
“Gavin, kamu…kamu terlalu tidak tahu malu…”
Bella bangkit berdiri dengan marah, dan ingin menampar Gavin.
Namun saat bangkit berdiri, dia mendapati dia tidak memiliki kekuatan dan energi di dalam tubuhnya juga tidak dapat dikerahkan sama sekali.
Hal ini membuat suasana hati Bella menjadi semakin menjadi-jadi dan tubuhnya gemetar.
“Baginda Bella, jangan mencoba-coba untuk melawan, turuti permintaanku dengan patuh, saya akan memperlakukanmu dengan baik!”
Benny menyeringai dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Bella.
“Baginda, cepat pergi…”
Di saat itu, dua orang murid Istana Lotus yang berdiri di belakang Bella menghunuskan pedang mereka ke arah Benny.
Kedua orang itu menyerang Benny secara bersamaan dari kanan dan kiri.
Benny yang melihat itu mendengus dingin lalu mengulurkan tangannya untuk meraih pedang murid Istana Lotus, dan memelintirnya dengan tenaga!
Biang…
Dua pedang itu patah dan menyisakan setengah bagiannya di tangan Benny.
Benny menghempaskannya dan sebuah kilatan cahaya dingin melintas.
Leher kedua murid Istana Lotus itu seketika memperlihatkan noda darah yang kemudian melebar dan mengucurkan darah!
__ADS_1
Bella menatap dua orang muridnya yang meninggal dengan tragis, matanya membelalak, meskipun dia sudah tidak punya tenaga tapi Bella tetap menghantamkan pukulannya ke arah Benny dengan keras.
Benny meraih dengan satu tangannya dan langsung mencengkeram pergelangan tangan Bella, dan mengendalikan Bella.
“Brengsek, lepaskan saya, kalau punya kemampuan bunuh saya…”
Bella mengumpat dengan marah.
Namun Benny tampak tidak peduli, semakin Bella memakinya dia merasa semakin senang.
“Baginda Gavin, kamu melakukannya dengan sangat baik, setelah saya kembali saya akan meminta orang untuk mengirimkan Pil Penambah Energi kepadamu…”
Benny berkata pada Gavin.
“Tuan Benny terlalu sungkan, kalau begitu tidak baik saya tidak bersikap sopan, saya akan mengutus seseorang untuk mengantar Tuan Benny pulang?”
Gavin berkata dengan datar.
Setelah selesai bicara Benny menggendong Bella dan berjalan keluar.
Bella meronta-ronta dengan putus asa : “Bajingan, lepaskan saya…”
Namun tidak peduli sekuat apa pun Bella meronta, dia tidak bisa melepaskan diri dari Benny dan pada akhirnya dia menggigit pundak Benny dengan keras.
“Ah…”
Benny berteriak kesakitan lalu menggunakan tangannya untuk menebas ke bagian belakang leher Bella!
__ADS_1
Bella seketika pingsan, Benny mengumpat : “Gadis ini cukup kuat, saya suka…”
…
Istana Lotus.
Aila memimpin pasukan untuk berjaga di bagian belakang bukit, tidak jauh dari tempat itu terdapat sebuah gua, Aila tidak mengizinkan siapa pun masuk ke dalam gua.
Namun tidak jauh dari mereka, sebuah bayangan hitam perlahan-lahan muncul, dan setelah melihat Aila dan yang lainnya sekilas dia segera melompat ke belakang bukit dan masuk ke dalam gua dengan cepat.
Pergerakan bayangan hitam itu sangat cepat dan sangat ringan, sama sekali tidak menimbulkan suara, jadi Aila dan yang lainnya sama sekali tidak tahu.
Saat langit semakin gelap, Aila melihat ke arah jam : “Kenapa kakak masih belum pulang? Apakah terjadi sesuatu?”
Aila merasa gelisah dan kelopak matanya selalu bergetar.
Jadi dia pergi ke gerbang istana dan menunggu Bella pulang dengan cemas!
Bintang-bintang sudah terlihat di langit malam, waktu makan malam juga sudah lewat tapi dia belum mendengar kabar tentang Bella dan ini membuat Aila merasa khawatir.
Karena Bella tidak pernah keluar hingga selarut ini, sekarang waktu sudah berlalu begitu lama dan dia belum pulang, ini menandakan ada semacam kecelakaan.
Karena begitu banyak klan dan keluarga bela diri yang tertarik dengan Istana Lotus, dan juga tertarik dengan kecantikan Bella.
Aila yang melihat hal ini segera mengumpulkan anak buahnya dan berniat pergi ke Istana Hewan Surgawi untuk mencari Bella dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Namun saat Aila hendak pergi dengan anak buah Istana Lotus, seseorang berjalan perlahan ke arah mereka.
__ADS_1
Aila mengernyitkan keningnya dan memerintahkan anak buahnya untuk bersiap.