
Sepertinya Jordi benar-benar bertobat dan kejadian ini menjadi pukulan telak baginya.
“Kalau begitu, maka saya tidak akan sungkan-sungkan lagi….”
Mendengar Jordi berkata seperti itu Aron juga tidak sungkan-sungkan lagi, karena ginseng puluhan ribu tahun ini sangat penting baginya.
“Tuan Aron, saya akan mengutus beberapa orang dari rumah, sepertinya untuk menggali ginseng puluhan ribu tahun seperti ini akan membutuhkan beberapa hari, dan harus digali dengan sangat hati-hati, saya akan mengawasi langsung pekerjaannya….”
Imam berkata pada Aron.
Aron tidak punya waktu untuk menunggu beberapa hari, jadi dia melambaikan tangannya dan berkata : “Tidak perlu, kalian semua kembalilah, saya akan menetap disini sendirian, besok pagi Jekson akan menjemputku…”
Semua orang tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Aron, dan tidak ada yang berani membantah jadi mereka semua pergi dari Hutan Kegelapan dan setelah semua orang pergi, Aron melihat ginseng puluhan ribu tahun itu dan hatinya dipenuhi dengan kegembiraan, dia segera duduk bersila dan mengaktifkan Seni Konsentrasi Jiwanya di dalam tubuh!
Energi spiritual dalam jumlah besar mengerumuni Aron dan ginseng puluhan ribu tahun itu tampaknya merasakan sesuatu dan daun serta dahannya bergoyang mati-matian seolah berusaha keras agar tidak diserap.
__ADS_1
Aron membutuhkan waktu setengah hari dan satu malam penuh untuk menghisap seluruh energi spiritual ginseng puluhan ribu tahun itu, Aron yang tadinya berada di Tahap Inedia tingkat pertama seketika mencapai tingkat ketiga, dan saat Aron membuka matanya dia merasakan kekuatannya yang meningkat dan melihat sekeliling hutan.
Sebuah ginseng puluhan ribu tahun dapat membuat kekuatan Aron yang sudah mencapai tahap Inedia naik dua tingkat, Aron tidak tahu betapa sulitnya perjalanan kultivasinya ke depan, tapi karena dia sudah memasuki jalan menuju kultivasi abadi, maka Aron tidak akan menyerah dengan mudah, belum lagi dia masih belum mengetahui identitas aslinya sendiri.
Melihat tulang-tulang yang ada di seluruh tanah, Aron berlutut dan bersujud kepada para tentara ini, karena pertumbuhan ginseng puluhan ribu tahun ini juga berkat jasa orang-orang ini, mereka menggunakan daging dan darah mereka sendiri untuk mengolah ginseng puluhan ribu tahun ini.
Dan saat Aron berjalan keluar dari Hutan Kegelapan, dia menemukan Jekson yang sudah menunggunya di kaki gunung dan Jeffry membawa belasan orang untuk bersiap membereskan tulang-tulang para tentara, dan tidak jauh dari kaki gunung terdengar suara gemuruh mesin yang tidak berhenti terdengar, ternyata sejak turun gunung, Jordi langsung mencari tim konstruksi dan memulai pembangunan kuburan.
Aron tidak tinggal terlalu lama, dan meminta Jekson untuk mengantarnya ke kediaman Keluarga Teguh, Aron berencana berpamitan dan segera kembali ke Kota Sanur, karena besok adalah hari dimana dia akan bertanding dengan Dika, dia tidak boleh terlambat, dan kekuatannya saat ini juga sudah meningkat jadi Aron juga sudah sangat percaya diri.
“Kepala keluarga Keluarga Teguh, saya ada urusan mendesak dan tidak bisa menetap terlalu lama, jadi saya akan pergi saja….”
Aron berkata dengan sopan.
Melihat Aron yang bersikeras, Jordi sedikit kecewa dan berkata : “Karena Tuan Aron masih ada urusan penting, maka saya tidak akan memaksa, hanya saja apabila Tuan Aron memerlukan bantuan Keluarga Teguh kami tidak akan menolak….”
__ADS_1
Jordi berkata dengan sangat tulus, Keluarga Teguh bisa lolos dari bencana kali ini semuanya berkat Aron.
“Baik…..”
Aron menganggukkan kepalanya.
Jordi mengutus seseorang untuk mengantar Aron dan yang lainnya ke bandara, karena Imam masih harus mengurus beberapa hal di Keluarga Hardi, maka dia tidak ikut pulang dengan Aron.
Dan pada siang harinya, Aron dan yang lainnya kembali ke Kota Sanur, saat ini villa Perumahan Bumi Indahnya Aron dipenuhi oleh orang-orang, karena Jekson dan Lyla tidak disini, ada ratusan bawahan yang mengepung villa Aron, Kurniawan, Jhonatan dan yang lainnya juga ada disini.
Melihat Aron sudah pulang, ada orang yang bergegas menyambutnya dan Aron bertanya dengan wajah bingung : “Apa yang terjadi?”
“Tuan Aron, Dika sudah datang, dia ada di dalam rumah….”
Kurniawan berkata dengan gugup.
__ADS_1