Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Siap-siap Balas dendam


__ADS_3

Lembah Iblis!


Saat ini Khu mengumpulkan semua orang, hari ini Empat Tetua Iblis akan keluar dari pengasingan.


Dan Khu berniat membawa pasukan untuk bertarung hidup dan mati dengan Keluarga Himawan!


Khu tahu, bahwa peluangnya mungkin kecil tapi dia tidak takut!


Aron sudah mati, Khu tidak akan tetap hidup begitu saja, dia harus membalaskan dendam Aron!


Pintu besar Menara Setan perlahan-lahan terbuka, Empat Tetua Iblis berjalan keluar.


Saat Empat Tetua Iblis melihat Khu membawa semua orang dan berjaga di depan pintu Menara Setan, mereka tercengang.


“Tuan Khu, apa yang terjadi di sini?”


Amon bertanya pada Khu.


Raut wajah Khu tampak suram dan terdiam sejenak, karena dia tidak tahu bagaimana cara mengatakannya pada Empat Tetua Iblis.


Setelah beberapa saat, Khu angkat bicara : “Penguasa Lembah Amon, Tuan…Tuan Aron sudah meninggal…”


Perkataan Khu seketika membuat Empat Tetua Iblis terdiam di tempat.


“Khu, omong kosong, Tuan Aron mana mungkin meninggal, sudah berapa lama kami berada di dalam menara?”


Salomo memaki Khu.


​“Kalian sudah berada di dalam menara selama satu bulan lebih, dan selama satu bulan ini, Tuan Aron bersembunyi di wilayah Selatan, namun tetap saja dia berhasil ditemukan oleh Kepala Keluarga Keluarga Himawan, Satria, lalu dia membunuh Tuan Aron…”

__ADS_1


Khu menggertakkan giginya dan berkata dengan sedih!


“Bagaimana mungkin ini terjadi? Bagaimana kamu mendapatkan berita ini?”


Amon tampak tidak percaya dan bertanya.


“Satria sendiri yang mengatakannya, dia bahkan memposting mayat Tuan Aron ke forum bela diri.”


“Saya sudah mengumpulkan semua orang dan sedang menunggu kalian keluar, untuk pergi membalaskan dendam Tuan Aron.”


​Khu berkata.


Sosok Amon goyah dan dia hampir saja terjatuh, Natan yang berada di belakangnya yang memeganginya.


“Keluarga Himawan, saya akan membuat mereka membayar darah dengan darah…”


Robi membawa orang untuk menyerang semua orang di Lembah Iblis, sekarang Satria membunuh Aron.


Ini adalah hutang darah yang harus dibayar dengan darah.


“Satria, persetan dengan seluruh leluhurmu, ayo kira pergi dan bunuh bajingan ini sekarang, untuk membalaskan dendam Tuan Aron…”


​Salomo menggertakkan giginya dan berteriak marah.


“Benar, membunuh Keluarga Himawan, membalaskan dendam Tuan Aron, bunuh satu maka kita impas, bunuh dua maka kita mendapat untung satu…”


Daniel juga menimpali.


Amon berusaha keras untuk menenangkan dirinya lalu setelah beberapa saat dia baru berkata : “Keluarga Himawan memiliki kekuatan yang sangat besar, sekarang jika kita pergi maka sama saja dengan mengantar diri ke kematian.”

__ADS_1


“Tuan Khu, kamu dan pasukanmu tetaplah tinggal di sini, jangan mengantar diri ke kematian dengan sia-sia, kami berempat saja yang pergi!”


Khu yang mendengarnya seketika tercengang : “Penguasa Lembah Amon, jika kalian berempat pergi bukankah itu juga mengantar diri ke kematian dengan sia-sia? Ada begitu banyak orang di sini, kita masih bisa bertarung dengan Keluarga Himawan.”


“Jangan khawatir, tidak satu pun dari kami yang takut mati, karena sudah memilih untuk pergi, maka kami sudah memiliki tekad untuk mati!”


Amon mengibaskan tangannya : “Tuan Khu, jangan salah paham, saya tidak mengatakan kalian takut mati, saya hanya tidak ingin kalian mengantar diri ke kematian dengan sia-sia!”


“Kami berempat saja yang pergi sudah cukup, pada saat-saat kritis terakhir, kami berempat akan meledakkan diri…”


Khu mendengar dua kata meledakkan diri, seketika tercengang.


Biasanya tidak banyak ahli bela diri yang akan memilih untuk meledakkan diri, karena setelah meledakkan diri yang tersisa hanyalah abu dan asap, tidak ada lagi yang tersisa, bahkan mayat sekalipun.


Sedangkan seorang Master Guru meledakkan diri, itu lebih menakutkan lagi!


Khu menatap Amon, dan tidak tahu harus berkata apa.


Dan sekejap mengerti mengapa Amon tidak membiarkan mereka ikut, seorang Master Guru meledakkan diri, tidak akan ada yang tersisa di radius ratusan meter di sekitarnya.


Jika mereka pergi, maka pada akhirnya juga akan berubah menjadi abu!


“Benar, kami bisa meledakkan diri, lagi pula nyawa kami diselamatkan kembali oleh Tuan Aron, jadi kebetulan bisa pergi bersamanya!”


Salomo berkata dengan lantang.


​Khu menggertakkan giginya, tatapan matanya dipenuhi dengan rasa hormat!


__ADS_1


__ADS_2