Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Aron Menyelamatkan Robet


__ADS_3

Tetua Ketiga menatap Mars dan menyeringai sambil berkata dengan penuh penghinaan.


Mars terdiam, pada saat ini dia tidak bisa melakukan apa pun selain memelototi Tetua Ketiga dengan marah, kekuatannya terlalu berbanding jauh dengan Tetua Ketiga itu!


Chika bersandar pada Mars dengan erat, dan tubuhnya gemetaran!


“Ramalanmu begitu hebat, tapi apakah kamu pernah memprediksi tanggal kematianmu sendiri?”


Pada saat ini, suara yang acuh tak acuh terdengar dari luar!


“Tuan Aron……..”


Mars yang mendengarnya seketika memiliki harapan, dan berteriak dengan bersemangat.


Dia tahu kalau Aron datang, mereka pasti akan selamat!


​“Siapa? Tunjukkan dirimu…….”


Tetua Ketiga mengernyitkan keningnya dan berteriak keras!


Sosok Aron perlahan muncul di depan pintu, matahari yang terbit menyinari tubuhnya dan membuat bayangannya yang panjang menutupi patung Buddha yang ada di dalam aula!


“Siapa kamu?” Tetua Ketiga memicingkan matanya dan merasa Aron sedikit familiar, lalu tiba-tiba membelalak : “Kamu adalah Aron?”


“Tidak disangka ternyata kamu mengenalku ya!” Aron juga sedikit kaget, bagaimana bisa tetua di Lembah Ilusi mengenali dirinya!


“Kamu sudah membunuh beberapa prajurit Lembah Ilusi, bagaimana mungkin saya tidak mengenalmu, tidak disangka kamu berani datang ke Lembah Ilusi, ada jalan menuju surga tapi kamu memilih berbelok menuju neraka, cari masalah….”


Aura di tubuh Tetua Ketiga tiba-tiba meningkat dan semua bawahannya langsung mengepung Aron.


​Nama Aron sudah menjadi musuh nomor satu di Lembah Ilusi!

__ADS_1


“Jangankan hanya Lembah Ilusi yang sekecil ini, kalau saya benar-benar ingin pergi ke neraka, saya bisa pergi kapan saja….”


Setelah berbicara, tiba-tiba yang tersisa hanyalah bayangan dari tubuh Aron!


Para bawahan Lembah Ilusi yang mengepung Aron bahkan tidak bisa melihat sosok Aron dengan jelas, dan mulai berjatuhan ke lantai!


Tetua Ketiga tercengang, bahkan Robet yang sedang diinjak olehnya pun membuka matanya dengan lebar, dia tidak menyangka Aron seorang pemuda berusia dua puluh tahunan, memiliki kekuatan yang begitu menakutkan.


Tetua Ketiga ketakutan, raut wajahnya menjadi jelek, kekuatan Aron sudah melebihi batas imajinasinya, saat berada di ring di Kota Tawo, mereka sudah melihat kekuatan Aron melalui ilusi, namun sekarang hanya dalam waktu satu bulan, kekuatan Aron bertambah dengan pesat!


​“Kekuatan dari Lembah Ilusi juga tidak terlalu hebat, kenapa kalian berani menyebut diri kalian sebagai neraka?”


Aron mencibir dan berjalan menuju Tetua Ketiga!


“Jangan kemari, atau saya akan membunuhnya…..”


Tatapan Tetua Ketiga terlihat takut, dia menginjak Robet dan mengancam Aron!


Asalkan dia menggunakan kekuatannya, maka Robet akan langsung diinjak sampai mati!


Aron berkata dengan acuh tak acuh, dan terus mendekati Tetua Ketiga.


“Jangan kemari, saya akan benar-benar membunuhnya….”


Tetua Ketiga mulai gemetar, sepasang matanya memerah dan berteriak pada Aron


“Tuan Aron, bunuh dia, hancurkan Lembah Ilusi, saya tidak akan menyesali kematianku…”


Robet berkata dengan tegas.


“Sudah dengar belum, dia sendiri saja tidak takut mati.” Aron tersenyum.

__ADS_1


“Ah……”


Tetua Ketiga seketika menggila, dia mengangkat kakinya dan bersiap menginjak!


Bam…..


Sosok Aron melintas, dan tubuh Tetua Ketiga seketika terhempas oleh pukulannya, dan menabrak patung Buddha dengan keras dan membuat patung itu hancur berkeping-keping!


Robet sudah memejamkan matanya dan menunggu kematian menjemputnya, tapi saat merasa Tetua Ketiga tidak bertindak, dia mulai membuka matanya perlahan dan menemukan sosok Tetua Ketiga yang sudah menghilang dan yang berdiri di hadapannya saat ini adalah Aron!


“Apa kamu masih bisa berdiri? Kalau bisa, jangan pura-pura mati….”


Aron melirik Robet dan berkata!


Robet menggertakkan giginya dan berdiri dengan menahan rasa sakitnya, hanya beberapa tulang yang patah, dia masih bisa menahannya!


Tetua Ketiga bangkit dari reruntuhan dan wajahnya menjadi sangat pucat, darah tidak berhenti mengalir dari mulutnya!


“Sudah waktunya mengirimmu menuju kematian, tidak peduli sehebat apa ramalanmu, kamu masih belum sanggup meramalkan hari ini sebagai hari kematianmu!”


Aron menyeringai!


Bam……..


Tetua Ketiga seketika berlutut di hadapan Aron.


“Jangan bunuh saya, saya juga dipaksa, di tubuhku ada kelabang yang ditanamkan oleh Isaah, saya juga tidak punya cara, asalkan kamu tidak membunuhku, saya bisa membawamu masuk ke Lembah Ilusi, saya tahu bagaimana cara menonaktifkan formasi dan mantra yang menutupi Lembah Ilusi……”


Tetua Ketiga terus bersujud pada Aron!


“Hanya sebuah mantra penutup bagaimana mungkin menghalangiku, tidak ada gunanya menyisakanmu…..”

__ADS_1


Aron berkata lalu mengangkat tangannya!


“Jangan bunuh saya, saya tahu dimana gadis-gadis yang ditangkap itu disekap, saya bisa melepaskan mereka semua, kalau terlambat sedikit mereka akan mati.


__ADS_2