
“Tidak disangka tubuhmu begitu kuat...”
Setelah Hasan selesai bicara, dia meraih dengan tangannya dan pedang raksasa yang terbentuk dari kabut hitam muncul di tangannya.
“Sret...”
Hasan tidak bergerak, tapi pedang raksasa di tangannya mulai berubah menjadi besar dan menebas ke arah Aron.
Raut wajah Aron berubah, dia juga memegang Pedang Naga di tangannya dan tiba-tiba mengangkatnya, lalu kedua pedang itu bertabrakan dengan ganas.
Bam bam bam...
Ada semburan ledakan yang dahsyat, pedang Hasan menebas bahu Aron dengan keras.
Tubuh Aron seperti ditekan oleh gunung besar, sebagian tubuhnya masuk ke dalam tanah seketika, dan saat melihat bahu Aron, walau dia sudah memakan Pil Pengolahan Tubuh dan tubuhnya sekeras besi baja, tapi sebuah luka yang dalam masih terlihat.
Dagingnya terlihat dari luka sayatan itu, darah merah segar mengalir keluar, dan pemandangannya amat mengerikan!
Melihat luka Aron, Nely berteriak kaget, yang lainnya juga menyaksikan dengan gugup, meskipun sangat cemas, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, mereka ingin membantu tapi mereka mungkin bahkan tidak bisa menembus jaring besar yang dibuat oleh Hasan.
Aron melihat lukanya dan darah segar yang tidak berhenti mengalir.
Tes tes, tes tes...
Aron tidak bisa merasakan sakit, tapi darah merah yang mengalir itu sepertinya membangkitkan semangat juang Aron.
__ADS_1
Sedangkan darah yang menetes ke tanah itu dihisap oleh Pedang Naga sebelum jatuh ke tanah.
Saat darah Aron menyentuh Pedang Naga, api di Pedang Naga yang semula sudah padam, kembali menyala bagaikan dituangi bensin.
Api yang membara memantulkan wajah Aron yang tegas, meskipun terluka, tatapan mata Aron tidak menunjukkan kepanikan sama sekali, hanya ada semangat bertarung yang ganas.
“Tornado Api...”
Aron berteriak keras, tubuhnya tiba-tiba terangkat dari tanah dan Pedang Naga di tangannya terangkat ke udara.
Roaaar...
Di udara, tiba-tiba seekor naga api muncul dan naga api itu meraung, lalu menuju ke arah Hasan.
Naga api itu menabrak perisai dan menghilang dalam sekejap, sedangkan Hasan melompat dan mengarahkan pukulan ke arah Aron dengan ganas.
Bam...
Tubuh Aron terlempar ke udara, dan membentur tanah dengan keras, lalu membuat sebuah lubang besar di tanah.
Aron hanya merasakan sekujur tubuhnya pegal, sedangkan kekuatan spiritual di dalam Dantiannya sudah hampir kosong, Aron berbaring di tanah dan menatap langit biru.
“Lantas saya akan mati begitu saja?” tanpa disadari, sosok orang tuanya dan Nuri muncul di hadapannya.
“Tidak, saya tidak boleh mati, saya belum menemukan orang tua kandungku, saya belum tahu identitas asliku, saya masih harus pergi ke Pulau Naga🐉...”
__ADS_1
Aron menggertakkan giginya, dan berjuang untuk bangkit dari tanah.
Melihat Aron yang bangkit berdiri, Hasan mau tidak mau menunjukkan sedikit kekaguman di matanya, sudah mencapai titik seperti ini, Aron masih tidak mati dan berkemauan untuk bangkit berdiri.
“Kamu bunuh diri saja, di hadapanku kamu tidak memiliki peluang untuk menang...”
Hasan berkata dengan dingin.
Setelah beberapa kali bertarung, Hasan tahu kalau energi di dalam tubuh Aron sudah kosong sejak tadi, dan dia sudah tidak memiliki kemampuan untuk melawannya.
Aron menggertakkan giginya, lalu menggunakan Pedang Naga untuk menopang tubuhnya, dia menatap erat pada Hasan, dia tidak akan bunuh diri.
Ng ng ng...
Terdengar suara dengungan, dan gelombang kekuatan spiritual di dalam Pedang Naga terus mengalir ke dalam tubuh Aron.
Aron tercengang, seketika dia menjadi sangat gembira, dia tidak menyangka Pedang Naga akan memberinya kekuatan spiritual.
Saat dia sedang berkultivasi di villa Perumahan Bumi Sejuk, hampir satu gerbong energi spiritual dari Batu Spiritual disedot oleh Pedang Naga, saat itu Aron mengeluh, tapi tidak disangka, dalam keadaan kritis seperti ini Pedang Naga akan memberikan kekuatan spiritual kepada Aron.
“Kamu masih ingin bertarung denganku?” Hasan melihat Aron yang tidak bunuh diri, bertanya ddengan Muram
Aron tidak mengatakan apapun, namun dia menyerap kekuatan spiritual di dalam Pedang Naga dengan rakus.
__ADS_1