Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Merasa Seperti Pria tak berguna


__ADS_3

“Aron, jangan buang-buang energi, cepat pergilah…”


Nuri melihat Aron bersikap seperti itu juga membujuknya dengan sedih.


“Saya mau mengeluarkan kamu dari sini…”


Aron menggertakkan giginya dan meledakkan seluruh kekuatan spiritualnya.


Pada saat itu, suara langkah kaki terdengar dari luar penjara bawah tanah dan Robi yang mendengar itu mengetahui seseorang sedang berjalan masuk lalu menarik Aron dengan panik : “Cepat pergi, ada yang datang…”


Robi menarik Aron masuk ke dalam pintu masuk yang gelap dengan sebuah lompatan, dan saat keduanya melewati pintu itu, pintu masuk itu langsung menghilang, seolah tidak ada yang pernah datang kemari.


Di saat Robi dan Aron baru pergi, Arthur membawa seseorang berjalan masuk, Arthur mengernyitkan keningnya dan melihat sekeliling.


“Apakah ada yang datang kemari?”


Arthur bertanya pada dua penjaga.


“Ketua Aliansi, tidak ada yang datang kemari!”


Salah seorang penjaga menjawab.


Arthur merenung sejenak lalu berkata kepada dua penjaga itu : “Awasi dengan baik, tidak ada yang boleh masuk ke tempat ini tanpa seizinku!”


“Siap laksanakan!”


​Kedua penjaga itu membungkuk kecil!

__ADS_1


Setelah melirik Nuri, Arthur berbalik dan pergi.



“Kamu ingin mati ya?”


Di gang yang ada di samping Aliansi Seni Bela Diri, Robi memelototi Aron!


Kalau Robi tidak menarik Aron keluar tadi, maka mereka berdua akan ketahuan.


Dengan kekuatan mereka berdua, sepertinya mereka akan dikalahkan dalam sekejap.


Aron melihat ke dinding Aliansi Seni Bela Diri dan tidak mengatakan apapun, tapi kilatan dingin melintas di matanya!


Melihat sikap Aron, Robi berkata dengan ringan : “Jangan lupa hal yang kamu janjikan padaku besok!”


Setelah berkata, Robi berbalik dan pergi!


Setelah kembali ke Detasemen Perlindungan Hukum, Eddyt yang melihat Aron segera bertanya : “Tuan Aron, apa sudah bertemu dengan Nona Nuri?”


Aron mengangguk namun suasana hatinya sedang buruk, pacarnya dikurung di dalam penjara bawah tanah Aliansi Seni Bela Diri, dan dia tidak bisa melakukan apapun, Aron merasa dirinya sangat tidak berguna.


Di saat ini, Lina berjalan keluar dari kamar Aron dan saat melihat Aron, dia segera bertanya : “Aron, apakah sudah bertemu dengan Nuri? Apakah dia baik-baik saja?”


Aron tercengang lalu menatap Eddyt.


Eddyt menjawab dengan rasa bersalah : “Saya yang memberitahu Nona Lina.”

__ADS_1


Aron tidak memberitahu Lina karena takut dia akan khawatir, sekarang karena dia sudah tahu, jadi dia hanya bisa mengangguk : “Sudah bertemu, Nuri baik-baik saja!”


“Ternyata memang orang-orang dari Aliansi Seni Bela Diri yang menangkap Nuri, orang-orang ini benar-benar sangat jahat.”


Lina berkata dengan marah.


“Cepat atau lambat saya akan membuat mereka membayar harganya!”


Aron menggertakkan giginya dan tatapan matanya penuh kobaran api kemarahan, kali ini, kebenciannya kepada Aliansi Seni Bela Diri sepertinya sudah tidak bisa dipadamkan.


“Aron, saya dengar Ketua Detasemen Eddyt mengatakan kamu akan pergi ke Pulau Naga bersama seseorang, saya juga ingin pergi bersamamu, kebetulan saya juga bisa menemui Wenny.”


Kata Lina.


“Tidak boleh, kamu harus menetap di Detasemen Perlindungan Hukum, saya akan kembali dalam beberapa hari.”


Aron langsung menolak, saat ini Aron tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh Robi.


Jika Lina ikut dengannya maka akan berbahaya.


Lina melihat Aron yang menolak masih ingin mengatakan sesuatu tapi Aron mengibaskan tangannya : “Saya sedikit lelah, saya akan beristirahat dulu!”


Setelah menemui Nuri kali ini, menjadi sebuah pukulan berat untuk Aron, melihat wanitanya sendiri dikurung di dalam penjara dan dia tidak bisa melakukan apapun, hal seperti ini akan membuat siapa saja merasa tertekan.


Lina ingin mengejar tapi Eddyt menghentikannya : “Nona Lina, sebaiknya kamu membiarkan Tuan Aron menenangkan diri, mungkin dia sedang merasa sedih.”


Lina yang mendengarnya menghentikan langkah kakinya, dia menatap Aron yang berjalan masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar!

__ADS_1


Lina dan Eddy tsaling bertatapan tapi keduanya hanya bisa pergi dan tidak ada yang mengganggu Aron.



__ADS_2