
Boyca berkata lalu menatap Basri : “Tuan Basri, karena Keluarga Darmanto memperlakukan bocah ini seperti seorang dewa, apakah kamu berani bertaruh dengan kami?
“Kami datang untuk membeli barang, bukan untuk berlomba, apa yang bisa dilombakan….”
Basri tidak menjawab, tapi menurutnya walau Aron adalah seorang kultivator, dia belum tentu sebanding dengan Master Rahman, lagipula pihak lain sudah berlatih selama beberapa dekade!
“Hahaha, apa kamu takut?” Boyca tertawa dengan bangga!
“Apa perlu dilombakan? Pasti Master Rahman yang akan menang, kami semua saja tidak bisa menemukan keistimewaannya, apa seorang bocah seperti dia bisa?”
“Benar, orang gila juga pasti tahu hasilnya, siapa yang mau bertaruh!”
“200 miliar tentu tidak banyak bagi Keluarga Darmanto, tapi siapa juga yang rela membuang uang begitu saja….”
Semua orang mulai berdiskusi dan tidak ada orang yang percaya pada Aron!
Mendengar diskusi semua orang, Basri menatap Aron dengan canggung dan menjelaskan : “Tuan Aron, saya bukannya takut kehilangan 200 miliar, 200 miliar tidak ada artinya bagi Keluarga Darmanto, hanya saja….”
Basri ingin menjelaskan pada Basri, dia bukannya tidak ingin bertaruh dengan Boyca, dan bukan takut kehilangan 200 miliar itu!
__ADS_1
Namun saat Basri belum selesai bicara, Aron langsung melambaikan tangannya dan menyela Basri, lalu berkata pada Boyca yang terlihat angkuh : “Karena kamu ingin bertaruh, maka saya akan menemanimu, hanya saja 200 miliar terlalu sedikit, tidak seru, bagaimana kalau kita bermain lebih besar, saya punya 2 triliun di sini, mari bertaruh sebanyak ini!”
Aron mengeluarkan sebuah kartu ATM dan melemparkannya di atas meja, dan menatap Boyca dengan dingin!
Melihat Aron langsung mengeluarkan 2 triliun, semua orang tercengang, Aron yang masih begitu muda bisa mengeluarkan uang 2 triliun benar-benar hebat, walau seorang putra dari keluarga konglomerat pun tidak akan punya uang jajan sebanyak itu!
Boyca juga tercengang lalu mencibir : “Hanya melemparkan sebuah kartu ATM dan mengatakan kamu punya 2 triliun, kamu kira 2 triliun itu hanya kertas bekas?”
Boyca tidak percaya Aron memiliki uang 2 triliun, karena dia sudah pernah mengutus seseorang untuk menyelidiki Aron, di tempat kecil seperti Kota Sanur, tidak ada keluarga konglomerat, apalagi Aron hanya berasal dari keluarga biasa, mana mungkin punya 2 triliun!
“Boyca, kalau kamu tidak percaya Tuan Aron mempunyai 2 triliun, tidak masalah, Keluarga Darmanto punya, kalau Tuan Aron tidak bisa membayarkan 2 triliun, Keluarga Darmanto yang akan membayarnya!”
Basri menggertakkan giginya dan berkata pada Boyca!
“Baik!” Boyca menyeringai : “Karena Tuan Basri sudah buka suara, maka saya percaya Keluarga Darmanto akan mengeluarkan 2T, kalau begitu mari bertaruh 2T!”
Setelah berkata, Boyca menatap Master Rahman dengan ekspresi serius : “Master Rahman, kali ini merepotkanmu, nanti setelah bocah itu kalah, setengah dari uang itu menjadi milik Master Rahman….”
Master Rahman yang mendengarnya seketika wajahnya menjadi gembira, setengah dari itu artinya 1 triliun, ini adalah angka yang sangat besar bagi dia!
__ADS_1
“Bos Boyca tenang saja, saya pasti akan berusaha semaksimal mungkin….”
Master Rahman mengangguk!
Saat ini semua orang memperhatikan Master Rahma, mereka ingin melihat bagaimana dia bisa menemukan keistimewaan dari Pa Kua itu, dan bagaimana cara mengaktifkan mantra di Pa Kua itu!
Sedangkan Oyong dan Febri juga saling memandang dan dalam tatapan mereka terlintas kebahagiaan.
Dengan taruhan 2 triliun itu, maka harga Pa Kua ini tidak mungkin menjadi terlalu rendah, kedatangan mereka ke Kota Dama kali ini akan menghasilkan uang banyak!
Setelah Master Rahman memegang Pa Kua itu, dia mulai bergumam dan membaca mantra, Basri menjadi sedikit gugup namun dia melihat Aron yang tetap tenang, bahkan dia tidak melirik Master Rahman sama sekali, seolah olah tidak peduli bagaimana Master Rahman memeriksa Pak Kua itu, tidak ada hubungannya dengan dirinya!
“Tuan Aron, apa kamu sudah melihat keistimewaan dari Pa Kua itu sejak awal?”
Basri melihat Aron yang begitu tenang dan pasti mulai bertanya padanya.
Melihat Basri yang bertanya, Boyca dan yang lainnya mengalihkan perhatian mereka pada Aron, dan mereka bertanya-tanya apakah Aron benar-benar sudah mengetahui keistimewaan dari Pa Kua itu, kalau tidak bagaimana mungkin dia bersedia bertaruh 2 triliun!
Namun tidak disangka Aron malah menggelengkan kepalanya, dan tidak mengatakan apapun!
__ADS_1
Melihat Aron menggelengkan kepalanya, Boyca tertawa keras : “Tuan Basri, saya sudah bilang, dia hanya seorang bocah ingusan, mana mungkin paham tentang senjata ajaib? Apa dia pernah melihat senjata ajaib? Kenapa kamu malah tertipu olehnya….”
Orang lain yang mendengarnya juga mulai tertawa terbahak-bahak, dan tawa mereka penuh dengan penghinaan, ini membuat raut wajah Basri menjadi sangat jelek.