
Keesokan paginya!
Robi dan Raden sudah datang ke Detasemen Perlindungan Hukum pagi-pagi untuk menjemput Aron.
Aron naik ke mobil Robi dan mobil itu melaju di jalan raya menuju Kota Lamar.
Saat Aron sedang duduk di mobil Robi dan berangkat menuju Kota Lamar, Lina juga membeli tiket pesawat menuju Kota Lamar!
Aron dan yang lainnya harus menempuh perjalanan selama seharian untuk tiba di Kota Lamar, dan setelah tiba di Kota Lamar, Aron menyadari Kota Lamar sedikit berubah dan ada lebih banyak turis.
Dan ada kapal pesiar di dermaga, sejumlah agen pariwisata juga menempelkan poster perjalanan sehari ke Pulau Naga di depan pintu mereka.
Melihat pemandangan ini Aron sedikit bingung, sejak kapan Pulau Naga menjadi tujuan wisata bagi orang biasa?
Bukankah Pulau Naga dijaga oleh orang-orang dari Keluarga King?
Lingkungan di sana juga tidak cocok untuk dijadikan tujuan wisata oleh orang biasa.
Melihat Aron yang bingung, Robi tersenyum lalu menjelaskan : “Sejak kamu mengambil Kristal Naga dari Naga Es, kondisi di Pulau Naga berubah drastis, sekarang di pulau itu seperti musim semi dan tidak ada lagi hewan buas.”
“Juga tidak ada tanda-tanda dari Naga Api yang legendaris itu, jadi Keluarga King juga membuka Pulau Naga untuk umum, menjadikan Pulau Naga sebagai tujuan wisata, dan Keluarga King meraup untung besar darinya!”
Mendengar penjelasan Robi, Aron baru tahu kalau Pulau Naga menjadi seperti ini karena dirinya.
"Sekarang Pulau Naga sudah menjadi tujuan wisata bagi semua orang, kenapa kamu mengajak saya ke sana?"
Aron bertanya dengan penasaran.
__ADS_1
“Saya sudah bilang, untuk sementara rahasia!” Robi tersenyum : “"Kamu tidak akan mengingkari janjimu di tengah jalan, kan? Saya sudah mengajakmu bertemu dengan pacarmu."
"Jangan khawatir, karena saya sudah berjanji, maka saya akan pergi bersamamu!"
Aron berkata dengan acuh tak acuh.
Robi tersenyum dan tidak mengatakan apapun lagi, lalu menemukan sebuah hotel untuk menginap, mereka akan berangkat besok pagi!
Di saat Aron dan yang lainnya bersiap menginap, sosok Lina juga muncul di Kota Lamar, hanya saja dia menginap di hotel yang berbeda!
“Lina…”
Saat Lina sedang mengurus administrasi untuk menginap, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.
Lina mencari sumber suara itu, ternyata itu adalah Kurniawan.
Lina berkata dengan semangat dan bergegas menghampiri, lalu memeluk Kurniawan : “Kakek, kenapa kamu kemari?”
“Saya dengar ada tempat wisata baru yang dibuka di Kota Lamar, namanya Pulau Naga, empat musim di pulau itu seperti musim semi, pemandangannya juga sangat indah, jadi saya mengajak Paman Jhonatan untuk berjalan-jalan bersama, jika terus menerus menetap di Kota Sanur juga bisa mati bosan!”
Kurniawan terkekeh.
“Lina…” Saat ini suara Jhonatan juga terdengar.
“Paman Jhonatan!” Lina segera menyapa Jhonatan!
Di belakang Jhonatan, ada Jekson dan Lyla yang mengikuti, tampaknya kedua orang itu sudah pulih dari cederanya.
__ADS_1
“Nona Lina, apa kabar…”
Jekson dan Lyla menyapa dan menanyakan kabar Lina.
Lina mengangguk sebagai jawaban!
“Lina, kenapa kamu datang kemari ? Di mana Aron dan yang lainnya?”
Saat ini, Kurniawan bertanya pada Lina.
“Saya juga mendengar bahwa pemandangan di Pulau Naga sangat indah, jadi datang untuk melihat-lihat, Aron dan Nuri tidak ikut bersamaku!”
Lina tidak tahu harus berkata apa pada Kurniawan.
Dan saat ini Jhonatan juga berada di sana, lantas dia harus mengatakan Nuri diculik dan dia diam-diam kemari tanpa sepengetahuan Aron?
Kurniawan yang mendengarnya seketika menunjukkan raut wajah dingin lalu menarik Lina ke samping : “Lina, ada apa sebenarnya? Apakah kamu bertengkar dengan Aron? Atau Aron tidak menginginkanmu lagi?”
“Kakek, apa yang kamu pikirkan, saya dan Aron baik-baik saja, jangan berpikir sembarangan, saya hanya ingin berjalan-jalan sendirian!”
Lina berkata dan mengernyitkan keningnya.
“Baguslah kalau tidak bertengkar!” Kurniawan menghela nafas lega.
Lina yang awalnya ingin mencari tahu di mana Aron berada setelah menyelesaikan administrasi, sekarang kehilangan kesempatannya.
__ADS_1