Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Tuan Muda yang tak berdaya


__ADS_3

Di sisi lain, Aron sudah memukul wajah August hingga menjadi sebuah kepala babi!


“Mengaku kalah atau tidak? Mengaku kalah atau tidak?”


Setiap Adon bertanya, dia akan menampar wajah August dengan keras!


Saat ini wajah August bengkak seperti kepala babi, dia bahkan tidak bisa berbicara, bagaimana dia bisa mengakui kekalahannya?


August hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan putus asa, tapi Aron seolah-olah tidak melihatnya.


“Bukankah kamu sangat sombong? Bukankah Keluarga King kalian sangat hebat?”


“Hari ini saya akan membunuh kesombongan dalam dirimu!”


“Kalian Keluarga King bukan apa-apa, hanya sekelompok orang rendahan!”


Aron memukul sambil berhitung, ini membuat Naveen yang berada di tribun penonton hampir mati kesal.


Melihat August yang sudah dipukuli hingga seperti ini, tatapan mata Aron berkilat dan kemudian telapak tangannya dibungkus dengan cahaya keemasan!


“Tahun depan, hari ini akan menjadi hari peringatan kematianmu…”


Aron sudah berniat untuk membunuhnya dan mengarahkan tamparannya ke kepala August.


​Semua orang melihat Aron mengabaikan peraturan dan benar-benar ingin membunuh August seketika tercengang!


“Hentikan…”


Wiwanto yang melihat ini berteriak marah, lalu sosoknya berubah menjadi kilatan dan aura menakutkan menekan ke arah Aron!


“Berani mengabaikan aturan Aliansi, pantas mati…”

__ADS_1


Wiwanto melihat Aron benar-benar ingin membunuh August jadi dia akan menggunakan alasan ini untuk menghabisi Aron!


Aron menatap Wiwanto, tatapannya sedingin es : “Saya rasa yang pantas mati adalah kamu…”


Bam…


​ARon tidak menunjukkan kelemahannya, dia menghantamkan tinjunya dengan ganas ke arah Wiwanto!


Kedua tinju itu bertabrakan dan membuat tanah bergetar!


Wiwanto merasakan kekuatan yang luar biasa datang kepadanya, tubuhnya melangkah mundur dan merasa pergelangan tangannya mati rasa!


Sedangkan tubuh Aron terhempas ke belakang dan August yang ada di tangannya terlempar ke atas tanah!


August yang tergeletak di tanah berusaha mati-matian merangkak ke arah Wiwanto, dia tidak ingin mati.


Jejak darah terlihat di tempat August merangkak, saat ini August sudah sangat menyedihkan, tidak lagi terlihat seperti Tuan Muda Keluarga King.


Melihat August yang terus merangkak ke arah Wiwanto, sepasang mata Aron menyipit dan mengarahkan sebuah tamparan ke arah August.


Tamparan ini berisi semua kemarahan yang Aron rasakan di dalam hatinya selama beberapa waktu ini.


Kemarahan atas ibunya yang disekap selama dua puluh tahun.


Kemarahan karena Nuri yang ditangkap dan dijadikan kelinci percobaan.


Semua kemarahan ini terus tertahan di dalam hati Aron, dan ini adalah saat yang tepat untuk meledakkannya!


“Dasar bocah kurang ajar, berani melakukan pembunuhan di depan mataku…”


Wiwanto menjadi marah, sebagai Ketua Dewan Aliansi, Aron benar-benar tidak menganggap serius dirinya.

__ADS_1


Sambil berkata, Wiwanto melayangkan tamparannya dan kedua orang itu seketika bertabrakan lagi!


Tubuh Aron mundur dengan cepat, sementara tubuh Wiwanto bergoyang, lalu meraih August dengan santai dan melemparkannya ke hadapan Naveen dengan ringan.


“August…”


Naveen segera menangkap August, melihat kondisi putranya yang menyedihkan, wajah Naveen dipenuhi dengan kemarahan.


“Kepala keluarga, sebaiknya kita segera membawa Tuan Muda ke rumah sakit untuk mengobati lukanya!”


Teflon menatap August yang menjadi seperti ini merasa sangat senang dalam hatinya, namun raut wajahnya tetap terlihat sangat cemas.


“Ayo…”


Naveen memelototi Aron dan menggendong August dan berjalan keluar dari arena dalam sekejap.


Melihat Naveen membawa August pergi, Aron menatap Wiwanto dengan marah : “August sudah pergi, maka kamu yang akan mewakili dia untuk mati…”


Suara Aron tidak keras, tapi semua orang dapat mendengarnya dengan jelas.


Aron secara terang-terang menantang Wiwanto?


Bukankah ini sama saja dengan cari mati, merasa dirinya sudah hidup terlalu lama di dunia?


Saat Wiwanto mendengar hal itu, dia tersenyum sinis : “Nak, kamu terlalu arogan, apakah kamu merasa karena sudah mengalahkan August, kamu sudah tidak tertandingi?”


“Saya tidak tahu apakah saya tertandingi atau tidak, yang saya tahu, hari ini kamu harus mati, berani menangkap pacarku, saya tidak akan mengampunimu!”


Setelah Aron bicara, keinginan membunuh yang mengerikan meledak dari tubuhnya, aura pembunuh yang tidak ada habisnya memenuhi udara dan mata Aron mulai menjadi merah!


__ADS_1


__ADS_2