Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Ginseng Puluhan Ribuan Tahun


__ADS_3

Belakangan ini, Istana Raja Obat telah menyita hampir seluruh bahan obat berusia ratusan tahun ke atas, dan hanya sedikit yang masuk ke Kota Lingau, oleh karena itu Teras Obat milik Tedi sama sekali tidak memiliki bahan obat ratusan tahun dan tidak mengirimkannya pada Aron.


Hanya saja, keuntungan dari penjualan Pil Peremajaan akan Tedi kirimkan ke rekening Aron tepat waktu, karena hanya Aron yang bisa memberikan Pil Peremajaan.


Aron sudah lama tidak menghubungi Tedi, dan tidak tahu kenapa Tedi tiba-tiba menelponnya?


Aron mengangkat teleponnya dan suara Tedi terdengar dari ujung telepon.


“Saudara Aron, apa kamu masih ingat padaku? Belum lupa padaku kan?”


Tanya Tedi.


“Bagaimana mungkin saya melupakan Kak Tedi, setiap hari rekening saya menerima banyak uang masuk dan itu semua berkat Kak Tedi….”


Aron tersenyum ringan dan berkata : “Kak Tedi tiba-tiba menelponku, apakah ada masalah?”


“Saudara Aron, saya akan memberitahukan sebuah kabar baik padamu, setelah kamu mendengarnya kamu pasti akan sangat bersemangat….”


Tedi berkata dengan bersemangat.


“Kak Tedi, saya sangat sibuk, kalau ada masalah kamu katakan saja langsung…”


Aron tidak terlalu senang dengan tipu daya Tedi.


Tedi juga menyadari ketidaksenangan Aron dan bergegas berkata : “Saya mendapat kabar ada sebuah ginseng yang berusia puluhan ribu tahun muncul di Provinsi Murra…”

__ADS_1


“Apa?” Aron yang mendengar itu seketika bangkit dari sofa.


Ginseng puluhan ribu tahun adalah sesuatu yang sangat sulit didapat, dan kalau bisa mendapatkan ginseng puluhan ribu tahun maka tingkatannya pasti akan meningkat.


Saat ini Aron sedang khawatir karena tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk berkultivasi dan ginseng puluhan ribu tahun muncul tiba-tiba.


“Kak Tedi, apakah beritanya akurat? Kamu jangan menjebakku….”


Aron bertanya dengan tidak percaya.


“Saudara Aron, saya mana berani menjebakmu, apakah kamu masih ingat Tuan Imam Hardi dari Teras Obat?”


Tanya Tedi.


“Iya!” Aron menganggukkan kepalanya.


Tedi menjelaskan pada Aron.


Aron ingat kalau Tedi pernah mengatakan kalau Tuan Imam bukan orang asli Kota Lingau, tidak disangka dia berasal dari Provinsi Murra.


“Kak Tedi, kamu tunggu sebentar saya akan segera pergi ke Kota Lingau, lalu kita temui Tuan Imam….”


Setelah berkata Aron langsung mematikan teleponnya dan langsung berganti pakaian dan pergi.


“Aron, kamu mau pergi kemana? Makanannya akan segera siap!”

__ADS_1


Nuri melihat Aron yang berganti pakaian dan hendak pergi bergegas bertanya padanya.


“Saya tidak mau makan lagi, ada urusan mendesak yang harus kutangani, mungkin saya akan pulang dalam dua hari…”


Aron berbicara sambil berjalan keluar.


“Apa yang akan kamu lakukan? Bagaimana dengan tantangan tiga hari mendatang?”


Nuri bertanya dengan bingung.


“Tenang saja, saya pasti akan segera kembali!”


Setelah berkata Aron langsung berjalan keluar, dia sangat terburu-buru karena tantangan tiga hari kedepan, kalau dia bisa mendapatkan ginseng puluhan ribu tahun dalam beberapa hari ini, maka kekuatannya akan meningkat pesat dan sampai saat itu mungkin dia tidak perlu takut pada Dika lagi.


“Tuan Aron…..”


Melihat Aron berjalan keluar, Jekson dan Lyla bergegas maju.


“Jekson, menyetirlah, kita akan pergi ke Kota Lingau….”


Aron berkata pada Jekson.


Melihat Aron yang begitu terburu-buru, Jekson dan Lyla tidak berani bertanya.


Segera, Jekson mengemudikan mobilnya dan tiga orang itu melaju menuju Kota Lingau.

__ADS_1


Dalam perjalanan atas desakan Aron, Jekson mengemudi dengan sangat cepat dan tiba di Kota Lingau hanya dalam waktu satu jam.


Setelah menemui Tedi, Aron bergegas berkata : “Kak Tedi, ayo kita temui Tuan Imam sekarang….”


__ADS_2