
“Kalau begitu, silahkan masuk!”
Eddyt memperagakan isyarat mempersilahkan.
Devin melambaikan tangannya : “Masuk!
Perkataan Devin membuat Roddy dan Mike berjalan masuk ke dalam Detasemen Perlindungan Hukum.
“Ayah, setelah perjamuan ini, Aliansi Seni Bela Diri tidak akan melindungi Aron lagi, kamu pasti harus membantuku membalaskan dendam.”
Roddy berbisik di telinga Devin.
“Tutup mulutmu dulu, hari ini bukan waktunya untuk membahas masalah ini.”
Devin memelototi Roddy.
Di sisi lain, Eddyt berkata pada Aron : “Tuan Aron, tidak peduli siapapun yang datang mencari masalah hari ini, kamu harus menjaga emosimu, jangan memberikan kesan buruk kepada Tuan Gino dan merugikan dirimu sendiri.”
Aron mengangguk : “Saya mengerti!”
Segera, ada banyak orang yang berdatangan, dan mereka semua merupakan orang-orang dari klan maupun keluarga terkemuka di komunitas bela diri, susunan acara seperti ini membuat Eddyt sedikit kaget dan bertanya-tanya siapa yang mengundang orang-orang ini.
Perlu diketahui, orang-orang ini memiliki posisi yang menonjol dan ingin mengundang mereka sepertinya adalah suatu hal yang sangat sulit.
“Tuan Aron…”
Saat ini, Khu Tang datang bersama dengan Tommy, dan saat bertemu dengan Aron dia segera menyapanya.
__ADS_1
“Kalian juga datang?” Aron sedikit bingung : “Siapa yang mengundang kalian?”
Khu berkata : “Kami semua datang kesini atas undangan dari Aliansi Seni Bela Diri, mengenai siapa yang mengundang saya juga tidak tahu.”
Aron tercengang lalu berkata : “Kalian masuklah dulu!”
Setelah Khu membawa Tommy masuk ke dalam, Eddyt menatap Aron : “Tuan Aron, sepertinya perayaan hari ini akan berlangsung meriah, mungkin orang-orang dari dunia bela diri ini sudah mengetahui kalau Tuan Gino akan datang jadi mereka semua datang kemari untuk menyenangkannya.”
Perkataan Eddyt membuat Aron semakin penasaran dengan Tuan Gino.
Perlahan-lahan, orang yang hadir sudah cukup banyak, sementara Eddyt terus melirik jam tangannya dengan cemas sambil menunggu kemunculan Tuan Gino.
Di saat itu, sebuah mobil limusin mewah muncul dan Eddyt bergegas menyambutnya.
Namun, saat pintu mobil ini dibuka, orang yang turun dari mobil itu adalah sosok yang sangat familiar.
Setelah turun dari mobil, Wiwanto mengabaikan Eddyt dan mempersilahkan seorang lelaki tua keluar dari mobil dengan penuh hormat, lelaki tua itu mengenakan jubah putih dan sepasang matanya berbinar-binar.
Meskipun usia lelaki tua itu sudah tidak muda, tapi dia masih memiliki aura yang kuat.
Menghadapi lelaki tua ini, baik Aron maupun Eddyt merasakan tekanan.
“Ketua…Ketua Arthur, selamat datang…”
Setelah melihat lelaki tua itu, Eddyt segera berkata dengan penuh hormat, bahkan nada bicaranya juga sedikit berubah.
Lelaki tua itu mengangguk kecil sebagai sapaan pada Eddyt, lalu tatapannya jatuh pada Aron.
__ADS_1
“Ini adalah Aron yang membunuh Ichiro Watanabe?”
Lelaki tua itu menunjuk Aron.
“Benar, dia adalah Aron!”
Eddyt menganggukkan kepalanya lalu berkata pada Aron : “Aron, beliau adalah Ketua Aliansi Seni Bela Diri, Ketua Arthur.”
“Halo Ketua Arthur!” Arom menganggukkan kepalanya sebagai sapaan.
Arthur berdehem dan tidak mengatakan apapun, lalu berjalan ke dalam Detasemen Perlindungan Hukum dengan Wiwanto.
“Ketua Arthur, kebetulan sekali…”
Saat Arthur hendak berjalan masuk ke dalam Detasemen Perlindungan Hukum, sebuah mobil tiba-tiba berhenti dan seseorang yang turun dari mobil menyapa Arthur.
“Kepala Keluarga Keluarga King, tidak disangka kamu juga terlambat…”
Arthur melihat orang yang menyapanya dan tertawa.
Sedangkan Aron yang melihat orang yang ada di depannya, tubuhnya tiba-tiba memancarkan aura membunuh dalam sekejap.
Merasakan aura pembunuh yang ada di tubuh Aron, Naveen menatap Aron sambil tersenyum.
Ini adalah pertama kalinya mereka berdua saling menatap satu sama lain dari jarak dekat.
Namun Naveen juga hanya melirik Aron lalu mengalihkan pandangannya dan berjalan ke dalam Detasemen Perlindungan Hukum sambil berbincang dengan Arthur.
__ADS_1