
“Mars, siapkan mobil, kita berangkat ke Desa Collin sekarang!”
Basri berkata dengan marah.
Tidak lama kemudian, mobil sudah siap dan Mars menyetir menuju Desa Collin, Eddyt juga ikut bersama.
“Tuan Basri, sebenarnya apa yang terjadi sampai kamu begitu marah…”
Eddyt bertanya dengan bingung.
Basri menceritakan apa yang dikatakan Aron, dan membuat Mars yang sedang menyetir langsung memacu mobilnya.
Dia mencaci maki Andrew beribu kali dalam hatinya, mereka Keluarga Darminto bersusah payah menjalin hubungan baik dengan Aron, tapi orang itu malah menuduh Aron mencuri mobilnya.
Di sisi lain, Aron yang sudah selesai menelpon menunggu dengan tenang, dia tahu Basri akan segera tiba.
“Kenapa? Sudah selesai berpura-pura? Apa kata Tuan Basri?”
Jeswan menatap Aron dan mencibir.
“Tuan Basri akan segera tiba…”
Aron berkata dengan ringan.
“Kamu bilang Tuan Basri akan segera tiba?”
__ADS_1
Andrew yang mendengarnya langsung berdiri tapi dia segera tersadar dan mendengus : “Baik, saya akan memberimu waktu setengah jam, kalau Tuan Eko tidak tiba maka hukuman penjara yang berat akan menantimu, berani sekali mencuri barang milik Keluarga Darminto…”
Dalam sekejap suasana di ruangan VIP menjadi canggung, tidak ada yang bicara, bahkan Sheli juga menatap Aron dengan wajah cemas.
Wahyu tidak menunjukkan perubahan, dia tetap menundukkan kepalanya dan menghisap sebatang rokok tanpa terlihat cemas.
Tidak lama kemudian, setelah setengah jam, Andrew melirik jam dan melambaikan tangannya : “Tangkap dia!”
Beberapa pria berseragam itu langsung menghampiri dan hendak menangkap Aron.
“Kakak, kumohon padamu, kumohon padamu…jangan biarkan mereka menangkap Aron!”
Sheli melihat Aron yang benar-benar akan ditangkap segera berlutut di hadapan Andrew.
“Ibu, jangan berlutut…”
“Sheli, saya adalah orang yang membantu kebenaran bukan kerabat, putramu mencuri barang orang lain sudah seharusnya ditangkap, tidak ada yang bisa dikatakan, kamu bersujud padaku juga tidak ada gunanya…”
Andrew berkata dengan sombong.
Di saat Sheli masih ingin memohon kepada Andrew, tiba-tiba pintu ruangan itu dibuka oleh seseorang.
Tiga orang berjalan masuk ke dalam ruangan, orang yang berdiri di paling depan adalah Basri, diikuti oleh Mars dan Eddyt di belakang.
Melihat Basri yang masuk tiba-tiba, Andrew dan Jeswan tercengang, mereka tidak menyangka Basri akan benar-benar datang.
__ADS_1
“Tuan Basri…”
Andrew bergegas menyambut mereka.
“Minggir, minggir semuanya…”
Jeswan pun bergegas berteriak kepada para pejabat setempat dan mereka semua bangkit berdiri untuk memberi tempat kepada Basri.
Andrew menghampiri Basri dengan wajah penuh senyuman dan Basri mengabaikannya, lalu langsung berjalan ke arah Aron : “Tuan Aron, saya minta maaf, tidak disangka meminjamkan mobil padamu akan menyebabkan masalah seperti ini…”
Aron hanya tersenyum tipis dan tidak mengatakan apa-apa.
Perkataan Basri membuat Andrew yang tersenyum seketika tercengang, senyuman di wajahnya membeku dan menatap Aron dengan raut wajah tidak percaya.
Dia tidak menyangka, kepala keluarga Keluarga Darminto, Basri dari Kota Dama akan begitu segan kepada seorang bocah seperti Aron, dan memanggilnya dengan sebutan Tuan Aron?
Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Di saat Andrew sedang tercengang, Mars yang ada di samping langsung menampar wajah Andrew dengan keras!
“Kamu meminjam nyali dari harimau ya, berani menuduh Tuan Aron mencuri mobil? Mobil ini dipinjamkan oleh kakekku kepada Tuan Aron, jangankan meminjamkannya pada Tuan Aron, walau dihadiahkan kepada Tuan Aron, itu juga menjadi kehormatan bagi Keluarga Darminto…”
Mars berteriak pada Andrew.
Andrew yang ditampar seketika terkejut, untungnya Jeswan memeganginya di samping kalau tidak dia pasti sudah terduduk di lantai.
__ADS_1
“Apakah kamu Andrew dari cabang Provinsi Canna?” Basri menatap Andrew dengan marah dan bertanya padanya.
Andrew memegangi wajahnya dan mengangguk berulang kali.