Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Benar-benar tertipu


__ADS_3

Oyong berpikir sejenak lalu mengangguk : “Bos Boyca, saya melakukan ini karena kamu, kalau orang lain, saya tidak akan percaya, kamu transfer saja dulu!”


Boyca mentransferkan 5 triliun dan Oyong menyerahkan Pa Kua itu kepada Boyca : “Bos Boyca, saya dan Guru Febri akan pergi ke toilet dulu, nanti setelah kembali Guru Febri akan membantumu menyuntikkan mantra feng shui, hanya saja kamu harus mengumpulkan uang secepat mungkin!”


“Pasti, pasti…..” Biyca mengambil Pa Kua itu dengan semangat!


Oyong dan Febri pergi keluar, dan di dalam ruangan itu tersisa tetua-tetua keluarga besar di Kota Dama.


Boyca memegang Pa Kua itu dan dia seperti tidak bisa melepaskannya, dan ekspresi puas terlihat dengan jelas di wajahnya!


“Bos Boyca, selamat ya, selamat!”


“Dengan senjata ajaib ini, Keluarga Bara pasti akan menjadi lebih kuat lagi!”


“Meskipun harganya agak mahal, tapi ini adalah barang bagus….”


Semua orang mulai menyelamati Boyca, dan membuat Boyca menjadi lebih bangga lagi!


“Membeli sebuah sampah, apa yang bisa dibanggakan….”


Pada saat ini Aron mendengus dingin!


“Aron, saya rasa kamu ini tidak tahu bersyukur ya, bukankah tadi kamu juga menawar? Sekarang kamu mengatakan ini sampah? Walau ini sampah, Keluarga Bara memilikinya, apa kamu punya?”

__ADS_1


Boyca mencibir!


“Saya rasa dia hanya cemburu, karena Pa Kua ini adalah benda pusaka!”


“Dia hanya seorang bocah ingusan, apa yang dia pahami, tidak usah pedulikan dia!”


“Saya rasa anak ini hanya datang untuk membuat keributan!”


​Semua orang mulai menertawakan Aron!


“Tuan Aron, apa yang harus kita lakukan?” Basri berkata dengan serius, sekarang Pa Kua itu sudah dibeli oleh Keluarga Bara, dan kalau Guru Febri benar-benar melakukan yang dia katakan, maka keberuntungan Keluarga Bara akan menjadi semakin makmur, dan Keluarga Darmanto cepat atau lambat akan dihancurkan oleh Keluarga Bara!


Aron tersenyum pada Basri dan tidak mengatakan apapun, dia hanya mengibaskan tangannya dengan ringan, dan tiba-tiba suara Oyong dan Febri terdengar di ruangan itu, seolah-olah ada pengeras suara yang diputar, dan semua orang seketika tercengang dan mendengarkan dengan tenang!


“Hahaha, hari ini sangat menyenangkan, orang-orang itu memang sekelompok orang kaya yang bodoh, hanya sepotong kayu busuk, bisa terjual 10 triliun!”


“Kali ini benar-benar tidak terduga, para master itu bahkan berani menyebut dirinya master, sekelompok orang buta, sebaliknya Aron itu malah menyadari kalau Pa Kua itu bukan senjata ajaib, untung saya cerdas dan tidak mengizinkan dia mengidentifikasinya….” Kata Febri!


“Kali ini merepotkan Guru Febri, nanti setelah kembali saya akan mengantarkan uang ini langsung ke rumah Guru Febri, namun untuk menyuntikkan mantra feng shui masih harus mengandalkan usaha dari Guru Febri!” Oyong berkata.


“Mantra feng shui apanya, mantra itu bukan sesuatu yang bisa diselesaikan langsung, nanti saya akan menggunakan sedikit sihir untuk menipu sekelompok orang itu, mereka juga tidak akan menyadarinya, nanti setelah mereka menyadarinya kita juga sudah pergi….”


“Hahahaha…….”

__ADS_1


Dua orang itu tertawa terbahak-bahak bersama.


Saat ini, semua orang yang ada di dalam ruangan tercengang, mereka melihat sekeliling dengan putus asa, dan menemukan kalau di ruangan itu tidak terpasang pengeras suara atau apapun, tapi itu memang benar-benar suara Oyong dan Febri.


Pada saat ini raut wajah yang paling jelek adalah Boyca, kalau hal ini benar, maka dia sudah dibodohi, karena senjata ajaib itu dia yang membelinya!


Boyca menatap Master Rahman yang di sebelahnya dengan kaget : “Master Rahman, katakan dengan jujur padaku, sebenarnya Pa Kua ini benar-benar senjata ajaib atau bukan?”


Pada saat ini Master Rahman sudah sangat canggung dan mengernyitkan keningnya : “Bos Boyca, apakah Pa Kua ini senjata ajaib atau bukan, saya sebenarnya tidak bisa melihatnya….”


“Tidak mungkin, bukankah kamu sudah mengaktifkan mantra yang ada di dalam? Kenapa tidak bisa melihatnya?”


​Boyca bertanya dengan tidak percaya.


Wajah Master Rahman memerah, sudah sampai saat seperti ini dia hanya bisa mengatakan yang sejujurnya : “Sebenarnya itu hanyalah sedikit teknik sihir yang saya lakukan karena mendesak, saya tidak bisa memeriksa mantra atau sihir apa yang ada di dalam Pa Kua ini, mengenai Guru Febri itu benar-benar mengaktifkan mantra atau tidak, saya juga tidak tahu, perbedaan kekuatan kami terlalu jauh…..”


Mendengar perkataan Master Rahman, Boyca tercengang.


“Tuan Aron, ternyata kamu sudah mengetahuinya sejak awal ya?”


Basri menatap Aron dengan kaget dan bertanya padanya.


“Bukankah saya sudah mengatakan kalau Pa Kua itu hanya sepotong kayu busuk, tapi tidak ada yang percaya….”

__ADS_1


Aron tersenyum ringan!


Saat semua orang mendengar ucapan Aron, wajah mereka memerah karena malu, tadi mereka terus menghina Aron, tidak disangka kalau dia adalah master yang sesungguhnya!


__ADS_2