
Roddy yang terus bertarung melihat Aron yang sedang termenung dan tidak bergerak tahu ini adalah kesempatan bagi dirinya untuk membalas dendam.
Jadi setelah memaksa mundur seorang Great Grand Master dari Lembah Tanpa Bayangan, dia langsung menerjang ke arah Aron.
“Adon, kali ini saya lihat apakah kamu akan mati…”
Roddy mengarahkan tamparannya ke arah Aron, dan suara angin bersiul terdengar.
“Kak Aron…”
Tommy yang melihat hal itu langsung berteriak pada Aron.
Tapi Aron seolah tidak bisa mendengarnya, dia sama sekali tidak bergerak, dan saat tamparan Roddy sudah di depan mata, Aron bahkan tidak berkedip.
Tommy yang melihat itu menggertakkan giginya dan langsung menghadang di depan Aron.
Bam!
Tamparan Roddy mengenai dada Tommy dengan keras, dan tubuh Tommy langsung terhempas terbang.
Tubuh Tommy menabrak Aron dan langsung terjatuh ke tanah bersama dengan Aron.
Tubuh Aron lalu tersentak dan kembali sadar.
“Tommy, apa yang terjadi padamu?”
__ADS_1
Aron yang tersadar melihat raut wajah Tommy yang ada di sampingnya menjadi pucat dan memuntahkan darah, dadanya menjadi cekung dan beberapa tulang rusuknya jelas patah.
“Kak Aron, tadi Roddy ingin menyerangmu dengan jurus mematikaTommy berkata dengan raut wajah kesakitan.
Aron baru menyadari saat ini seluruh ruangan makam sudah terjadi pertarungan satu sama lain, dan Roddy sedang menatap erat pada Aron.
Melihat Aron tersadar dan menatap dirinya, Roddy terkejut lalu mundur beberapa langkah, namun mengingat Aron sudah cedera berat, kekuatannya berkurang drastis, raut wajah Roddy kembali menunjukkan rasa percaya diri.
“Aron hari ini saya akan membalaskan dendam atas tanganku yang patah…”
Roddy berkata dengan aura pembunuh di sekujur tubuhnya.
Aron segera memapah Tommy dan mengalirkan kekuatan spiritual ke dalam tubuh Tommy, mengurangi rasa sakit Tommy lalu berkata pada Roddy : “Hanya mengandalkan kemampuanmu itu juga pantas membalas dendam padaku?”
“Hm, berhenti berpura-pura, sekarang kamu sudah terluka parah, sepertinya kamu tidak akan sanggup menahan satu tamparanku.” Roddy mendengus dingin dan mengarahkan tamparannya pada Aron.
“Tidak tahu kemampuan sendiri…”
Aron menyeringai dan telapak tangannya mulai memancarkan cahaya keemasan.
Saat tubuh Roddy mendekat, Aron melayangkan tamparan ke arahnya.
Piak!
Tamparan Roddy yang begitu arogan dan mendominasi bahkan tidak bisa menggapai sudut pakaian Aron, dan langsung terbang terhempas oleh tamparan dari Aron.
__ADS_1
Tubuh Roddy menabrak dinding dengan sangat keras, dia langsung memuntahkan seteguk darah dan tatapan matanya penuh dengan kengerian!
“Kamu…kamu bukankah sudah terluka parah?”
Roddy tidak mengerti, Aron yang baru saja kehabisan energi dan terluka parah saat ini seolah berubah menjadi orang lain.
“Walaupun saya terluka berat, untuk membunuh dirimu akan semudah membalikkan telapak tanganku.”
Aron maju selangkah dan langsung tiba di hadapan Roddy.
“Kamu…apa yang ingin kamu lakukan?”
Roddy menatap Aron dan tubuhnya gemetaran.
“Menurutmu?” Aron menatapnya dengan tatapan membunuh.
“Kamu jangan membunuhku, jangan membunuhku…” Roddy menjadi panik, tubuhnya tidak berhenti mundur, dia ingin meminta dua orang Great Grand Master dari Keluarga Tanu untuk melindungi dirinya, tapi sayang sekali dua Great Grand Master itu sedang terjerat pertarungan dengan dua Great Grand Master dari Lembah Tanpa Bayangan dan tidak bisa melepaskan diri.
“Kamu bilang jangan dan saya harus menaatinya? Di saat kamu berniat untuk membunuhku, di saat itu kamu sudah pantas mati…”
Setelah selesai berbicara, aura di tubuh Aron tiba-tiba meledak, lalu kekuatan spiritual yang menakutkan menyembur keluar.
Brak…
Roddy ingin menghindar tapi sudah tidak sempat, dia hanya merasakan pukulan berat di dadanya, dan saat menundukkan kepalanya, dia menemukan sebuah lubang besar yang berdarah di dadanya dan semua organ dalamnya sudah mengalir keluar.
__ADS_1
Bruak…
Sepasang mata Robby membelalak dan dia terjatuh dengan enggan.