
“Pengurus Liu Khang, kenapa kamu begitu tergesa-gesa memberitahu orang-orang dari Keluarga King kalau Tuan Muda masih hidup, lantas kamu tidak berencana menunggu Tuan Muda berkembang beberapa tahun lagi, setelah kekuatannya menjadi lebih kuat lagi?”
Pria paruh baya itu bertanya dengan bingung.
“Karena Nona sudah tidak bisa bertahan selama itu, dia sudah dikurung selama 20 tahun lebih, dan sudah mengalami banyak siksaan, kalau tidak memberi dia sedikit dukungan spiritual, dia tidak akan bisa bertahan….”
Tatapan mata Liu Khang dipenuhi kabut, dan ada air mata yang jatuh dari matanya!
Pria paruh baya itu juga terlihat murung, dan berkata pada Liu Khang : “Pengurus Liu Khang, sebenarnya rahasia apa yang Tuan Besar beritahukan kepada Nona sebelum meninggal, sehingga orang-orang dari Keluarga King sangat ingin mengetahuinya, dan mengurung Nona selama bertahun-tahun seperti ini….”
“Saya juga tidak tahu, hanya saja rahasia itu sepertinya sangat penting bagi Keluarga King, kalau tidak Nona pasti tidak mungkin hidup sampai sekarang….”
Liu Khang menggelengkan kepalanya!
Dua orang itu terdiam dan tidak ada yang berbicara lagi, namun segera suara Jenny terdengar : “Guru, Paman Bram, makanannya sudah siap, ayo makan….”
Liu Khang dan pria paruh baya itu saling memandang dan tersenyum, lalu keduanya berjalan menghampiri Jenny, lalu gelak tawa mulai terdengar di depan rumah batu bersama dengan aroma makanan yang harum!
Di villa Perumahan Bumi Sejuk di Kota Sanur!
Pada saat ini Aron sudah mengurung diri di dalam kamar selama empat hari, dan selama empat hari ini Aron tidak berhenti menyerap energi spiritual yang ada di dalam Batu Spiritual, dan Batu Spiritual yang ada di halaman sekarang sudah habis!
__ADS_1
Dan di dalam tubuh Aron, energi spiritual yang bergelombang juga sepertinya sudah hampir meledak, seolah hendak menembus Dantiannya Aron!
Kening Aron sudah meneteskan keringat, setiap kali menerobos tahapan adalah malapetaka, tidak hanya Dantiannya yang akan diterobos hingga hancur, lalu terbentuk kembali, tapi tubuhnya juga sama.
Saat ini Aron merasa seperti genangan lumpur, dan seolah semua tulang dalam tubuhnya patah, tapi Aron tidak berani berhenti, karena dia tahu ini adalah waktu yang paling penting untuk bisa menerobos tahapan!
Asal bisa menerobos tahapan ini, maka kekuatannya akan bertambah pesat, dan kalau dia menyerah atau gagal, maka tidak tahu kapan dia bisa melakukan terobosan berikutnya lagi!
Bruak….
Tiba-tiba di dalam tubuh Aron terdengar suara ledakan dan kemudian Dantiannya dihancurkan oleh energi spiritual yang bagaikan lautan, hanya saja Dantian yang rusak kembali bersatu, dan energi spiritual itu kembali tersedot ke dalam Dantian!
Tapi kali ini energi spiritual yang mengalir masuk ke dalam Dantian, tidak memperlihatkan pergerakan apapun, seperti batu yang tenggelam ke dasar lautan dan tidak terlihat perlawanan seperti barusan…..
Mata Aron terbuka dan terlihat kegembiraan di matanya!
Jika Dantian dalam Tahap Pembangunan Fondasi bagaikan sebuah ember, maka saat ini Aron yang sudah berhasil menerobos memiliki Dantian yang bagaikan tangki air, ember yang awalnya penuh dengan air saat ini dituangkan ke dalam tangki air, tidak memberikan perubahan yang mencolok!
Aron menatap ke luar jendela, saat ini dia bisa melihat dengan jelas area yang berada ratusan meter jauhnya dan pendengarannya menjadi lebih sensitif!
Temperamen Aron juga mengalami banyak perubahan, memasuki Tahap Puncak Inedia adalah awal dari kultivasi abadi, dan bisa berhenti makan!
__ADS_1
Setelah berjalan keluar dari kamar, Aron menyadari kalau Nuri dan Lina tidak di rumah, mungkin karena merasa bosan selama beberapa hari ini mereka pergi berbelanja!
Setelah mandi dan berganti pakaian!
Awalnya Aron yang ingin tidur dengan pulas mendapatkan panggilan dari Eddyt yang memintanya ke sana!
Di sebuah kedai teh di Kota Sanur, Eddyt membawa serta Robet, Robett memang pantas menjadi seorang grand master, cedera serius yang dia alami beberapa hari lalu seolah tidak memberi pengaruh apapun.
Melihat Aron tiba, Robet langsung membantu Aron memindahkan kursi dengan sopan!
Setelah perjalanan ke Lembah Ilusi, kalau bukan karena Aron, Robet pasti sudah menjadi mayat sejak awal!
“Ini adalah teh yang saya bawa langsung dari Kota Dama, ayo dicoba…..”
Eddyt berkata pada Aron!
Aron mengambil cangkir dan menyesap tehnya : “Ada masalah apa mencariku?”
“Bukan masalah besar, hanya ingin berterima kasih kepadamu karena sudah menyelamatkan Kapten Robet, lalu mengenai masalah Keluarga Bara, mereka tidak akan mengganggumu dalam waktu singkat ini, mereka akan menunggu kepala keluarga keluar terlebih dulu!”
Kata Eddyt.
__ADS_1
“Kamu memintaku kemari hanya untuk mengatakan hal ini padaku?” Aron tersenyum ringan : “Walau Keluarga Bara datang mencari masalah padaku sekarang, saya juga tidak takut!”