Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di ikuti Kultivator Kuat


__ADS_3

Orang ini adalah putranya Boyca, Chris Bara, dia hanya beberapa bulan lebih muda dibandingkan Roy, kedua anak ini lahir di tahun yang sama, hanya saja mereka berdua malah memiliki nasib yang berbeda, Ken adalah putra dari kepala keluarga, Dika, oleh karena itu statusnya di Keluarga Bara menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Chris.


Dan oleh karena itu jugalah Keluarga Bara membekali Roy dengan berbagai latihan sejak kecil, sehingga Roy bisa mencapai tahap master di usia muda dan Chris hanyalah seorang playboy, dia tidak iri dengan latihan Roy, dia hanya akan menghabiskan uangnya untuk bermain wanita bahkan sejauh ini dia belum memasuki dunia seni bela diri.


Boyca sangat membenci putranya yang tidak memenuhi harapannya ini, dan berharap dia bisa langsung memukulinya sampai mati….


“Tutup mulutmu, apa yang kamu pahami….”


Boyca berteriak marah pada Chris.


Chris melihat ayahnya marah dan langsung membanting sumpit di tangannya : “Tidak mau makan lagi, saya mau keluar….”


Chris bangkut berdiri dan pergi, sepertinya pergi ke penginapan untuk bersenang-senang!


“Anak durhaka, sampah, kalau bukan karena kamu anak kandungku, saya pasti sudah menamparmu sampai mati…..”


Boyca berteriak keras, dan Chris sepertinya tidak mendengarnya.

__ADS_1


Setelah Chris pergi, Boyca menatap meja yang penuh dengan hidangan di depannya dan tidak selera makan sama sekali, dia langsung membanting meja dengan keras dan langsung menghancurkan seluruh meja itu hingga berkeping-keping, dan ini sudah cukup untuk membuat para pelayan di sampingnya kaget dan ketakutan.


Pada saat ini, kepala pelayan keluarga Bara berjalan masuk dengan buru-buru, dan saat melihat kekacauan di lantai, dia melambaikan tangannya dan para pelayan segera membersihkannya.


“Tuan Ketiga, saya sudah mencari tahu kalau Aron memang berhasil menyembuhkan putra dari Pemimpin Hemdy, dan sekarang Pemimpin Hendy memperlakukan Aron dengan penuh hormat…..”


Kepala pelayan melaporkan pada Boyca.


Boyca yang mendengarnya seketika menunjukkan ekspresi yang lebih jelek lagi : “Sialan, bocah ini ternyata punya kemampuan juga, bahkan bisa menjalin hubungan baik dengan Hendy, sepertinya kita akan sulit turun tangan padanya di Kota Dama, hanya bisa menunggu sampai kakak besar keluar dan membuat rencana…..”


“Tuan Ketiga, kali ini saya juga mencari tahu tentang informasi lainnya….”


Raut wajah Boyca berubah lagi, dan pada akhirnya dia terlihat kaget : “Apakah yang kamu katakan itu benar?”


“Sangat benar, saya mengetahui ini dari pelayan yang ada di rumah Pemimpin Hendy.”


Kepala pelayan itu menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Hahaha, bagus sekali, kalau begitu kita bisa meminjam pisau untuk membunuh orang!” Boyca mengangkat wajahnya dan tertawa terbahak-bahak : “Kamu segera hubungi orang dari Desa Ikigaru, saya mau bertemu dengan mereka….”


“Baik!” Kepala pelayan mengangguk lalu pergi.


Pada saat ini suasana hati Boyca menjadi baik dan matanya bersinar cerah : “Aron oh Aron, kamu menyinggung siapapun tidak masalah, tapi malah menyinggung orang dari Desa Poison, kali ini saya mau lihat kamu masih bisa keluar dari Kota Dama dengan selamat atau tidak…..”


……………


Di sisi lain, Aron sedang berjalan di jalanan Kota Dama yang ramai, dan penuh dengan hiruk pikuk lalu lintas, Aron berjalan di trotoar dan memandangi lampu-lampu indah di kedua sisinya.


Tapi saat Aron sedang berjalan perlahan tiba-tiba dia merasakan ada sosok yang hadir di belakangnya dan sedang memata-matai dirinya dengan indera spiritualnya.


Raut wajah Aron berubah tanpa sadar dan jantungnya mulai berdetak lebih kencang.


Bisa menggunakan indera spiritual untuk memata-matai seseorang selain kultivator, tidak ada orang lain lagi, walau ahli sihir sekuat apapun tidak akan mempunyai indera spiritual.


Aron juga baru memiliki indera spiritual setelah memasuki tahap Inedia, hanya saja indera spiritual Aron masih sedikit lemah, kalau bukan karena Aron sudah memiliki indera spiritual sepertinya dia tidak akan menyadari kalau ada orang yang sedang memata-matainya.

__ADS_1


Aron tidak berani bicara, dan tidak berani melakukan pergerakan yang tidak diperlukan, dia hanya bisa berpura-pura tidak tahu dan terus berjalan ke depan.


Aron merasa bersemangat sekaligus gugup, ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan kultivator selain Liu Khang, tetapi dia tidak tahu pihak lain adalah lawan atau kawan, dan kenapa dia memata-matai dirinya.


__ADS_2