
Di sisi lain, Aron yang memimpin pasukannya secara perlahan masuk ke pedalaman pulau, dan beberapa sosok menghalangi jalan Aron.
Aron melihat dan menemukan Ichiro Watanabe yang membawa pasukannya untuk menghalangi dirinya.
Ini membuat Aron sedikit heran, bukankah Ichiro Watanabe sudah membawa pasukannya masuk ke pedalaman pulau untuk mencari bola kristal? Kenapa dia menghalangi dirinya?
“Ichiro Watanabe, apa yang ingin kamu lakukan?”
Melihat Ichiro Watanabe menghalangi di depan, Audrey melompat maju dan langsung bertanya di hadapan Ichiro Watanabe.
“Bukankah kalian sudah tahu jelas apa yang ingin kulakukan?”
Raut wajah Ichiro Watanabe penuh kesombongan dan tatapan matanya penuh aura membunuh.
Melihat Ichiro Watanabe tidak menyembunyikan keinginan membunuh dirinya Aron mengernyitkan keningnya : “Bukankah kamu pergi mencari bola kristal, lantas kamu sengaja menghalangi kami disini?”
“Untuk apa menemukan bola kristal, dengan membunuh kalian semua pada saatnya kemenangan juga akan menjadi milik kami, jangan kira saya akan tunduk pada kalian hanya karena kamu berhasil mengalahkanku di atas ring…”
Ichiro Watanabe menyipitkan matanya dan aura pembunuh di tubuhnya menjadi semakin kuat.
Melihat niat membunuh Ichiro Watanabe meningkat, aura di tubuh Aron juga mulai meningkat.
Semua anggota Detasemen Perlindungan Hukum mulai mengeluarkan senjata mereka.
Audrey melambaikan tangannya dan semua pasukannya juga mengangkat senjata mereka.
__ADS_1
“Ichiro Watanabe, kamu adalah seorang pendekar yang telah dikalahkan, sekarang kami dua tim sudah membentuk aliansi, lantas kamu berpikir bisa membunuh kami?”
Audrey mencibir.
“Hahaha, saya bahkan tidak perlu turun tangan untuk membunuh sekelompok orang bodoh seperti kalian, saya hanya ingin kalian saling membunuh satu sama lain.”
Setelah Ichiro Watanabe selesai berbicara, tiga pria bertopeng dan berjubah hitam di belakangnya tiba-tiba bergumam dan melafalkan mantra pada saat yang bersamaan.
Saat mantra-mantra itu dilafalkan semakin cepat oleh tiga pria itu, tiba-tiba lapisan kabut berwarna merah muda mulai menyelimuti pulau itu.
Saat melihat kabut tersebut, Aron tahu ada yang tidak beres dan berteriak : “Semuanya, tahan nafas.”
Setelah Aron selesai bicara, pasukan Audrey mulai berteriak kesakitan, mereka jatuh ke tanah dan mulai berguling-guling kesakitan.
“Aron, apa…apa yang terjadi sebenarnya?”
Audrey bertanya dengan kaget.
“Audrey, kamu tidak apa-apa?” Aron melihat pasukan Audrey berguling-guling kesakitan, bertanya pada Audrey.
Audrey tiba-tiba menggelengkan kepalanya, namun kemudian sepasang mata Audrey tiba-tiba memancarkan cahaya merah dan mulai menghantamkan tinjunya ke arah Aron.
Serangan Audrey yang mendadak langsung mengenai dada Aron dan tubuh Aron terlempar ke udara.
Setelah terlempar puluhan meter, dia akhirnya menabrak pohon dan berhenti.
__ADS_1
“Tuan Aron…”
“Instruktur Aron…”
Albert membawa anggota Detasemen Perlindungan Hukum untuk menghampiri dan membantu Aron berdiri.
Aron melihat Audrey yang tiba-tiba menyerang dirinya dan semakin mengernyitkan keningnya.
Saat ini Audrey sedang mencengkram kepalanya sendiri dan membenturkannya dengan keras ke pohon.
“Ah…” Audrey berteriak keras : “Aron, cepat bunuh saya, saya tidak bisa mengendalikan diriku sendiri.”
Dengan secuil akal sehatnya yang tersisa, Audrey berusaha keras untuk mengendalikan dirinya sendiri.
Ichiro Watanabe yang melihat pemandangan di depannya langsung tertawa kegirangan : “Hahaha, tidak ada gunanya, setelah terkena racun bunga Higanbana, selain saya tidak ada yang bisa menetralisirnya, sebaiknya kamu patuh dan dengarkan perintah.”
“Persetan denganmu…”
Audrey menatap Ichiro Watanabe yang tertawa terbahak-bahak, tatapan matanya dipenuhi dengan kemarahan dan kemudian melayangkan tinjunya ke arah Ichiro Watanabe.
Ichiro Watanabe menggeser kakinya dan menghindar tanpa panik.
Sedangkan di sisi lain, tiga pria bertopeng itu mempercepat mantra mereka, kekuatan Audrey terlalu kuat, oleh karena itu butuh waktu untuk bisa mengendalikan Audrey.
__ADS_1