Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Aron Tak Berdaya


__ADS_3

Aron melihat Devin yang tidak terpancing tahu dia harus bertarung, jadi dia menatap Devin dengan dingin dan aura di tubuhnya mulai memuncak, di antara beberapa orang ini hanya Devin yang menjadi ancaman terbesar baginya.


Melihat aura di tubuh Aron memuncak, Devin tersenyum : “Apakah kamu masih memiliki keberanian untuk bertarung? Saya beritahu, walau kamu bertarung semuanya sia-sia, salah satu jalan keluarmu adalah menyerahkan Kristal Naga…”


Aron tidak mengatakan apapun, tapi tiba-tiba seberkas cahaya keemasan muncul di tubuhnya dan aura menakutkan menyapu ke arah Devin.


Tubuh Aron juga melesat ke arah Devin dalam sekejap.


Dia harus menyerang Devin secara mendadak, kalau dia bisa mengalahkannya dalam satu pukulan itu adalah yang paling baik.


Devin menyipitkan matanya dan menyeringai, sepertinya dia sudah menduga Aron akan menyerangnya.


Terlihat telapak tangan Devin terulur, dan di hadapan mereka muncul sebuah cahaya keemasan yang membentuk sebuah dinding dan melindungi tubuh Devin.


“Saya sudah mendengar kalau kamu memiliki tubuh emas yang tidak bisa dilukai, kebetulan saya juga sedikit memahaminya jadi saya akan bermain denganmu hari ini…”


Sambil berkata, tubuh Devin juga mulai memancarkan cahaya keemasan.


Aron tampak kaget saat melihat pemandangan ini tapi masalah sudah sampai di titik ini, Aron juga tidak mungkin berhenti kecuali dia benar-benar menyerahkan Kristal Naga, tapi Aron tidak akan melakukannya, terlepas dari betapa pentingnya Kristal Naga baginya, hanya fakta bahwa Kristal Naga itu didapatkan dengan menukarkan nyawa Wenny, dia tidak akan menyerahkan Kristal Naga itu kepada siapa pun.

__ADS_1


Bam…


​Tinju Aron menghantam tubuh Devin, setelah semburan cahaya terdengar suara ledakan keras, perisai emas yang menghadang di depan Devin mulai hancur dan menghilang sedikit demi sedikit.


Devin terlihat sedikit berbeda, lalu berkata dengan tercengang : “Pantas saja adik keduaku tidak bisa menyerangmu, hanya dengan satu pukulan ini sudah melebihi kekuatan Great Grand Master tingkat tiga, sepertinya banyak orang yang tertipu oleh penampilan luarmu…”


“Jangan omong kosong…”


Aron yang gagal menghabisinya dalam satu pukulan berkata dengan dingin, lalu mengarahkan satu pukulan keras lagi ke arahnya.


Kali ini, dia menggunakan kekuatan spiritualnya dengan ekstrim, menghadapi situasi di depan ini Aron tidak berani ceroboh.


Dang…


Bunyi benturan logam yang keras terdengar, raut wajah Aron sedikit berubah dan tubuhnya terpental ke belakang.


Pukulan tadi alih-alih melukai Devin, malah membuat tangan Aron sendiri sedikit mati rasa.


“Bagaimana mungkin?”

__ADS_1


Wajah Aron penuh kebingungan, perlu diketahui pukulannya tadi bisa meruntuhkan dinding besi yang keras, tapi tidak bisa melukai tubuh Devin.


“Meskipun kekuatanmu tidak buruk, tapi kamu terlalu muda, orang yang sudah berlatih selama puluhan tahun sepertiku, jika tidak bisa mengalahkan bocah sepertimu, bukankah akan diolok-olok oleh dunia, saya rasa sebaiknya kamu tidak perlu membuang energimu lagi, serahkan Kristal Naga maka saya akan mengampuni nyawamu…:


Devin mencibir.


“Berhalusinasi lah…”


Setelah berkata, Aron kembali mengangkat tangan kanannya dan dalam sekejap Pedang Naga muncul di tangan Aron.


Darah mengalir di atas Pedang Naga, dan tidak lama kemudian darah itu mulai membara.


“Ternyata masih ada kartu andalan…”


Devin tercengang, lalu aura di tubuhnya melonjak dan wajahnya mulai menjadi gelap.


Pada saat bersamaan, Devin dan yang lainnya melihat Aron mengeluarkan Pedang Naga, juga mengeluarkan pedang mereka dengan santai, hanya saja pedang mereka yang semula pendek berubah menjadi sepanjang 10 kaki saat di tangan empat pria itu.


Empat orang itu kemudian menghunuskan pedang mereka ke empat arah dan mulai menggumamkan mantra, tidak lama kemudian sebuah cahaya menyala, dan cahaya itu langsung mengepung Aron dan Devin, seolah membentuk ruang tertutup.

__ADS_1


__ADS_2