
“Minggir….” Boyca menendang Kepala pelayan : “Saya masih memiliki obat yang ditinggalkan oleh kakakku, dan itu khusus digunakan untuk mengendalikan Empat Raja Surgawi, saat kakak hendak mengurung diri dia sudah berpesan kalau Empat Raja Surgawi boleh dilepaskan apabila Keluarga Bara mengalami bencana!”
Boyca sama sekali tidak mendengarkan kepala pelayan dan langsung pergi ke halaman belakang.
Kepala pelayan yang ditendang oleh Boyca juga menjadi patuh dan hanya bisa menghela nafasnya lalu mengikuti dari belakang.
Setelah sampai ke bagian terdalam halaman belakang, ada sebuah halaman terpisah dan gerbangnya terkunci dengan rapat, gembok yang terkunci di atasnya juga sudah berkarat, jelas ini sudah terkunci lama sekali.
Melihat halaman yang ada di depannya, Boyca berdiri di sana sesaat, lalu menggertakkan giginya dan mengeluarkan kunci untuk membuka gembok.
Drekkk…..
Pintu yang berat didorong terbuka, kemudian dari ruangan di dalam halaman terdengar suara gemerincing rantai besi.
Boyca melangkah masuk ke dalam ruangan, dan kembali membuka kunci lainnya, lalu membuka pintu ruangan itu.
Disinari oleh sinar matahari yang terang membuat ruangan gelap itu langsung menjadi lebih terang.
Saat ini, di dalam ruangan ada empat orang yang terlihat tidak terurus sedang dirantai, dan saat melihat ada seseorang yang datang, keempat orang itu bergegas mendekat dengan mata merah tetapi mereka terjerat oleh rantai setelah melangkah dua langkah dan tidak bisa bergerak maju lagi.
“Makanan, beri saya makanan….”
__ADS_1
Salah seorang pria memamerkan giginya dan menggeram pada Boyca.
Tiga orang lainnya juga menatap Boyca dengan wajah ganas, seperti binatang buas yang kelaparan.
Boyca mengeluarkan segenggam benda serupa dengan permen jelly bean dari sakunya dan melemparkannya kepada empat orang itu.
Empat orang yang melihat itu bergegas mengambilnya dan memasukkannya ke dalam mulut mereka.
Tidak lama kemudian, setelah memakan makanan yang diberikan oleh Boyca, empat pria yang awalnya terlihat seperti orang gila berangsur-angsur menjadi tenang.
Tatapan mata mereka yang memerah juga surut dan mereka menatap Boyca dengan muram.
Melihat situasi ini, Boyca melambaikan tangannya dan berkata : “Lepaskan rantai mereka…..”
“Buka…..”
Boyca berteriak lalu mengeluarkan pedang sabuknya dan meletakkannya langsung di leher kepala pelayan.
Kepala pelayan merasakan sedikit hawa dingin dari pedang itu, dan tidak berani banyak bicara lagi, dia berjalan dengan gemetar dan melepaskan ikatan rantai keempat orang itu.
Walau tidak terikat, empat orang itu juga tidak bergerak, dan hanya menunggu Boyca memberi perintah dengan diam, dan melihat adegan ini, kepala pelayan baru merasa lega.
__ADS_1
“Kalian, ikut denganku….”
Boyca berkata pada empat orang itu.
“Baik!” Empat orang itu mengangguk dan ikut berjalan keluar dari ruangan dengan Boyca.
Empat pria lusuh dan compang-camping mengikuti Boyca berjalan keluar, dan membuat banyak bawahan Keluarga Bara yang merasa penasaran dan banyak yang diam-diam mengintip.
Empat Raja Surgawi tidak diketahui siapa pun kecuali para petinggi di Keluarga Bara dan Kepala keluarga, bahkan Chris yang merupakan Tuan Muda di Keluarga Bara juga tidak mengetahui tentang keberadaan Empat Raja Surgawi, tapi Boyca tahu, saat ingin menghadapi Aron dia juga ingin diam-diam melepaskan Empat Raja Surgawi hanya saja dihentikan oleh Boyca.
Namun saat ini, Boyca tidak menyangka kalau dirinya akan dipaksa hingga tahap dia harus menggunakan Empat Raja Surgawi.
…………..
Kota Dama, di jalan pegunungan yang berkelok-kelok di luar kota, supir taksi mengobrol dengan antusias dengan Aron, hari ini dia mendapatkan pesanan besar, tarif dari Kota Dama ke Kota Sanur mencapai 3 juta lebih dan ini membuat supir taksi sangat senang.
“Nak, bisnis apa yang kamu lakukan? Jarang ada orang yang naik taksi dari Kota Dama ke Kota Sanur…..”
Karena bagaimanapun orang biasa tidak akan rela membayar ongkos hingga jutaan.
“Hanya melakukan bisnis kecil….”
__ADS_1
Aron tersenyum ringan dan menjawab supir taksi itu dengan santai.