Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Musuh Menyerang saat Aron lemah


__ADS_3

August yang melihat lukisan itu dapat berubah dengan sendirinya merasa itu pasti harta karun, dan segera memberi perintah pada Teflon.


August takut akan ada perangkap jadi dia memerintahkan Teflon untuk mengambilnya.


Teflon mengernyitkan keningnya dan tidak berani tidak mematuhinya, dia hanya bisa memberanikan diri dan berjalan ke arah lukisan itu.


“Hentikan dia!” Tommy segera menghalangi Teflon bersama dengan dua Great Grand Master nya.


“Kalian benar-benar tidak tahu malu, tempat ini diterobos dengan susah payah oleh kak Aron, kalau bukan karena Kak Aron, tidak satupun dari kalian bisa masuk kemari, lukisan ini seharusnya menjadi milik Kak Aron, sekarang kalian malah merebutnya, apa bedanya kalian dengan perampok?”


Tommy bertanya pada August.


“Sialan, pelatihan itu hanya tentang kemampuan, siapa yang dapat mengambilnya maka akan menjadi miliknya, apa bajingan sepertimu juga pantas menceramahiku?”


August mengernyitkan keningnya dan menatap Roddy : “Roddy, bawa bawahanmu dan beri pelajaran kepada anak ini, setelah keluar dari sini saya tidak akan membiarkanmu rugi!”


Roddy menganggukkan kepalanya : “Terima kasih Tuan Muda August…”


​Setelah selesai bicara, Roddy membawa bawahan keluarga Tanu dan langsung menyerang ke arah Tommy.


Tommy hanya bisa menyuruh dua anak buahnya untuk menyerang dan bertarung dengan Roddy.


August memberi isyarat kepada Teflon agar Teflon segera menurunkan lukisan itu.

__ADS_1


Tommy melihat Teflon yang hendak menurunkan lukisan itu menjadi sangat panik, menghadapi serangan dari Roddy saja sudah membuat Tommy sakit kepala, dia sudah seperti hiasan yang tidak bisa melakukan apapun dan hanya mengandalkan dua Great Grand Master untuk menahan serangan.


Lion melirik Aron dan menyadari Aron sama sekali tidak bergerak, bahkan matanya juga tidak berkedip, dia kembali berubah seperti tadi dan menghela nafasnya dengan pasrah.


​Melihat Roddy sudah hendak menurunkan lukisannya, tubuh Lion menerjang dan diikuti dengan lambaian tangannya energi yang besar langsung menghempaskan Roddy.


“Lion, apa yang kamu lakukan?”


Melihat hal itu raut wajah August berubah menjadi dingin.


“August, jangan tidak tahu malu, kalau bukan karena Aron yang bersikeras menerobos formasi sihir apakah kalian sanggup masuk ke dalam ruangan ini? Sekarang kamu malah mengambil keuntungan dari bahaya orang lain, mengetahui Aron sudah terluka kamu malah mau merebut lukisan?”


Lion menatap August dengan jijik.


August berkata dengan matanya yang menyipit.


“Persetan dengan jaminan itu, saya tidak tahan melihatnya dan ingin menghentikanmu, apa yang bisa kamu lakukan?”


Lion memaki August dengan penuh penghinaan.


“Kamu…”


August yang dimaki seketika menjadi marah dan melayangkan tamparannya pada Lion!

__ADS_1


“Kamu cari mati, kalau begitu saya akan mengabulkan keinginanmu…” tamparan August yang marah dipenuhi dengan energi yang sangat besar.


Raut wajah Lion sedikit berubah saat merasakan angin dari energi itu, dan tubuhnya tersentak ke belakang.


Dia tahu dia bukanlah lawan August, dan jika dia benar-benar bertarung dengan August, itu sama saja dengan cari mati!


Di saat tubuh Lion tersentak ke belakang, seorang Great Grand Master dari Keluarga Dayo langsung menghalangi di depan Lion dan menghantamkan pukulannya ke arah August dengan ganas.


Sama-sama merupakan Great Grand Master tingkat tujuh, setelah satu pukulan itu keduanya sama-sama mundur beberapa langkah.


“Serang bersama, lumpuhkan mereka…”


Aura di tubuh August meledak dan seberkas cahaya mulai bersinar pada sepasang telapak tangannya.


“Hm, tidak tahu batas kemampuan diri sendiri…”


Lion mendengus dingin.


Dia membawa dua orang bawahan yang memiliki kekuatan Great Grand Master tingkat tujuh, sedangkan di sisi August, hanya August yang memiliki kekuatan tingkat tujuh, dua orang bawahan dari Keluarga King hanya memiliki kekuatan tingkat lima, dan Teflon yang hanya memiliki kekuatan Great Grand Master tingkat tiga sama sekali tidak bisa dianggap.


Saat itu, seisi ruangan makam itu dipenuhi dengan pertarungan, Lion yang awalnya dapat memimpin karena harus menjaga Tommy yang ada di sisinya menjadi tidak fokus pada pertarungan dan menang atau kalah tidak dapat diputuskan untuk sementara waktu.


Sedangkan Aron di sisi lain, masih berdiri seperti patung yang tidak bergerak, bahkan matanya juga tidak berkedip.

__ADS_1


__ADS_2