Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Bertemu Cinta


__ADS_3

Saat Aron menjatuhkan pandangannya pada beberapa gadis itu, dia seketika tercengang, karena para gadis itu bukanlah orang lain, melainkan Nuri dan yang lainnya.


Nuri, Lina, Elen dan Wenny terlihat sedang bermain-main dengan senang menggunakan pakaian renang mereka, mereka berempat membentuk tim berdua dan saling menyiramkan air laut pada satu sama lain.


Aron tercengang di tempat, dia tidak mengerti kenapa Nuri dan yang lainnya bisa datang ke tempat ini, lalu Wenny, bagaimana dia juga bisa muncul di sini?


“Halo gadis-gadis cantik, apakah kalian tertarik untuk naik speedboat dan merasakan angin laut bersama?”


Pada saat itu, seorang pria yang mengenakan kacamata hitam dan berpakaian trendi berjalan mendekati Nuri dan yang lainnya, lalu bertanya dengan wajah tersanjung.


Nuri dan yang lainnya hanya melirik pria itu dan mengabaikannya, karena hari ini entah sudah berapa banyak pria yang memulai percakapan dengan mereka.


Pria itu kembali membuka mulut saat melihat tidak ada orang yang memperdulikannya: “Gadis-gadis cantik, nama saya Riky Basri, Hendra Basri yang merupakan orang terkaya di Kota Lamar ini adalah ayah saya, apakah kalian melihat beberapa speedboat yang berada tidak jauh dari sini? Semua itu adalah milikku…”


Riky mengungkapkan statusnya sebagai putra orang terkaya karena saat dia mengungkapkannya, tidak peduli gadis sependiam apapun akan menunjukkan sikap liar mereka kepadanya.


Namun sayangnya, Nuri dan yang lainnya seolah tidak mendengar perkataannya, dan terus bermain dengan bahagia, tidak ada yang memperdulikannya.


Hal ini membuat Riky sedikit canggung, dan tidak tahu harus berbuat apa untuk sesaat.

__ADS_1


“Tuan Muda Riky, karena mereka mengabaikanmu, untuk apa bersikap hangat pada orang yang bersikap dingin padamu, kami para gadis-gadis yang akan menemanimu…”


Di samping Riky, seorang gadis dengan pakaian yang memikat dan memiliki tubuh yang bagus berkata pada Riky.


Piak!


Riky menampar gadis itu: “Sialan, siapa yang bersikap hangat pada orang yang bersikap dingin denganku, di Kota Lamar ini tidak ada wanita yang tidak bisa saya, Riky, dapatkan…”


Setelah Riky selesai berkata, dia berjalan ke arah Nuri dan yang lainnya dengan wajah marah.


Sedangkan gadis yang tadi baru saja dipukuli menjadi kaget dan tidak bisa mengatakan apapun, dia hanya bisa memegangi wajahnya dan air matanya berlinang.


Kali ini, Riky tidak mengatakan apapun, dia langsung mengulurkan tangannya dan meraih pergelangan tangan Nuri.


Nuri terkejut, awalnya dia berniat untuk melangkah mundur tapi dia sudah diraih oleh Riky.


“Tangan kecil ini, benar-benar sangat lembut dan halus…”


Riky meraih tangan Nuri dan seketika berkata dengan senyuman bejat di wajahnya.

__ADS_1


Melihat Nuri dilecehkan, Lina dan yang lainnya bergegas menghampiri, sedangkan Aron yang berada tidak jauh dari situ juga menjadi sangat marah dan segera berlari menghampiri.


Tapi pada saat itu, sepasang mata Nuri menjadi dingin, dia mencengkram kerah baju Riky dengan satu tangan lalu membantingnya dengan keras dan Riky seketika tersungkur di atas pantai.


Saat ini, Riky yang terbanting tidak bisa bernafas dan terus batuk-batuk.


“Tuan Muda…”


Melihat Riky tersungkur di tanah, tiga pria kekar yang berada tidak jauh dari sana seketika berlari menghampiri dan memapah Riky dengan wajah gugup.


Aron yang awalnya hendak membantu juga menghentikan langkah kakinya, dia menatap Nuri dengan wajah kaget, dia tidak menyangka baru beberapa hari tidak bertemu, Nuri sudah bisa melakukan ilmu bela diri, dan melihat serangan Nuri tadi tampaknya juga sangat kuat.


Aron berdiri diam dan tidak melangkah maju, dia berencana melihat bagaimana Nuri dan yang lainnya menangani masalah ini.


Saat ini, Lina dan yang lainnya sudah berada di sisi Nuri, lalu menatap tajam ke arah Riky dan anak buahnya.


Terutama Lina, tatapan matanya penuh dengan keinginan membunuh, seolah sudah tidak sabar untuk membunuh beberapa orang ini.


“Lina, Paman Danu sudah berpesan kita tidak boleh membuat masalah, kamu jangan terbawa emosi, tunggu setelah Aron datang baru kita bicarakan lagi…”

__ADS_1


Merasakan aura pembunuh dari tubuh Lina, Nuri segera membujuknya.


__ADS_2