
“Tuan Aron saya sudah menggunakan obat terbaik dari Istana Raja Obat, nyawa mereka berhasil dipertahankan tapi kedepannya mereka hanya bisa duduk di kursi roda…”
Lucas melangkah maju dan berbisik.
Aron tidak mengatakan apapun, namun benaknya terus melintasi Catatan Alkimia Terhebat dan mencari tahu apakah ada obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan Jekson dan yang lainnya.
“Salep Giok Hitam?”
Segera, sebuah resep obat muncul di benak Aron, Aron melihatnya dan menemukan kalau bahan obat yang dibutuhkan untuk meramu obat ini tidaklah langka dan dapat ditemukan dengan sedikit usaha, tapi untuk membuat obat ini Aron masih belum cukup kuat dan dia membutuhkan Tungku Petani Surgawi!
Namun saat ini Tungku Petani Surgawi tidak bersama dengannya, Aron hanya bisa menunggu hingga dia kembali ke Lembah Pengobatan untuk membuatnya.
“Tuan Lucas, saya bisa menyembuhkan mereka, sekarang saya akan memberikan sebuah resep kepadamu, kamu bantu saya untuk menyiapkan bahan obat yang diperlukan secepat mungkin!”
Aron berkata lalu meminta seseorang membawakan pen dan kertas, lalu mulai menuliskan bahan obat yang diperlukan!
Setelah selesai menulis, Lucas menerima resep obat itu dan langsung pergi menyiapkan tanpa berani berhenti.
Aron menatap Jekson dan Lyla lalu berkata : “Kalian berdua berbaringlah disini dengan baik, saya bisa menyembuhkan kalian berdua, dan saya juga akan membalaskan dendam kalian…”
Setelah selesai bicara, Aron berbalik dan hendak pergi, Jekson dan Lyla mati-matian memberikan isyarat dengan tatapan mereka, mereka ingin menghentikan Aron, tapi kedua orang itu tidak bisa berbicara, dan Aron tetap berjalan keluar dari kamar pasien!
“Tuan Aron, kamu mau kemana?”
Mars bergegas mengejarnya.
__ADS_1
“Dimana dua orang itu?” Aron bertanya dengan dingin.
“Di…di rumah Tuan Kurniawan!”
Kata Mars.
Aron yang mendengar seketika mengambil lompatan dan melompat turun dari lantai empat sebelum melesat dan menuju ke rumah Tuan Kurniawan dengan cepat.
Mars dan Nely juga melompat turun untuk mengejarnya, dan Eddyt hanya bisa mengikuti setelah ragu-ragu sejenak.
…
Kediaman Kurniawan di pinggiran Kota Sanur!
Kurniawan dan Basri berdiri dengan penuh hormat di samping, mereka berdua sudah tua tapi harus melayani dua orang itu bagaikan bawahan mereka.
Ranah Great Grand Master di Kota Sanur yang kecil ini bagaikan Tuan, walau Basri merupakan kepala keluarga Keluarga Darminto di Kota Dama, juga tidak berani bersikap tidak sopan pada mereka!
“Master Narsi, apakah Aron ini akan kembali atau tidak? Kita sudah menunggu selama puluhan hari…”
Hasan bertanya pada Master Narsi.
“Tenang saja, saya sudah mendapatkan informasi kalau orang ini adalah anak yang berbakti, sekarang seluruh dunia sedang mencarinya, dia pasti bersembunyi tapi dia pasti akan pulang untuk berkumpul bersama keluarga saat Festival Pertengahan Musim Gugur, karena dia sudah membuat kita tidak bisa berkumpul dengan keluarga, maka kita juga akan membuat dia tidak bisa bersenang-senang…”
Master Narsi berkata dengan tatapan dingin.
__ADS_1
Aron sudah membunuh muridnya yang paling berharga, dia sudah memperlakukan Canon seperti putranya sendiri.
“Benar, dia sudah membunuh putraku, membuat saya tidak bisa berkumpul dengan keluarga saat Festival Pertengahan Musim Gugur, kali ini saya pasti akan membuat hidupnya lebih buruk daripada kematian!”
Hasan berkata dengan menggertakkan giginya.
Kurniawan dan Basri yang mendengar percakapan kedua pria itu dari samping seketika bergidik ngeri, mereka berharap saat ini Aron berhasil kabur.
Namun pada saat itu, terdengar suara langkah kaki di halaman luar rumah, dan kemudian sosok Aron terlihat di ruang tamu.
“Tuan Aron…”
Kurniawan dan Basri tampak sangat kaget saat melihat Aron!
Master Narsi dan Hasan yang melihat Aron bergegas bangkit berdiri dan terlihat sedikit terkejut!
Mereka tidak menyangka Aron berani langsung mencari mereka di sini.
“Aron, kamu masih berani menunjukkan diri…”
Sekarang, Aron tidak memiliki bantuan beberapa tetua dari Lembah Pengobatan, jadi Hasan tidak takut padanya, apalagi Master Narsi juga ada di sini, Aron tidak mungkin bisa kabur.
Kemudian, Nely, Mars juga berjalan masuk, diikuti oleh Eddyt yang menyusul!
__ADS_1