Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di Lindungi Orang Besar


__ADS_3

“Tuan Aron, kamu kenapa?”


Eddyt yang ada di samping Aron juga merasakan aura pembunuh dari tubuh Aron dan bertanya dengan bingung.


“Tidak apa-apa!” Aron menggelengkan kepalanya.


Eddyt melihat Aron yang tidak mau mengatakannya juga tidak mendesak lagi.


Tidak lama setelah itu, Hendy pun tiba, namun sosok Tuan Graham tetap tidak terlihat, hingga pada akhirnya Eddyt dan Aron hanya bisa masuk terlebih dulu.


Saat ini di aula Detasemen Perlindungan Hukum sudah dipenuhi dengan orang-orang, dan mereka semua bukan orang biasa, orang-orang ini sedang berbicara satu sama lain ada juga yang sedang memejamkan matanya.


Di kerumunan orang-orang ini, Aron menemukan sosok-sosok yang familiar, si perampok makam Herman, Sutai dari Klan Petir juga hadir, hanya saja Aron tidak tahu apakah mereka datang bersama dengan keluarga atau diundang sendiri.


Nanutn di antara orang-orang ini, tidak terlihat tanda-tanda dari Keluarga Darminto dan Keluarga Bara, baik Basri maupun Boyca tidak terlihat muncul disini, seharusnya Keluarga Darminto dan Keluarga Bara belum memenuhi persyaratan.


Dan setelah hampir setengah jam kemudian, suasana aula yang tadinya riuh tiba-tiba menjadi hending, seorang pria paruh baya terlihat memasuki ruangan, diikuti oleh empat pria berseragam di belakangnya.

__ADS_1


Pria paruh baya itu memancarkan aura yang kuat, membuat orang tidak berani menatapnya langsung, setelah melihat pria paruh baya ini, semua orang berdiri secara serempak.


Sedangkan Aron yang melihat pria paruh baya yang berjalan masuk itu seketika membulatkan matanya, dan wajahnya penuh keterkejutan.


Bukan karena Aron mengenal pria paruh baya itu, melainkan empat pria berseragam yang ada di belakang pria paruh baya itu, Aron pernah bertemu dengan mereka.


Empat orang ini adalah orang yang muncul saat Aron pertama kali bertemu dan diselamatkan oleh Danu di Kota Dama, bahkan Kapten Tim juga berada di antaranya.


Saat Aron melihat kemampuan dari empat orang itu, Aron sudah menganggap mereka seperti makhluk abadi, tapi sekarang ternyata mereka hanyalah pengikut dari orang lain.


“Tuan Graham…”


“Hahaha, maaf, ada sedikit urusan yang membuatku terlambat…”


Tuan Graham tertawa kecil dan melambaikan tangannya untuk mempersilahkan semua orang kembali duduk.


“Tuan Aron, dia adalah Tuan Graham yang saya bicarakan, sekarang dia mewakili departemen khusus itu.”

__ADS_1


Eddyt berbisik kepada Aron.


Aron mengangguk, tanpa diperkenalkan oleh Eddyt pun Aron sudah dapat melihatnya.


Hanya dengan kekuatan empat pengikut yang ada di belakang Tuan Graham itu saja sepertinya sudah tidak menjadi tandingan bagi banyak orang yang ada di sini.


Perjamuan dimulai, Tuan Graham memegang selembar kertas dan mulai mengatakan beberapa hal resmi, meskipun tidak ada yang suka mendengarkan hal-hal ini, tapi mereka semua harus duduk dengan tenang.


Setelah mengatakan beberapa hal yang tidak menyenangkan, tatapan Tuan Graham menyapu Aron dan berkata sambil tersenyum : “Dalam kompetisi internasional kali ini, bisa mendapatkan kemenangan dan membunuh Ichiro Watanabe yang sombong itu semuanya berkat Aron, kalian yang berada di komunitas bela diri seharusnya lebih banyak belajar dari Aron, jangan hanya melihat keuntungan kecil yang ada di depan kalian, kalian harus mengutamakan negara.”


“Saya tahu kalian para klan dan keluarga bela diri, biasanya tidak suka dikendalikan dan tidak suka bergabung dengan lembaga pemerintahan dan dibatasi, saya juga tidak akan memaksa karena setiap orang memiliki aspirasi mereka masing-masing, namun saya berharap kalian yang berada di dunia bela diri tidak saling berkelahi dan membunuh demi sedikit sumber daya, saya dengar kalian begitu banyak klan dan keluarga mengincar Aron hanya karena sebuah Kristal Naga, bukankah kalian sudah mendapatkan cukup banyak sumber daya dari pelatihan tahunan yang kami adakan setiap tahunnya untuk komunitas bela diri?”


“Sekarang Aron sudah bergabung dengan Detasemen Perlindungan Hukum, itu artinya dia adalah anggota pemerintahan, saya percaya kalian yang duduk di sini tahu apa akibatnya jika membunuh Aron.”


Perkataan Tuan Graham seketika menimbulkan hiruk-pikuk dari bawah panggung.


Raut wajah Naveen menjadi suram, dia sama sekali tidak menyangka, Aron akan bergabung dengan lembaga kecil seperti Detasemen Perlindungan Hukum, dan mengalami keberuntungan seperti ini, hingga membuat Tuan Graham bergerak dan membantunya berbicara.

__ADS_1


Di saat bersamaan, seluruh anggota Keluarga Tanu juga kaget, Roddy baru saja ingin membalas dendam pada Aron, sekarang dari petinggi langsung mengatakan hal seperti ini, bagaimana mungkin Keluarga Tanu bisa melawan Aron?



__ADS_2