang hanya mengandalkan peralatan medis untuk menjaga detak jantungnya, kalau peralatan itu ditarik maka dia juga akan meninggal, otaknya sudah tidak berfungsi, apa yang seperti ini masih bisa disembuhkan?”
Basri bertanya dengan sedikit bingung.
“Siapa yang tahu, mungkin berpegang pada secerca harapan!” Eddyt tidak berani menebak apa maksud dari pemimpin itu!
“Tuan Aron, keterampilan medismu sangat tinggi, kenapa kamu tidak pergi dan melihat-lihat, kalau benar bisa menyembuhkan putra dari pemimpin itu, maka kedepannya kalau Tuan Aron mengalami masalah di Kota Dama, banyak yang bisa membantu….”
Pada saat ini, Kurbiawan tiba-tiba angkat bicara!
Kalau bisa menjalin hubungan dengan pemimpin besar, maka kedepannya Aron akan memiliki banyak kemudahan di Kota Dama, kalau pemimpin itu benar-benar buka suara, sepertinya Keluarga Bastian tidak akan berani mencari masalah dengan Aron!
“Tuan Aron, jadi kamu masih bisa keterampilan medis?” Eddyt yang tahu Aron merupakan seorang kultivator juga tidak tahu kalau kultivator bisa keterampilan medis!
“Sedikit!” Aron mengangguk!
__ADS_1
Eddyt dan Basri menatap Aron, dan tatapan mata mereka penuh dengan keterkejutan yang mendalam!
Aron tadi mengatakan dia bisa ilmu sihir, dan langsung mengekspos kebohongan Febri, sekarang dia mengatakan mengerti medis, sepertinya kekuatan Aron memang sudah jauh di luar imajinasi mereka!
“Kalau begitu, saya akan membawa Tuan Aron kesana, kalau benar-benar bisa menyembuhkan putra pemimpin itu, maka akan menjadi kesempatan untuk Tuan Aron juga!”
Eddyt berkata dengan semangat!
Aron tidak menolak, Aron tahu kalau perjalanan kultivasinya di masa depan tidak akan selalu mulus, jadi tidak ada salahnya berteman dengan lebih banyak orang saat ini, dan ini tidak membuat kerugian baginya, apalagi itu adalah pemimpin Pengadilan!
Eddyt membawa Aron pergi ke rumah pemimpin itu, dan karena masalah keamanan, yang lain tidak ikut pergi dengan Aron, walau mereka pergi sepertinya mereka juga tidak akan diizinkan masuk!
Segera, Eddy tdan Aron sudah tiba di sebuah rumah dengan pekarangan, walau dekorasi dari rumah itu tidak terlalu mewah tapi lokasinya sangat strategis, ada beberapa gedung tinggi di sekitar pekarangan dan orang-orang terus berpatroli!
Dan jelas kalau pembangunan rumah ini diinstruksikan oleh ahli sihir, seolah membangun barisan pengumpul energi di halaman itu, tapi sama sekali tidak meningkatkan energinya!
“Siapa kalian?”
Tepat saat Aron dan Eddyt berjalan ke gerbang, seorang penjaga bertanya dengan gugup.
“Halo, saya adalah Ketua Detasemen Perlindungan Hukum, Eddyt!!, hari ini datang untuk bertemu dengan pemimpin….”
__ADS_1
Eddyt bergegas melangkah maju dan berkata pada penjaga itu!
Penjaga itu menatap Eddyt dengan seksama lalu raut wajahnya membaik : “Ternyata Ketua Eddyt ya, saya akan segera melapor…..”
Setelah berkata, penjaga itu bergegas masuk ke dalam rumah untuk melapor, sementara Aron dan Eddyt menunggu di luar!
Pada saat ini di ruang tamu utama di dalam rumah, Oyong dan Febri sedang berhadapan dengan seorang pria paruh baya berusia sekitar 50 tahunan dengan tubuh kekar dan berwajah petak!
Pria paruh baya itu terlihat berwibawa, dan walau Oyong merupakan pengusaha dari Futuwa dan Febriyang merupakan ahli sihir nomor satu di Futuwa juga harus bersikap hormat kepada pria paruh baya ini!
Pria paruh baya ini adalah Hakim Agung, Hendy, dia sudah pernah berpartisipasi dalam peperangan dan membuat prestasi besar!
“Bos Oyong, Guru Febri, maafkan saya karena mengundang kalian dengan mengutus seseorang seperti ini….”
Hendy berkata dengan sopan kepada dua orang itu!
“Pemimpin jangan terlalu sungkan, bisa bertemu dengan pemimpin juga merupakan suatu kehormatan bagi kami…..”
Oyong menyanjung!
Febri juga bergegas buka suara : “Pemimpin memerlukan bantuan kami itu sama saja dengan menganggap kami, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah pemimpin….”
__ADS_1