
Setelah Junior menyelesaikan analisisnya, Tuan Gino tersenyum puas : “Analisis kamu cukup bagus, aura dan karakteristik setiap orang ada hubungannya dengan pengalaman, kekuatan Aron telah meledak pesat dan sudah bertemu dengan banyak masalah akhir-akhir ini, jadi ini menyebabkan auranya menjadi ganas dan penuh dengan niat membunuh.”
“Sedangkan Danta, telah berlatih secara intens di Pulau Parbat selama bertahun-tahun, menjalani kehidupan yang bebas dari hal-hal duniawi jadi auranya jauh lebih terkendali, dan dalam hal pencapaian serta pengalaman, Danta jauh lebih baik daripada Aron!”
“Namun, menang atau kalah tidak sepenuhnya berdasarkan hal ini, ini juga tentang kemauan dan tekad, alasan mengapa Danta tidak menggunakan seluruh kekuatannya adalah karena dia masih menyisakan kekuatan untuk melarikan diri, jika dia benar-benar bertarung mati-matian dengan Aron, maka kedua belah pihak akan mengalami kerugian…”
“Tapi Aron sudah berada dalam situasi putus asa, apakah kamu tidak melihat Aron yang sudah bertekad menukar nyawa dengan nyawa?”
Junior terdiam dan menyaksikan pertarungan kedua orang itu dalam diam!
Bam!
Danta melayangkan serangannya pada Aron.
Tekanan di tubuhnya mulai menerjang ke arah Aron, sebuah aura yang menakutkan menutupi langit dan mengubah siang menjadi malam!
Kemudian kekuatan spiritual memadat dan seketika membentuk sebuah pedang yang setajam silet!
“Aron, saya dengar Tubuh Emas tak terhancurkanmu tidak bisa dihancurkan, jadi coba terima tebasan pedangku ini…”
Danta menghunuskan pedang yang terbentuk dari kekuatan spiritualnya, pedang itu memiliki panjang beberapa meter dengan aura pedang yang tidak ada habisnya, dan seketika menebas ke arah Aron!
Satu tebasan ini membuat seluruh bumi seolah terbelah dan memunculkan sebuah celah, pasir dan bebatuan juga beterbangan!
__ADS_1
Bahkan Tuan Gino yang berada seribu meter jauhnya juga dapat merasakan kekuatan energi dari pedang ini.
“Energi pedang yang sangat kuat, Tuan Gino, apakah Aron dapat menangkisnya?”
Junior bertanya dengan tidak percaya.
“Tidak tahu” Tuan Gino menjawab dengan ringan.
Junior tercengang dan menatap Tuan Gino dengan bingung, dia tidak mengerti bagaimana Tuan Gino bisa tidak tahu?
Jika Aron tidak bisa menangkisnya, maka bukankah Tuan Gino seharusnya turun tangan?
Karena Tuan Gino datang untuk melindungi Aron.
Namun Tuan Gino malah terlihat tidak berniat turun tangan.
Semua orang juga memperhatikan Aron dan ingin melihat apakah Aron dapat menangkis tebasan pedang ini!
Sementara sisik-sisik emas di tubuh Aron bersinar dengan cahaya yang menyilaukan, pada saat ini, alih-alih menghindar Aron justru langsung menyambut tebasan pedang Danta.
“Tinju Cahaya Suci…”
Aron berteriak, lalu menghantamkan tinjunya dengan keras ke pedang di tangan Danta!
__ADS_1
Bam!
Sebuah cahaya putih yang menyilaukan menyambar dan semua orang secara naluri menutup mata mereka, kemudian, terlihat bahwa pedang di tangan Danta mulai hancur dan pada akhirnya berubah menjadi bintik-bintik kekuatan spiritual yang langsung melayang pergi!
Sedangkan sisik di tubuh Aron mulai rontok dan menghilang, memperlihatkan tubuh fisiknya yang penuh dengan otot!
“Kekuatan Aron sepertinya sudah bertambah pesat lagi…”
Junior berkata dengan sedikit kaget.
Tuan Gino tersenyum, raut wajahnya tampak menunjukkan kepuasan.
Di sisi lain, Naveen mengernyitkan keningnya dan raut wajahnya tampak sangat jelek, tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan di dalam hatinya saat ini!
Secara bersamaan, Arthur juga merasa kaget, saat ini Arthur yang hanya memiliki satu lengan menyaksikan pemandangan ini dengan harapan akan ada adegan penyiksaan untuk Aron.
Namun, kekuatan yang Aron tunjukkan di permulaan pertarungan ini membuat Arthur sangat kaget!
“Kak Danta, apa…apa yang terjadi?”
Menurut Arthur, jika Danta turun tangan maka Aron pasti akan mati!
Danta mengabaikan Arthur dan menyipitkan matanya untuk menatap Aron : “Nak, kekuatanmu memang lumayan, saya sudah tenggelam selama beberapa dekade, selain membantai beberapa binatang buas saya tidak pernah merasa begitu mengasyikkan bertarung dengan orang lain, hari ini saya akan bertarung dengan baik denganmu dan menggunakan teknik andalanku!”
__ADS_1
“Sayang sekali, sayang sekali…”
Aron menatap Danta dan tiba-tiba menghela nafasnya.