
Roddy dan Dutai melihat raut wajah Khu Tang dan merasa tidak beres, kali ini Kristal Naga akan semakin jauh dari jangkauan mereka.
Tubuh Aron langsung mundur dua langkah setelah merasakan tatapan tajam dari Khu.
“Kamu sudah menelan Kristal Naga?”
Khu bertanya pada Aron.
Aron mengangguk, tapi dia tidak mengatakan apapun!
“Ayah, mereka adalah temanku, Kak Aron…”
“Diam…”
Khu Tang menoleh dan memelototi Tommy lalu memerintahkan kepada bawahannya : “Kalian bawa dulu Tuan Muda pergi…”
Dua orang ahli dari Lembah Tanpa Bayangan, langsung menahan Tommy dan membawanya pergi, tidak peduli bagaimana Tommy melawan, sama sekali tidak ada gunanya!
Setelah membawa Tomny pergi, Khu Tang menatap Aron dan mengulurkan tangannya : “Nak, muntahkan Kristal Naga itu, maka saya bisa membawamu pergi dengan selamat…”
Paman Khu, Kristal Naga itu sudah ditelan sesaat oleh anak ini, mungkin sudah dicerna, dan tidak bisa dimuntahkan lagi…”
Roddy berkata pada Khu.
__ADS_1
“Bodoh…” Khu mendengus dingin, dia bahkan tidak melirik Roddy, tapi menatap Aron dengan tatapan sedingin es, sebuah aura yang tidak terlihat seketika menyelimuti Aron.
Aron merasa tubuhnya seperti ditekan oleh gunung besar, dan sepasang kakinya mulai sedikit bergetar.
“Ternyata kamu memiliki sedikit kemampuan juga ya…”
Khu Tang melihat auranya yang tidak mampu menekan Aron, sedikit kaget.
Aron hanyalah seorang Grand Master tingkat tujuh, bagaimana bisa menahan aura dirinya yang begitu mengintimidasi?
Perlu diketahui aura yang dipancarkan oleh Khu tidak akan bisa ditahan walau oleh seorang ahli yang baru menembus ranah Great Grand Master!
“Saya yang mendapatkan Kristal Naga, saya tidak akan memberikannya kepada siapapun, kecuali kalau saya mati…”
Aron perlahan-lahan memunculkan Pedang Naga!
“Tidak disangka seorang Grand Master sepertimu memiliki pedang pusaka sebagus ini, sepertinya kali ini saya sudah melakukan perjalanan yang berharga…”
Khu menatap Pedang Naga di tangan Aron dan sepasang matanya bersinar dengan terang.
Aron mengerahkan seluruh kekuatan spiritualnya dan auranya tidak berhenti meningkat.
Menghadapi seorang ahli seperti Khu, Aron yang sudah memakan Pil Pengolahan Tubuh dan memiliki tubuh bagaikan baja juga sepertinya akan sulit menahan pukulannya!
__ADS_1
“Nak, saya katakan sekali lagi, muntahkan Kristal Naga lalu serahkan pedang ini padaku, melihat kamu adalah teman putraku, saya bisa membawamu pergi…”
Khu kembali berkata pada Aron.
“Saya sudah bilang, kecuali kalau saya mati…”
Tatapan Aron dipenuhi dengan ketegasan.
“Kamu bisa mati dengan mudah, tapi apakah kamu tidak memikirkan dua orang gadis di belakangmu itu?”
Khu berkata sambil menunjuk ke arah Nuri dan Lina yang ada di samping.
Aron menatap dua orang itu dengan tatapan seolah mengucapkan selamat tinggal kepada mereka, lalu menatap Steve lagi : “Sudah sampai titik ini, tidak ada lagi yang perlu dipikirkan, walau saya harus meledakkan diri, kamu juga jangan berharap bisa mendapatkan Kristal Naga…”
Khu melihat Aron yang tidak bisa diajak bernegosiasi, menunjukkan raut wajah yang sangat muram!
Dalam sekejap, Khu menyerang, Aron merasakan seluruh tubuhnya tiba-tiba menegang, dan Aron mencoba melawan dengan Pedang Naganya, tapi dia merasakan kalau dirinya bahkan sulit untuk menggunakan pedangnya!
Khu juga takut Aron akan meledakkan diri, jadi dia mengambil langkah pertama untuk mengendalikan Aron, lalu menghantamkan pukulannya ke arah kepala Aron setelah itu!
“Ah…”
Melihat Khu yang mengarahkan tamparannya Aron meraung marah, tubuhnya tiba-tiba meledakkan semburan cahaya berwarna keemasan, dan sebuah penghalang muncul di depan Aron.
__ADS_1
Sayang sekali penghalang ini tidak bisa menghentikan Khu, Khu bahkan tidak berhenti sejenak, telapak tangannya mengarah langsung ke kepala Aron!
Namun saat tangan Khu hanya berjarak beberapa sentimeter dari Aron, dan Aron merasa sudah berada di ambang kematian, Khu tiba-tiba berhenti.