Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Keluarga Bara Selesai


__ADS_3

Aura Great Grand Master di tubuh Raul mulai meledak dan angin kencang berhembus di seluruh ruang tamu!


Melihat Raul yang menggila, Aron menekan telapak tangannya ke bawah, dan cahaya keemasan yang terlihat dengan mata terlanjang langsung membungkus Raul, membuat aura di tubuh Raul seketika menghilang tanpa jejak!


Tubuh Raul yang dibungkus oleh cahaya keemasan itu berada di bawah tekanan luar biasa yang datang dari segala arah!


Seperti ada dua buah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi sedang mengapit Raul di tengah-tengahnya!


Raul menggertakkan giginya dan berusaha menahan tekanan itu!


Tidak lama kemudian, seluruh lubang di tubuh Raul mengucurkan darah dan tubuhnya juga terpelintir hingga berubah bentuk!


Bam!


Sebuah suara ledakan terdengar lagi, seperti sebuah balon yang meledak!


Seluruh tubuh Raul meledak akibat tekanan yang begitu kuat, bau darah langsung memenuhi udara!


Orang-orang dari Keluarga Bara yang melihat pemandangan itu langsung ketakutan dan melarikan diri.


Yang tersisa pada akhirnya adalah para petinggi dari Keluarga Darminto yang menatap pemandangan itu dengan kaget.


“Tuan Basri, sekarang dua bersaudara dari Keluarga Bara sudah mati, saya berharap kamu dapat secepat mungkin mengakuisisi Keluarga Bara…”

__ADS_1


Aron berkata dan menatap Basri.


Basri yang masih terkejut hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya saat mendengar perkataan Aron : “Baik baik baik…”


“Ke depannya, Keluarga Darminto akan menjadi perwakilanku di kalangan bisnis Kota Dama, dan setelah ini saya akan mengumumkannya di media, jika Tuan Basri memiliki keraguan, kamu bisa mengatakannya sekarang, setelah saya mengumumkannya sepertinya Keluarga Darminto harus bersiap-siap menerima banyak serangan!”


Aron langsung berkata pada Basri.


Karena Aron berniat berurusan dengan Aliansi Seni Bela Diri sampai akhir, maka dia harus menjelaskannya terlebih dahulu, dia tidak ingin ada pemberontak yang muncul di saat-saat kritis seperti hari ini.


“Tidak, bisa berada di bawah komando Tuan Aron adalah kehormatan bagi Keluarga Darminto, berkah yang sudah ditabung beribu-ribu tahun oleh Keluarga Darminto!”


Bari tidak ragu-ragu sama sekali.


Karena dia sudah menyaksikan pertumbuhan Aron, hanya dalam waktu beberapa bulan, Aron yang bukan siapa-siapa sudah berkembang menjadi seseorang yang bisa membuat Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama merasa sakit kepala.


“Tuan Besar, saya salah, saya sudah salah, saya dipaksa hingga tidak punya pilihan oleh Boyca, saya mohon ampuni saya…”


Manajer Wigo berlutut di tanah dan mulai menangis memohon ampun pada Basri.


Basri menatap beberapa petinggi yang berlutut di tanah dengan dingin, tatapan matanya penuh niat membunuh, dia paling benci dengan pengkhianat.


“Tuan Aron, bagaimana kamu ingin mereka ditangani?”

__ADS_1


Basri bertanya dan menoleh pada Aron.


Sekarang, Keluarga Darminto sudah berada di bawah komando Aron, ada beberapa hal yang tentu harus mendengarkan pengaturan dari Aron.


“Kamu tangani saja sendiri!”


Aron berkata dengan enteng.


Basri menatap Manajer Wigo yang berlutut di tanah, sepasang matanya menyipit : “Pengawal, seret pengkhianat ini keluar dan pukul dia sampai mati dengan tongkat, yang lainnya, sita seluruh aset keluarga mereka dan usir mereka dari Keluarga Darminto…”


Meskipun Basri sudah tua, tapi dia tetap menangani masalah dengan tegas, dan kejam!


Namun, bertanggung jawab atas sebuah keluarga besar memang harus kejam, seperti kata pepatah, orang yang dermawan sulit memegang kendali atas kekayaan…


Setelah menangani beberapa petinggi Keluarga Darminto, Aron mengeluarkan sebuah botol kecil dari dalam sakunya.


“Mars, di sini ada beberapa butir Pil Pelatihan Tubuh, kamu berlatihlah dengan bantuan pil obat ini, dan segera meningkatkan kekuatanmu sendiri!”


​Aron tahu, jika hanya mengandalkan dirinya tidak akan bisa melindungi Keluarga Darminto setiap saat, dia harus memikirkan cara untuk membuat kekuatan Keluarga Darminto sendiri menjadi lebih kuat.


Mars menerima Pil Pelatihan Tubuh itu dengan bersemangat dan terus berterima kasih : “Terima kasih Tuan Aron, terima kasih Tuan Aron…”


​“Ke depannya, saya akan meminta Lembah Pengobatan untuk mengantarkan pil obat secara berkala pada Keluarga Darminto, Tuan Basri pilihlah beberapa orang cerdas yang dapat diandalkan, dan segera tingkatkan kekuatan mereka, tidak lama lagi kita mungkin akan mengalami pertempuran berdarah…”

__ADS_1


Tatapan mata Aron dipenuhi dengan aura tegas, Aron tahu dia harus segera menyelamatkan ibunya, mengandalkan kekuatannya sendiri akan terlalu memakan waktu, dan dia tidak ingin menunggu terlalu lama.


Dia harus menyatukan kekuatan sebanyak mungkin dan pada saatnya bertarung mati-matian dengan Keluarga King, namun sayangnya 13 cabang Kuil Naga Langit hanya ada 3 yang berhasil dia temukan, Aron sama sekali tidak tahu di mana cabang lainnya berada.


__ADS_2