
“Tidak perlu, karena mereka ingin bertarung maka lakukan saja!”
Aron mengibaskan tangannya, lalu berkata : “Saya juga akan mengasingkan diri selama beberapa hari, kalau tidak ada masalah lain jangan mencariku!”
“Baik!”
Eddyt mengangguk.
Di saat ini, seorang anggota Detasemen Perlindungan Hukum bergegas menghampiri.
“Ketua Detasemen, ada orang yang datang untuk bertemu dengan Instruktur Aron!”
Kata anggota Detas Perlindungan Hukum itu.
“Siapa?” Eddyt tercengang!
Pada saat ini, Aron bisa dibilang sebagai kentang panas yang ada di komunitas bela diri Kota Dama, siapa yang berani mendekati Aron sama saja dengan melawan Aliansi Seni Bela Diri!
Sekarang, tiba-tiba ada orang yang datang mencari Aron, ini membuat Eddyt sangat heran.
“Dia mengatakan, namanya Lion…”
Kata anggota Detasemen Perlindungan Hukum itu.
“Kenapa dia datang kemari?” Aron merasa sedikit kaget!
Sejak berpisah di makam kuno, Aron tidak pernah bertemu dengan Lion lagi, namun kesannya terhadap Lion tidak buruk.
Mengikuti anggota Detasemen Perlindungan Hukum itu berjalan ke ruang utama, Aron menemukan Lion yang sedang duduk menyeruput teh!
Melihat Aron datang, Lion segera bangkit berdiri dan berkata dengan tatapan kagum : “Aron, kamu hebat sekali, berani terang-terangan menyerang Aliansi Seni Bela Diri, saya sudah lama tidak senang dengan orang-orang itu, hanya saja tidak berani menunjukkannya, kamu benar-benar sangat hebat!”
Aron tersenyum ringan : “Saya hanya terpaksa melakukannya…”
“Lakukan saja dengan berani, saya akan mendukungmu, sekarang Aliansi Seni Bela Diri merajalela, tentu harus ada orang yang melawan!”
__ADS_1
Lion menepuk pundak Aron!
Aron tersenyum : “Saudara Lion mencariku, apakah hanya datang untuk menyanjungku?”
“Hahaha, menyanjungmu mana perlu datang kesini, saya bahkan bisa membeli akun spam untuk menyanjungmu di forum bela diri, saya datang mencarimu karena ada urusan penting!”
Lion menatap sekelilingnya dan berkata.
“Ini adalah Detasemen Perlindungan Hukum, tidak akan ada mata-mata!”
Aron merasa heran apa yang ingin Lion katakan sampai begitu rahasia.
“Aron, apakah kamu masih ingat pada Robi?”
Tanya Lion.
Aron mengangguk : “Tentu saja ingat!”
Saat itu Robi bahkan mengancam Aron, bagaimana Aron bisa melupakannya!
“Berhati-hatilah dengan anak itu, saya dengar dia sedang mengincar harta karun di tanganmu!”
Lion berbisik.
Aron sama sekali tidak peduli, Arthur sebagai Ketua Aliansi Seni Bela Diri yang datang menemui Aron secara langsung untuk mendapatkan Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil saja langsung ditolak oleh Aron, dia tidak akan takut pada Robi.
Tanya Lion.
Aron mengangguk : “Tentu saja ingat!”
Saat itu Robi bahkan mengancam Aron, bagaimana Aron bisa melupakannya!
“Berhati-hatilah dengan anak itu, saya dengar dia sedang mengincar harta karun di tanganmu!”
Lion berbisik.
__ADS_1
Aron sama sekali tidak peduli, Arthur sebagai Ketua Aliansi Seni Bela Diri yang datang menemui Aron secara langsung untuk mendapatkan Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil saja langsung ditolak oleh Aron, dia tidak akan takut pada Robi.
“Mudah memprovokasi seorang penjahat, tapi sulit melawan orang berpikiran sempit, Robi itu sangat jahat, kekuatan Keluarga Harman tidak kalah dengan Aliansi Seni Bela Diri, kamu harus berhati-hati!”
Lion memperingatkan.
“Iya, terima kasih atas peringatannya saudara Lion!” Aron berkata dengan rasa berterima kasih.
Lion tinggal sebentar lalu pergi, sementara Aron mengeluarkan Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil dan bersiap untuk mengasingkan diri dan berlatih selama beberapa hari!
Namun saat dia sedang bersiap-siap, Aron dipanggil lagi!
“Ketua Detasemen Eddyt, ada apa lagi?”
Aron berjalan keluar dari kamar dan bertanya pada Eddyt.
“Tuan Aron, ada orang yang mencarimu lagi!”
Kata Eddyt.
“Siapa?”
Aron sedikit bingung, apa yang terjadi hari ini sampai-sampai semua orang datang mencarinya, dia bahkan tidak bisa mengasingkan diri untuk berlatih.
“Robi dari Keluarga Himawan!”
Setelah Eddyt selesai bicara, terlihat Robi yang masuk bersama rombongannya.
Di belakang Robi, lelaki tua bungkuk itu masih tetap mengikuti, namun kali ini di samping Robi terlihat seorang pria pendek yang sangat kurus.
“Saudara Aron, kita bertemu lagi…”
Robi berkata dengan wajah penuh senyuman dan membuatnya terlihat ramah.
Namun Aron tahu, harimau tersenyum adalah yang paling menakutkan.
__ADS_1