
“Tuan Aron, Kepala Keluarga Keluarga Ewa , Anton Ewa ingin bertemu denganmu, tidak tahu apakah Tuan Aron punya waktu atau tidak?”
Saat ini, Lucas menghampiri Aron dan bertanya dengan suara pelan padanya.
“Dimana dia?”
Aron juga ingin melihat-lihat hadiah besar apa yang disiapkan oleh Keluarga Ewa kepada dirinya.
“Tuan Aron, silahkan ikut denganku…”
Sambil berkata, Lucas menuntun Aron berjalan ke belakang.
Setelah melewati sebuah koridor dan sampai di depan sebuah kamar pribadi, Lucas membuka pintu, Aron melihat seorang pria tua yang seumuran dengan Lucas, sedang duduk di dalam dengan pelipisnya yang sudah dipenuhi uban.
“Tuan Rumah Lucas…” Lelaki tua itu bergegas bangkit berdiri untuk menyambut saat melihat Lucas.
“Kepala Keluarga Keluarga Ewa, ini adalah Tuan Aron…”
Lucas menunjuk Aron yang ada di belakangnya sambil berkata.
Anton bergegas berjalan ke hadapan Aron: “Saya sudah mendengar reputasi Tuan Aron di mana-mana, namun sayangnya belum berkesempatan untuk bertemu, hari ini akhirnya saya memiliki keberuntungan untuk bertemu dengan Tuan Aron…”
__ADS_1
Sikap Anton sangat sopan, karena reputasi Aron sudah terdengar olehnya dan dia tidak bisa menahan diri untuk bersikap sopan.
“Kepala Keluarga Keluarga Ewa terlalu sungkan…”
Aron tersenyum tipis, tapi dia bisa melihat kalau Keluarga Ewa pasti ingin memohon sesuatu padanya.
Setelah beberapa orang itu masuk ke dalam ruangan, Anton menuangkan segelas teh secara langsung untuk Aron.
“Kepala Keluarga Keluarga Ewa, kamu memintaku untuk mengundang Tuan Aron kemari, pasti ada masalah bukan?”
Lucas langsung mengungkapkan pengantar.
“Benar, saya memiliki sebuah benda pusaka di sini, di simpan di kediaman Keluarga Ewa dan itu merupakan penyia-nyiaan barang pusaka, jadi saya ingin memberikannya kepada Tuan Aron…”
Sambil berkata, Anton membuka tas kulit di sampingnya, dan mengeluarkan sebuah barang yang terbungkus rapat di dalam tas kulit itu.
Tempat dupa perunggu itu hanya seukuran telapak tangan, meskipun terlihat berkarat namun ukiran yang terukir di atasnya sangat jelas.
“Tuan Aron, ini adalah tempat dupa perunggu yang ditemukan oleh leluhur kami, dengar-dengar sudah memiliki sejarah ribuan tahun, dan selalu di simpan di dalam rumah, saya ingin menghadiahkannya kepada Tuan Aron, semoga benda ini berguna untuk Tuan Aron…”
Anton menyerahkan tempat dupa itu ke depan Aron.
Leluhur Keluarga Ewa adalah perampok makam, meskipun dia tahu itu didapatkan dari merampok makam, Aron tidak membeberkan Anton.
__ADS_1
Aron tidak terlalu mengerti tentang peninggalan budaya, namun dia sedikit kecewa saat melihat tempat dupa perunggu yang kecil ini, tempat dupa perunggu sekecil ini bisa digunakan untuk apa?
Aron perlahan merasakan dan tidak merasakan keberadaan energi spiritual di dalam tempat dupa perunggu ini, itu artinya tempat dupa perunggu ini sama sekali tidak ada gunanya bagi Aron.
Namun Aron masih menerima tempat dupa perunggu itu, dia mencoba menutupi tempat dupa perunggu itu dengan kekuatannya untuk menyelidiki lebih dalam, namun seketika, Aron merasakan sebuah perasaan yang akrab.
Setelah memikirkannya, Aron mengernyitkan keningnya, dia menggerakkan kekuatan spiritual di seluruh tubuhnya dan membentuk gelombang demi gelombang, yang secara bertahap mengarah ke tempat dupa perunggu itu.
Ng ng ng…
Terdengar suara dengungan dan lapisan karat berwarna hijau dari tempat dupa perunggu itu terkelupas dan tempat dupa perunggu itu berubah menjadi semakin besar hingga akhirnya berubah menjadi seukuran piring, lalu sebuah cahaya berwarna hijau menyala, dan sebuah tempat dupa perunggu yang baru muncul di hadapan Aron dan yang lainnya.
Adegan ini membuat Anton dan Lucas tercengang, mereka tidak tahu kalau tempat dupa perunggu itu bisa berubah menjadi lebih besar, itu sangat luar biasa.
Aron yang melihat itu juga sedikit tercengang dan kaget, sepertinya pasti ada sesuatu yang istimewa dari tempat dupa perunggu ini.
tempat dupa perunggu yang ada di hadapannya memperlihatkan tulisan berwarna hijau yang terukir di sekelilingnya, dan tempat dupa perunggu itu memberikan kesan yang sangat mewah.
tempat dupa perunggu ini dibuat dengan sangat baik, sama sekali bukan dibuat dengan menggunakan teknologi zaman sekarang, jadi bisa dipastikan tempat dupa perunggu ini bukan barang palsu.
Aron melihat dengan seksama dan mendekati tempat dupa perunggu itu, lalu tiba-tiba melihat ada dua kata ‘Petani Surgawi’ di bagian dalam tempat dupa perunggu.
Tungku Petani Surgawi?
__ADS_1
Aron tersentak dan sama sekali tidak berani mempercayai matanya sendiri.