Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Jhonatan Merindukan Anaknya


__ADS_3

Saat ini Aron harus memperkuat dirinya secepat mungkin, musuh yang dia hadapi menjadi semakin kuat, kalau tidak secepatnya memperkuat diri, maka dia tidak akan bisa melindungi orang-orang di sisinya, apalagi pergi menyelamatkan ibunya.


Sekarang Aron tidak mengkhawatirkan apapun lagi, walau ada orang lain di tempat itu, Aron tidak akan menyembunyikannya lagi, dia langsung mengaktifkan Seni Konsentrasi Jiwa dan menyerap energi orang lain.


Kurniawan menatap Aron dan tidak bisa merasa tenang untuk sekian lama, dalam beberapa bulan kekuatan Aron meningkat dengan begitu pesat.


Perlu diketahui, pada awalnya Aron masih harus mengandalkan dirinya tapi sekarang?


Sepertinya Kurniawan pun tidak akan bisa sekuat Aron baik dari kekuatan maupun status.


Sedangkan Basri yang ada di samping, merasa sangat kaget, dia sudah mempertaruhkan masa depan Keluarga Darminto pada Aron, dan sekarang sepertinya taruhannya tepat.


Baik Hasan maupun Master Narsi sudah menjadi seorang Great Grand Master, dan bahkan sudah memiliki reputasi selama bertahun-tahun, sekarang keduanya dibunuh oleh Aron, kekuatan Aron sudah terbukti nyata!


Basri sudah memutuskan, kelak Keluarga Darminto pasti akan menjadikan Aron sebagai tempat bertumpu mereka.


“Tuan Kurniawan, mohon minta seseorang untuk mengurusnya…”


Aron berkata sambil menunjuk Hasan yang sudah menjadi mayat kering.


​“Tuan Aron tidak perlu memikirkannya, saya akan meminta seseorang untuk segera mengurusnya…”


Setelah selesai bicara, Kurniawan melambaikan tangannya dan mayat Hasan langsung dibawa pergi oleh seseorang, lalu Kurniawan bertanya dengan suara ringan pada Aron : “Tuan Aron, apakah Lina…”

__ADS_1


Sebentar lagi Festival Pertengahan Musim Gugur akan tiba, Aron dan Lina pergi bersama, sekarang Aron sudah kembali, tapi Kurniawan tidak melihat Lina jadi ingin bertanya pada Aron, dimana Lina.


“Tuan Kurniawan, Lina dan Nuri sedang berlatih bersama Paman Danu, saya juga tidak tahu kemana mereka pergi, tapi Tuan Kurniawan tidak perlu khawatir, Lina akan baik-baik saja…”


Aron menjelaskan pada Kurniawan.


​“Tidak khawatir, hanya saja saya sudah lama tidak bertemu dengan gadis itu, hanya sedikit merindukannya…”


Kurniawan tersenyum tipis.


Dia tahu, Aron adalah orang yang sangat berambisi, ingin berada di sisi Aron juga harus berkelana, hanya saja Lina bersama dengan Aron juga membuat Kurniawan merasa lega.


Tidak lama kemudian, Eddyt dan Mars kembali dengan menyeret mayat ular naga, keduanya berlumuran darah dan terlihat menyedihkan.


Basri yang ada di sampingnya juga kaget dan bergegas menanyakan : “Mars, apa yang terjadi?”


Basri memeriksa tubuh Mars dengan panik.


​“Kakek, saya baik-baik saja, darah dan daging dari ular naga ini adalah barang yang baik…”


Mars menceritakan kejadian Aron yang membunuh ular naga pada Basri dan Kurniawan, dan keduanya menatap Aron dengan lebih kaget lagi.


“Ketua Detasemen Eddyt, menetaplah di Kota Sanur selama dua hari, setelah Festival Pertengahan Musim Gugur berlalu saya akan menemanimu ke Kota Dama…”

__ADS_1


Aron berkata pada Eddyt.


“Baik Tuan Aron, saya akan menunggumu di Kota Sanur…”


Eddyt mengangguk.


Setelah meninggalkan rumah Kurniawan, Aron tidak langsung pulang ke rumah lamanya, melainkan pergi ke villa Keluarga Utomo.


​Nuri seharusnya tidak pulang ke rumah, jadi Aron akan menjenguk Jhonatan.


Saat Aron tiba di villa keluarga Utomo, dia melihat Jhonatan yang sedang duduk di halaman sambil minum teh sendirian, dia tampak kesepian dan rambutnya sudah beruban.


“Paman Jhonatan…”


Aron menyapa Jhonatan.


Jhonatan tercengang sejenak lalu wajahnya menunjukkan kebahagiaan : “Aeon, kalian sudah pulang ya…”


Jhonatan bergegas bangkit berdiri dan menyambutnya, lalu melihat ke luar pintu dan menemukan Aron datang sendiri dan bertanya dengan bingung : “Aron, dimana Nuri? Kenapa dia tidak pulang bersama denganmu?”


“Paman Jhonatan, Nuri masih ada urusan jadi dia tidak bisa pulang, saya datang untuk menjengukmu…”


Melihat penampilan Jhonatan yang menua, Aron merasa sedikit tidak enak dalam hatinya.

__ADS_1



__ADS_2