
Saat ini Rafael setidaknya adalah seorang Master Guru.
Sedangkan kekuatan Aron saat ini, masih sedikit sulit untuk melawan seorang Master Guru, jika ditambah dengan orang-orang lainnya maka dia pasti akan kalah!
Jadi Aron ingin melarikan diri, tapi Rafael seolah sudah menduga Aron akan melarikan diri.
Di saat Aron baru saja melompat, dia mengayunkan sepasang tangannya ke udara!
Sebuah jaring energi yang sangat besar menghalangi jalan Aron.
Aron mengayunkan tinjunya dan menyerang!
Bam!
Beberapa sinar cahaya melintas dan jaring besar itu seketika berubah menjadi titik-titik cahaya, tubuh Aron juga seketika terpental dan langsung menghantam tanah dengan keras!
Aron yang melihat hal itu tahu kalau dia sudah kehilangan kesempatan terbaiknya untuk melarikan diri.
Jadi sekarang mungkin menyerang adalah pertahanan terbaik.
Memikirkan hal ini, Aron berteriak dan kekuatan Naga Ilahi dikerahkan sepenuhnya, tubuh emas tak ter hancurkan diaktifkan dan sisik-sisik mulai tumbuh dengan cepat di tubuhnya.
Cahaya emas yang menyilaukan menyelimuti tubuh Aron.
“Tinju Cahaya Suci…”
Bayangan-bayangan tinju menuju ke arah Rafael, dan momentum dahsyat seketika memenuhi seluruh kediaman Keluarga Dayo.
Melihat adegan ini, raut wajah Rafael sedikit muram, dia tidak menyangka ledakan aura Aron akan begitu menakutkan.
Sekarang dia sedikit ragu, apakah pantas dia menyinggung Aron hanya karena Kristal Naga.
__ADS_1
Namun sekarang aura itu semakin mendekat, Rafael menjentikkan tangannya perlahan dan sebuah cahaya mulai berpusat padanya lalu menyebar.
Dalam sekejap, sebuah aura yang kuat terbentuk di sekeliling Rafael dan aura itu tampaknya mengumpulkan kekuatan dari langit dan bumi.
Kekuatan Rafael juga tidak bisa diremehkan.
Kalau tidak bagaimana mungkin dia bisa bertahan di Kota Dama!
Berbagai macam teknik sihir, kekuatan magis juga berada di ujung jari.
Tinju Cahaya Suci Aron yang menghantam aura kuat itu seperti batu yang tenggelam ke dalam laut, kekuatan yang menakutkan seketika diserap oleh aura itu.
Sedangkan Rafael menjentikkan tangannya dengan ringan, seberkas cahaya bersinar muncul dari aura itu.
Cahaya itu berubah menjadi tinju raksasa yang menghantam ke arah Aron dengan ganas.
Aron yang melihat itu merasa hatinya tenggelam seketika, dia menyadari kekuatan cahaya yang menuju ke arahnya adalah Tinju Cahaya Suci nya yang baru dia hantam kan tadi.
Bam!
Aron kembali menghantamkan tinjunya lagi, dua kekuatan yang sama bertabrakan dan tubuh Aron mundur beberapa langkah ke belakang.
Tetesan darah mengalir dari sudut mulutnya
Aron sudah hampir menggunakan seluruh kekuatannya untuk pukulannya di awal tadi, namun tidak disangka malah berakhir menghantam tubuhnya sendiri.
“Aron, kamu masih ingin melawan?”
Rafael menatap Aron dengan dingin, tatapan matanya acuh tak acuh.
“Walau harus mati, saya juga tidak akan hanya duduk diam.”
__ADS_1
Aron menyeka darah di sudut mulutnya dan meningkatkan aura di tubuhnya lagi, aura yang menakutkan itu mengubah langit dan bumi, dan deru angin mulai terdengar.
Brak brak brak…
Suara-suara keras bagaikan guntur dari langit terdengar!
Aron mengulurkan tangan kanannya, Pedang Naga seketika muncul di tangan Aron, Pedang Naga terbakar oleh api spiritual dan suhu di sekitarnya seketika meningkat dengan pesat.
Cahaya keemasan di tubuh Aron menutupi langit dan membuat seluruh vila kediaman Keluarga Dayo mulai tertutup oleh awan.
Ini adalah pertarungan hidup atau mati, Aron tidak berani bertindak gegabah.
Dia berusaha keras untuk membangkitkan naga emas yang ada di dalam tubuhnya.
Hanya saja naga emas itu tidak berada di bawah kendali Aron, dan Aron tidak bisa memperkirakan kapan naga emas itu akan muncul.
Melihat Pedang Naga di tangan Aron, tatapan Rafael dipenuhi dengan rasa panas yang membara.
“Tidak disangka, kamu memiliki begitu banyak harta karun.”
Rafael mencibir.
Aron menatap Rafael dengan jijik, dia benar-benar sangat membenci orang munafik seperti itu!
Orang munafik bahkan lebih buruk dari orang picik, membuat orang sangat membencinya.
“Teknik Pedang Sembilan Bayangan…”
Aron berteriak dan mengayunkan Pedang Naganya, dalam sekejap tubuhnya terbelah menjadi dua, dua menjadi tiga…
__ADS_1