Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Saudara Kandung yang Kejam


__ADS_3

“Tuan Aron, apakah terjadi sesuatu? Apakah kamu dikeluarkan dari pelatihan?”


Eddyt bertanya dengan tergesa-gesa.


Aron kembali begitu cepat, dan menurut Eddyt, dia mengira Wiwanto mencari alasan untuk mengeluarkan Aron.


“Bukan, pelatihannya sudah berakhir!”


Aron menggelengkan kepalanya.


“Sudah berakhir?” Aron tercengang : “Kenapa cepat sekali?”


Aron meminum seteguk air lalu menceritakan apa yang terjadi di makam kuno pada Eddyt, Eddyt yang mendengarnya membelalak, dan mulutnya terbuka lebar.


“Tuan Aron, kamu…kamu memukul Ketua Dewan Wiwanto?”


Eddyt berkata dengan wajah penuh keterkejutan.


“Wiwanto itu jelas-jelas memihak Keluarga King, dan merebut barangku, tentu saja saya akan memukulnya.”


Aron berkata dengan santai.


“Gawat, gawat, saya akan membicarakan masalah ini dengan Tuan Gino, orang-orang dari Aliansi Seni Bela Diri ini sangat perhitungan bahkan dengan hal-hal kecil, kali ini kamu memukul Wiwanto, dia tidak mungkin akan menerimanya begitu saja.”


Eddyt terlihat sangat gugup lalu berjalan pergi, dia hendak melaporkan masalah ini kepada Tuan Gino.

__ADS_1


​Jika hanya mengandalkan reputasi Detasemen Perlindungan Hukum tidak akan bisa melindungi Aron, hanya kata-kata Tuan Gino yang bisa melindunginya.


Melihat Eddyt begitu panik untuk dirinya, Aron merasa sedikit tersentuh.


Eddyt berjalan pergi, Aron kembali ke kamarnya dan langsung beristirahat, dia sama sekali tidak peduli terhadap masalah memukul Wiwanto dan August.



Kediaman Keluarga King!


Naveen menatap August yang sudah hampir cacat dan merasa sangat sakit hati.


“Beginikah cara kalian melindungi Tuan Muda?”


“Kepala keluarga, situasi saat itu, seluruh energi kami ditekan dan kami bukan tandingan Aron, entah kenapa Mantra Penekan itu tidak berpengaruh pada Aron, dan tidak menekan kekuatan Aron.”


Teflon berkata dengan tubuhnya yang gemetar.


Naveen menyipitkan matanya : “Sepertinya Aron ini pasti mewarisi garis keturunan ayahnya, kalau tidak mana mungkin akan terjadi hal seperti ini.”


“Ayah, siapa sebenarnya Aron itu? Siapa ayahnya?”


August menatap Naveen dan bertanya padanya.


“August, pergilah dan beristirahat, ada beberapa hal yang akan kamu pahami dengan sendirinya nanti, setelah saya mengetahui rahasia tentang Aron, maka Keluarga King akan menjadi keluarga nomor satu di Kota Dama, dan kamu akan menjadi generasi muda yang paling menonjol.”

__ADS_1


Naveen menepuk pundak August dengan ringan.


August menganggukkan kepalanya dan pergi beristirahat, Naveen lalu berkata pada Teflon : “Kalian pergilah, jangan beritahukan kepada siapapun mengenai masalah ini.”


Naveen tidak bisa dipermalukan seperti itu, putranya sendiri dipukuli oleh orang lain dan hampir menjadi cacat, jika dibicarakan maka akan sangat memalukan, tapi walau Keluarga King tidak mengatakan apa-apa, keluarga dan klan yang ada di tempat kejadian juga tidak mungkin merahasiakannya.


Teflon pun pergi, sedangkan Naveen berjalan ke halaman belakang lalu membuka sebuah pintu rahasia dan berjalan masuk ke dalam.


Di dalam ruang bawah tanah yang remang-remang itu, Intan sudah dikurung selama lebih dari dua puluh tahun, semua kekuatan di dalam tubuhnya juga disegel dan dia sama sekali tidak bisa melarikan diri dari ruang bawah tanah yang begitu umum ini.


Melihat kedatangan Naveen, Intan memalingkan wajahnya perlahan dan tidak ingin melihat Naveen.


Dua orang yang merupakan kakak-beradik kandung ini sudah mencapai titik seperti ini!


“Adik perempuanku yang baik, tidak disangka kamu melahirkan seorang putra yang begitu bernyali, bahkan berani memukuli August, hari ini saya hanya ingin memberitahumu, kamu akan segera bertemu dengan putramu, sampai saatnya jika kamu tetap tidak mengatakan apapun, saya akan mengirim kalian ibu dan anak ke liang lahat…”


Setelah Naveen selesai bicara, dia mengulurkan tangannya dan mengambil cambuk kulit yang digantung di dinding lalu mencambuknya dengan keras ke tubuh Intan.


Intan menggertakkan giginya dan tidak mengucapkan sepatah kata pun, entah sudah berapa banyak cambukan yang dia terima selama bertahun-tahun ini.


Semakin Intan melakukan ini, pukulan Naveen akan semakin keras, dia ingin melampiaskan semua kemarahannya atas Aron yang memukul August hingga terluka dengan kejam pada Intan, saat ini Naveen sudah tidak menganggap Intan sebagai adiknya sendiri.


Kalau bukan karena Intan menolak untuk memberitahukan rahasia yang diketahuinya, Naveen pasti sudah membunuh Intan sejak lama.


__ADS_1


__ADS_2